Prediksi Panas MLS: Inter Miami Hadapi Vancouver Whitecaps, Mengenang Rivalitas Messi vs. Müller
Inter Miami dijadwalkan saling berhadapan dengan Vancouver Whitecaps pada Sabtu ini, 25 Mei 2024, dalam lanjutan Major League Soccer (MLS). Pertandingan yang akan berlangsung di Chase Stadium, Fort Lauderdale, Florida, ini akan dimulai pada Minggu, 26 Mei 2024, pukul 06:30 WIB. Pertandingan ini dapat disaksikan secara legal melalui layanan streaming MLS Season Pass di Apple TV.
Pertandingan ini menjanjikan intrik tersendiri. Kehadiran bintang-bintang top seperti Sergio Busquets, Jordi Alba, dan Luis Suarez di Inter Miami selalu menjadi daya tarik. Busquets, yang dikenal sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik sepanjang masa, akan beraksi penuh, demikian pula Jordi Alba yang disebut-sebut sebagai salah satu bek sayap terhebat. Sementara itu, Luis Suarez masih menjadi tumpuan di lini depan Miami.
Meski Thomas Müller, bintang Bayern Munich, tidak akan terlibat langsung dalam pertandingan ini, sejarah rivalitasnya dengan Lionel Messi selalu menarik perhatian. Terutama ketika Messi tampil dalam pertandingan penting, sorotan seringkali tertuju pada rekor pertemuan kedua pemain fenomenal ini. Mari kita telusuri kembali rekam jejak duel Messi dan Müller di lapangan hijau.
Rivalitas Abadi: Messi vs. Müller
Piala Dunia 2010: Dominasi Jerman
Pertemuan resmi pertama Lionel Messi dan Thomas Müller terjadi di perempat final Piala Dunia FIFA 2010 di Cape Town, Afrika Selatan. Saat itu, Messi sudah menjadi bintang Barcelona, sementara Müller baru saja mencuri perhatian. Müller membuka skor pada menit ketiga dengan sundulannya, membawa Jerman unggul dalam kemenangan telak 4-0 atas Argentina. Meski Müller absen di laga berikutnya karena skorsing, ia tetap pulang dengan medali perunggu dan Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak.
Liga Champions 2013: Bayern Pesta Gol
Tiga tahun berselang, keduanya kembali bertemu dalam duel klub pertama mereka di semifinal Liga Champions UEFA 2013. Müller kembali menjadi mimpi buruk Messi. Ia membuka skor dan mengakhiri pesta gol Bayern Munich dalam kemenangan 4-0. Messi sendiri melewatkan leg kedua di Spanyol karena cedera hamstring. Tanpa Messi, Müller lagi-lagi mencetak gol di leg kedua, memastikan kemenangan agregat Bayern yang fantastis, 7-0. Bayern kemudian melaju ke final dan berhasil menjuarai Liga Champions 2013 dengan mengalahkan Borussia Dortmund 2-1.
Final Piala Dunia 2014: Asa yang Pupus
Rivalitas Messi dan Müller berlanjut di Brasil, kali ini di final Piala Dunia 2014. Keduanya sama-sama memimpin negara mereka dalam perburuan gelar. Messi memiliki peluang emas saat berhadapan satu lawan satu dengan Manuel Neuer, namun tendangannya melebar. Sementara itu, Müller sempat melewati pertahanan namun gagal mengontrol bola dengan sempurna. Akhirnya, gol tunggal Mario Götze di babak perpanjangan waktu, memanfaatkan umpan silang André Schürrle, memastikan Jerman keluar sebagai juara dengan skor 1-0.
Liga Champions 2015: Balas Dendam Sempurna Messi
Empat tahun kemudian, Messi mendapatkan kesempatan balas dendam di semifinal Liga Champions 2015. Menghadapi mantan pelatihnya Pep Guardiola yang kini membesut Bayern, Messi tampil memukau. Ia membuka skor setelah memanfaatkan tendangan bebas yang ditepis Neuer, lalu mencetak gol kedua dengan aksi brilian melewati Jerome Boateng sebelum menaklukkan Neuer. Gol tersebut memukau para pengamat sepak bola, dan Neymar Jr. melengkapi kemenangan Barcelona di injury time.
Di leg kedua, Bayern berjuang keras untuk membalikkan ketertinggalan tiga gol, namun dua gol cepat dari Neymar di awal laga membuat tugas mereka sangat berat. Meski Müller mencetak gol pada menit ke-74 untuk membawa Bayern unggul 3-2 di leg kedua, itu sudah tidak cukup. Barcelona lolos dengan kemenangan agregat dan kemudian menjuarai Liga Champions 2015 setelah mengalahkan Juventus 3-1 di final.
Liga Champions 2020: Kekalahan Telak Barcelona
Lima tahun berlalu, Messi dan Müller kembali bersua di perempat final Liga Champions 2020 di Lisbon. Pertandingan ini menjadi mimpi buruk bagi Barcelona. Müller memecah kebuntuan pada menit keempat dan kembali mencetak gol untuk membawa Bayern unggul 4-1 pada menit ke-30. Bayern akhirnya menghancurkan Barcelona dengan skor telak 8-2 dalam pertandingan satu leg tersebut, kemudian melaju hingga menjuarai Liga Champions 2020.
Duel di PSG: Müller Tetap Unggul
Tiga tahun berselang, Messi dan Müller kembali bertemu, kali ini di babak 16 besar Liga Champions 2023. Messi, yang kala itu berseragam Paris Saint-Germain, kesulitan tampil optimal, terutama dengan absennya Kylian Mbappé. Sementara itu, Müller baru masuk di seperempat jam terakhir, dan gol kemenangan 1-0 Bayern dicetak oleh Kingsley Coman di leg pertama.
Pada leg kedua, Müller tampil sebagai starter dan mengenakan ban kapten. Messi gagal mencetak gol dari tiga tembakan, sedangkan Müller menunjukkan performa impresif dengan tiga umpan kunci dan kontribusi defensif, melakukan 9 recovery bola, memenangkan 3 dari 4 tekel, dan sukses dalam 4 dari 8 duel darat. Bayern Munich kembali unggul dan mengamankan tempat di babak perempat final.
Melihat ke Depan
Meskipun rekor head-to-head menunjukkan keunggulan Thomas Müller dalam beberapa pertemuan krusial, Lionel Messi selalu menjadi ancaman mematikan di lapangan. Pertandingan MLS antara Inter Miami dan Vancouver Whitecaps akhir pekan ini menjadi panggung bagi Messi untuk terus menunjukkan magisnya. Sementara Müller tidak akan hadir di sana, warisan persaingan kedua legenda ini akan selalu dikenang sebagai salah satu yang paling menarik dalam sejarah sepak bola modern.
(SA/GN)
sumber : www.bavarianfootballworks.com
Leave a comment