Matvey Safonov Pahlawan, PSG Angkat Trofi Piala Interkontinental Pertama
AL RAYYAN, Qatar – Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mengklaim gelar Piala Interkontinental perdana mereka setelah mengalahkan Flamengo dalam drama adu penalti yang mendebarkan pada Rabu, 17 Desember. Kiper andalan PSG, Matvey Safonov, menjadi bintang utama dengan menyelamatkan empat tendangan penalti untuk mengamankan kemenangan 2-1 dalam babak tos-tosan, setelah pertandingan final berakhir imbang 1-1.
Penjaga gawang asal Rusia itu tampil perkasa di Stadion Ahmad bin Ali, menggagalkan upaya empat eksekutor penalti Flamengo sekaligus, memastikan trofi keenam PSG di tahun kalender 2025 yang luar biasa. Sebelumnya, raksasa Prancis ini sudah mengoleksi gelar Ligue 1, Piala Prancis, Trofi Champions, Liga Champions, dan Piala Super Eropa.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Tim asuhan Luis Enrique memimpin lebih dulu melalui gol Khvicha Kvaratskhelia di babak pertama. Sejak awal, kedua tim saling jual beli serangan. PSG sempat mengira mereka unggul cepat ketika Fabian Ruiz mencetak gol ke gawang kosong menyusul sapuan yang kurang sempurna dari kiper Agustin Rossi. Namun, gol tersebut dianulir setelah peninjauan VAR, dengan wasit memutuskan bola sudah keluar dari permainan dalam proses buildup serangan.
Flamengo merespons dengan meningkatkan tekanan, mulai mengganggu lini belakang PSG dan memaksa Safonov untuk beraksi. Tembakan Bruno Henrique sempat diblok, dan Erick Pulgar melancarkan tendangan jarak jauh yang berhasil diselamatkan kiper.
PSG kemudian harus menerima pukulan telak pada menit ke-30 ketika Lee Kang-in terpaksa meninggalkan lapangan karena cedera paha kiri. Namun, momen terobosan datang pada menit ke-38 saat PSG melancarkan serangan balik cepat. Umpan diagonal brilian dari Senny Mayulu membebaskan Desire Doue di sisi kanan, dan umpan silang datarnya hanya bisa diblok setengah hati oleh Rossi, membuka jalan bagi Kvaratskhelia untuk menuntaskannya dengan kaki kirinya dari jarak dekat.
Menjelang jeda, Flamengo hampir menyamakan kedudukan ketika Pulgar menyambut sepak pojok Giorgian de Arrascaeta di tiang jauh, namun sundulannya sedikit melebar. Skor tipis 1-0 untuk PSG bertahan hingga turun minum.
Paruh Kedua dan Drama Penalti
PSG tampak mengendalikan permainan di awal babak kedua, hingga akhirnya Marquinhos menjatuhkan De Arrascaeta di dalam kotak penalti. Jorginho yang menjadi eksekutor sukses mengecoh Safonov dari titik putih pada menit ke-62, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Joao Neves dan Doue sempat memiliki peluang untuk mencetak gol kedua bagi PSG, namun Flamengo bertahan dengan solid. Pelatih Luis Enrique kemudian memasukkan Ousmane Dembele untuk menggantikan Doue demi menambah daya gedor. Flamengo sesekali mengancam melalui serangan balik, memaksa tim Prancis bertahan mati-matian menjelang akhir waktu normal.
Pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu. PSG mendapat peluang beruntun melalui Neves, Dembele, dan Barcola di babak pertama perpanjangan waktu, namun Flamengo secara fisik mampu mengimbangi permainan. Di fase akhir pertandingan, PSG kembali menciptakan peluang bersih melalui Dembele dan Barcola, yang tembakannya melebar pada menit ke-117. Nuno Mendes juga memaksa Rossi melakukan penyelamatan bagus satu menit kemudian, namun final ini harus ditentukan melalui adu penalti.
Pahlawan Safonov di Adu Penalti
Drama adu penalti dimulai dengan Safonov kebobolan dari tendangan penalti pertama. Namun setelah itu, ia tampil luar biasa dengan menggagalkan empat upaya penalti beruntun dari Saul Niguez, Pedro, Leo Pereira, dan terakhir Luiz Araujo.
Di sisi PSG, Vitinha dan Nuno Mendes berhasil menunaikan tugas mereka dengan baik. Meskipun Dembele dan Barcola gagal mengeksekusi penalti, penampilan heroik Safonov membuat kegagalan tersebut tidak signifikan. PSG pun memastikan kemenangan adu penalti 2-1 dan mengangkat trofi Piala Interkontinental.
Reaksi Pemain
Gelandang PSG, Warren Zaire-Emery, mengungkapkan kebanggaannya atas kemenangan ini. “Kami bisa bangga pada diri kami sendiri, kami memainkan pertandingan hebat melawan lawan tangguh,” katanya. “Sekarang kami harus terus seperti ini karena bagian terberat musim ini masih di depan kami.”
Kemenangan ini menegaskan dominasi PSG di tahun 2025, menambah koleksi trofi mereka dan menempatkan mereka sebagai salah satu tim terkuat di kancah sepak bola global. Sementara itu, Flamengo, yang sebelumnya mengincar gelar besar ketiganya tahun ini setelah memenangkan gelar Brasil dan Supercopa do Brazil, sekali lagi menunjukkan kualitas sepak bola Amerika Selatan yang sulit ditaklukkan.
(SA/GN)
sumber : www.straitstimes.com
Leave a comment