Rivalitas Abadi Messi dan Ronaldo: Harga Pasar Jadi Arena Pertarungan Baru di Senja Karier
Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi telah membentuk satu generasi, mengubah ekonomi global sepak bola, dan membawa rivalitas mereka melintasi liga, benua, serta era. Kini, menjelang akhir karier gemilang mereka, persaingan itu diam-diam kembali muncul di tempat yang tak terduga: nilai pasar. Saat banyak pemain melihat nilai mereka merosot seiring bertambahnya usia, salah satu ikon sepak bola paling abadi ini membuktikan bahwa waktu saja tidak menentukan relevansi.
Inilah latar belakang diskusi menarik seputar Cristiano Ronaldo, yang posisinya di Liga Pro Saudi tetap stabil secara mengejutkan. Dengan urusan yang belum selesai di level klub dan satu puncak internasional terakhir yang membayangi, angka-angka menceritakan kisah yang melampaui usia. Dan di benua lain, Lionel Messi masih menebarkan bayangan yang familiar.
Tak bisa dihindari, superstar Portugal ini memang mendekati akhir masa bermainnya. Namun, pola pikirnya sama sekali tidak mengindikasikan tur perpisahan. Sebaliknya, fokusnya tetap tajam pada target-target elite, terutama mengejar 1.000 gol karier dan satu lagi penampilan di Piala Dunia pada tahun 2026.
Di Al-Nassr, Ronaldo terus beroperasi sebagai poros utama proyek, bukan sekadar figur seremonial. Penampilan, profesionalisme, dan produktivitas fisiknya menggarisbawahi seorang pemain yang bertekad untuk bersaing hingga akhir. Saat ia mendekati ulang tahun ke-41, relevansinya tidak lagi diukur hanya dari menit bermain, tetapi dari pengaruh, standar, dan kehadiran globalnya. Relevansi itu tercermin dalam area di mana usia biasanya menghukum bahkan para legenda: valuasi.
Stabilitas Harga Pasar di Liga yang Mengandalkan Bintang
Pembaruan terbaru dari Transfermarkt menyajikan gambaran menarik tentang bagaimana para elite sepak bola dihargai di seluruh dunia. Di Liga Pro Saudi — kompetisi yang semakin ditentukan oleh nama-nama besar dan daya tarik komersial — nilai pasar Ronaldo tidak menurun. Sebaliknya, ia tetap kokoh.
Bagi seorang pemain di fase kariernya ini, stabilitas itu sendiri adalah sebuah pernyataan. Ronaldo mungkin tidak lagi masuk dalam jajaran aset termahal di liga, tetapi valuasinya mencerminkan kinerja yang berkelanjutan, daya jual global, dan relevansi olahraga yang abadi, bukan sekadar nostalgia. Di liga tempat para bintang muda dan pemain di usia prima mendominasi tingkat atas, konsistensi ini menonjol. Ini menunjukkan bahwa kehadiran Ronaldo terus membenarkan investasi — bukan sebagai tokoh masa lalu, tetapi sebagai pesaing aktif.
Bagaimana Perbandingannya dengan Lionel Messi?
Di sinilah cerita menjadi lebih menarik. Sebab, sementara nilai Ronaldo tetap stabil di Arab Saudi, rival terbesarnya mengikuti kurva yang sedikit berbeda di seberang Atlantik. Di Inter Miami, Lionel Messi tetap menjadi tokoh utama MLS. Dampaknya terhadap kehadiran penonton, sponsor, dan visibilitas liga tak terbantahkan. Namun, pembaruan valuasi terbaru menunjukkan sedikit pergeseran — yang akhirnya memungkinkan perbandingan langsung muncul kembali.
Transfermarkt saat ini menaksir nilai Lionel Messi sekitar $17 juta (sekitar Rp275 miliar), sedangkan Cristiano Ronaldo dihargai $14 juta (sekitar Rp227 miliar) — selisih hanya $3 juta (sekitar Rp48 miliar). Margin tersebut sangat tipis mengingat usia, liga, dan konteks mereka. Dan ini menggarisbawahi realitas yang mencolok: bahkan di akhir karier mereka, tidak ada yang secara meyakinkan unggul jauh dari yang lain.
Selisih tipis dalam nilai pasar ini menegaskan bahwa rivalitas antara Messi dan Ronaldo, yang telah menjadi narasi dominan sepak bola modern, tetap hidup dan relevan hingga detik-detik terakhir perjalanan karier mereka. Kedua megabintang ini terus mendefinisikan ulang apa artinya menjadi seorang ikon global, melampaui batasan usia dan harapan konvensional dalam dunia sepak bola.
(SA/GN)
sumber : worldsoccertalk.com
Leave a comment