Siapa yang Terbaik? Pembaca dan Ahli The Athletic Adu Daftar 100 Pemain Sepak Bola Terhebat Sepanjang Masa
Buku "The Soccer 100," yang baru saja dirilis di Inggris, telah memicu perdebatan menarik di kalangan pecinta sepak bola global. Buku ini menyajikan daftar 100 pesepakbola pria terhebat sepanjang masa, yang disusun berdasarkan penilaian cermat tim penulis ahli dari The Athletic. Namun, untuk menjaga semangat demokratis, The Athletic juga membuka kesempatan bagi pembaca untuk menyuarakan pandangan mereka dan membandingkan pilihan dengan daftar para ahli.
Pembaca diminta untuk memilih 10 pemain teratas favorit mereka dari daftar 100 nama yang ada, tanpa urutan tertentu. Dari suara yang terkumpul, para pemain kemudian diberi peringkat berdasarkan jumlah suara yang mereka terima, menghasilkan daftar 10 besar versi pembaca. Selain itu, pembaca juga diundang untuk menominasikan pemain yang mereka rasa seharusnya masuk dalam daftar namun terlewatkan.
Lionel Messi, Raja Pilihan Universal
Kesimpulan menarik dari proses ini adalah adanya kesamaan pandangan antara daftar buku dan pilihan masyarakat umum, terutama untuk posisi teratas. Lionel Messi, sang megabintang Argentina, menduduki peringkat pertama di kedua daftar. Sebanyak 93 persen responden pembaca menganggap Messi pantas masuk dalam 10 besar pemain terbaik sepanjang masa. Angka ini menegaskan dominasi dan pengakuan luas terhadap kejeniusan Messi. Tentu saja, akan selalu ada yang mempertanyakan tujuh persen suara yang tidak memasukkan Lionel Messi—Lionel Messi—ke dalam daftar 10 pemain terbaik. Namun, itulah keindahan proses demokrasi.
Perbandingan Pilihan Pembaca dan Ahli The Athletic
Kesamaan pandangan juga terlihat di lima besar, meskipun dengan sedikit perbedaan urutan.
Berikut perbandingannya:
- Pilihan Pembaca:
- Lionel Messi
- Pele
- Diego Maradona
- Cristiano Ronaldo
- Johan Cruyff
- Pilihan Ahli The Athletic:
- Lionel Messi
- Diego Maradona
- Pele
- Johan Cruyff
- Cristiano Ronaldo
Setelah lima besar, perbedaan antara kedua daftar mulai sedikit melebar. Daftar "The Soccer 100" menempatkan Alfredo di Stefano di posisi keenam, sementara suara pembaca menurunkannya ke peringkat 10. Pembaca menempatkan Paolo Maldini di peringkat kesembilan, sedangkan di buku ia berada di peringkat 17. Ronaldo (Nazario) ada di peringkat ketujuh dalam voting publik, namun para ahli menempatkannya di peringkat 12. Sementara itu, Ferenc Puskas dinilai kurang mengesankan oleh pembaca, yang menempatkannya di peringkat 14, jauh di bawah peringkat sembilan versi buku.
Meskipun ada perbedaan, selisih peringkat ini tidak terlalu besar, menunjukkan bahwa apresiasi terhadap legenda sepak bola secara umum cukup mirip baik di kalangan ahli maupun penggemar.

Messi menduduki peringkat teratas pilihan pembaca (Megan Briggs/Getty Images)
Daftar Pemain yang Terlupakan? Masukan dari Pembaca
Bagian yang tak kalah menarik adalah nominasi pemain yang dianggap terlupakan oleh pembaca. Beberapa nama menarik muncul dalam kategori ini, memicu pemikiran "ya, mungkin pemain itu seharusnya masuk" hingga "erm… serius?".
Saran dalam kategori pertama, yang dianggap pantas dipertimbangkan, antara lain:
- Samuel Eto’o
- Claude Makelele
- Juan Roman Riquelme
- John Terry
- Virgil van Dijk
- David Beckham
- Mohamed Salah
Semua adalah pemain hebat dari era yang relatif sama, dan mungkin dalam beberapa tahun ke depan, nama-nama ini memang akan lebih sering dipertimbangkan dalam diskusi pemain terbaik.
Ada juga pujian untuk pembaca yang memiliki pengetahuan sejarah mendalam, seperti yang menyarankan penyerang Austria Matthias Sindelar, bagian dari ‘Wunderteam’ di tahun 1920-an dan 1930-an. Begitu pula dengan Alex James, yang diasumsikan merujuk pada penyerang Arsenal di era 1930-an, bukan basis grup musik Blur.
Tentu saja, ada juga beberapa saran yang sifatnya lebih guyonan, seperti "semua pemain Hereford United," atau nama-nama seperti Rob, Mark Noble, Gary Breen, dan yang tak terhindarkan, Ali Dia.
Secara keseluruhan, proses perbandingan daftar pemain terbaik ini membuktikan bahwa dunia sepak bola selalu kaya akan sudut pandang dan perdebatan. Ini adalah diskusi yang menyenangkan, yang sekali lagi menunjukkan betapa mendalamnya gairah para penggemar terhadap olahraga ini.
(SA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment