Inter Miami selangkah lagi menuju final MLS perdananya saat menghadapi New York City pada Sabtu ini. Tim berjuluk The Herons itu diunggulkan berkat performa gemilang Lionel Messi yang terus mencetak gol. Bintang asal Argentina yang kini berusia 38 tahun itu telah terlibat langsung dalam 12 gol, sebuah kontribusi krusial yang membawa Inter Miami lolos ke playoff dan kini mencapai final Wilayah Timur.
Di fase gugur, Messi tampil eksplosif dengan mencetak enam gol dan memberikan dua assist, serta berkontribusi signifikan pada empat gol lainnya. Setelah menyingkirkan Nashville SC dan FC Cincinnati, Miami akan menjamu New York City di stadion kandang mereka, Chase Stadium. Laga penentuan wakil Wilayah Timur ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu dini hari, 3 Desember, pukul 06.00 WIB. Pertandingan ini dapat disaksikan secara langsung melalui layanan streaming Apple TV MLS Season Pass. Pemenangnya akan melaju ke pertandingan kejuaraan pada 6 Desember.
Pada hari yang sama, di Wilayah Barat, San Diego FC, salah satu kekuatan baru MLS di musim debutnya, akan menghadapi Vancouver Whitecaps yang diperkuat bintang Jerman Thomas Müller. Dari keempat tim yang tersisa, hanya New York City yang memiliki pengalaman di final, bahkan berhasil meraih trofi pada tahun 2021.
New York City, unggulan kelima di Wilayah Timur, akan datang ke Chase Stadium dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka berhasil menyingkirkan Philadelphia Union, tim terbaik di musim reguler, berkat dukungan trio penyerang Argentina yang berbahaya: Agustín Ojeda, Nico Fernández, dan veteran Maxi Moralez.
Kecepatan dan daya tembak para pemain Argentina di New York City menjadi ancaman serius bagi strategi Javier Mascherano. Sejak Oktober, Mascherano berhasil membangun kembali pertahanan Inter Miami yang secara historis menjadi titik lemah tim dalam beberapa musim terakhir. “El Jefecito”, sapaan akrab Mascherano, di tahun pertamanya sebagai pelatih klub, awalnya jarang melakukan intervensi, namun di musim penentu ini ia tak ragu mengambil keputusan berani.
Keputusan paling menonjol terlihat pada hari Minggu sebelumnya, saat ia menempatkan pemain sekelas Luis Suárez di bangku cadangan. Mascherano lebih memilih mendukung Mateo Silvetti, striker dinamis Argentina berusia 19 tahun, yang berkolaborasi sempurna dengan Messi dalam kemenangan tandang 4-0 melawan FC Cincinnati.
Rasa Lapar Messi
Bagi Inter Miami, harapan untuk mencapai final perdana sama besarnya dengan risiko mengakhiri satu tahun lagi tanpa trofi. Proyek paling ambisius dalam 30 tahun sejarah MLS ini, yang semakin diperkuat dengan perekrutan Rodrigo De Paul baru-baru ini, masih belum memenuhi janji untuk mendominasi sepak bola Amerika Utara.
Ini menjadi kesempatan terakhir mereka untuk meraih kejayaan bersama bintang-bintang inti yang tiba bersama Messi pada pertengahan 2023. Pasalnya, pemain Spanyol Sergio Busquets dan Jordi Alba akan gantung sepatu setelah babak playoff ini berakhir. “Saya yakin semuanya akan berjalan baik dan saya pikir tahun ini kami memiliki peluang besar,” ungkap Jordi Alba pada Rabu lalu.
Sementara itu, Messi telah memperpanjang kontraknya hingga tahun 2028. Namun, setiap minggu ia terus menunjukkan betapa besarnya ambisinya untuk mencapai final pada bulan Desember, di mana Inter Miami juga berkesempatan menjadi tuan rumah jika berhasil lolos.
Müller Mengancam San Diego
Final Wilayah Barat, yang akan kick-off pada Minggu, 3 Desember, pukul 07.00 WIB, akan menyajikan duel antara dua tim paling menonjol musim ini. Pertandingan ini juga dapat disaksikan melalui layanan streaming Apple TV MLS Season Pass. Dengan perolehan poin yang sama di puncak klasemen, San Diego FC akan memanfaatkan keunggulan sebagai tuan rumah untuk melanjutkan kampanye perdana impian mereka.
Tim asal California ini telah mencatat rekor musim reguler terbaik sepanjang masa untuk tim ekspansi. Mereka kini bermimpi meniru jejak Chicago Fire yang memenangkan gelar pada tahun 1998 di tahun pertama mereka di MLS. Pertanyaan besar menjelang pertandingan ini adalah kemungkinan kembalinya winger Meksiko Hirving “Chucky” Lozano ke starting XI. Lozano tidak masuk dalam lineup sejak insiden pada Oktober lalu dengan pelatih Mikey Varas.
Playmaker Denmark Anders Dreyer, yang telah mencetak empat gol dalam empat pertandingan playoff, menjadi tumpuan utama San Diego saat ini, mirip dengan peran Thomas Müller bagi Whitecaps. Pemenang Piala Dunia asal Jerman berusia 36 tahun itu telah mengemas delapan gol dalam 10 pertandingan untuk tim Kanada, dalam misinya meraih gelar liga pertamanya di luar Bayern Munich.
Kedua pertandingan final konferensi ini tidak hanya akan menentukan tim terbaik dari masing-masing wilayah, tetapi juga menjadi panggung bagi ambisi besar MLS untuk terus menarik perhatian global, terutama dengan kehadiran bintang-bintang top dunia.
(SA/GN)
sumber : ticotimes.net
Leave a comment