Al-Zawraa Sigap Amankan Pengganti Haider Abdulkarim dengan Kesepakatan Gemilang!
Klub Al-Zawraa bergerak cepat untuk mengisi kekosongan di lini tengah mereka. Setelah melepas bintang mudanya, Haider Abdulkarim, ke klub Arab Saudi Al-Nassr, Al-Nawaris kini resmi mendatangkan Alexander Orah, seorang gelandang menjanjikan, dalam upaya menjaga keseimbangan skuad untuk kompetisi lokal maupun kontinental.
Kompensasi Kepergian Bintang Muda
Manajemen Al-Zawraa dan Al-Nassr telah mencapai kesepakatan penuh terkait transfer Haider Abdulkarim. Gelandang muda berbakat tersebut dilepas dengan biaya 500 ribu dolar Amerika Serikat. Tak hanya itu, Al-Zawraa juga berhasil mengamankan klausul penjualan di masa depan, di mana mereka akan menerima 15% dari nilai transfer sang pemain jika Abdulkarim pindah ke klub lain di kemudian hari. Kesepakatan ini disebut-sebut sebagai salah satu transfer paling signifikan di liga Irak musim ini.
Alexander Orah, Gelandang Baru Al-Nawaris
Tak buang waktu, manajemen Al-Zawraa segera mengamankan Alexander Orah sebagai suksesor Abdulkarim. Orah diproyeksikan akan memperkuat tim di Liga Bintang Irak dan juga ajang AFC Champions League 2. Kartu transfer internasionalnya diperkirakan akan segera tiba dalam beberapa hari ke depan, menyusul kesepakatan pemutusan kontrak bersama dengan klub Inggris, Queens Park Rangers (QPR).
Pergerakan cepat Al-Nawaris setelah rampungnya transfer Abdulkarim membuahkan hasil. Setelah mengevaluasi beberapa nama di bursa transfer, nama Orah muncul dan langsung mendapat persetujuan manajemen. Kemampuan teknisnya yang tinggi, ditambah usianya yang masih muda, 23 tahun, menjadikan Orah investasi penting bagi Al-Zawraa untuk masa mendatang.
Ambisi dan Harapan Orah di Irak
Orah sendiri menyampaikan antusiasme besar untuk bergabung dengan Al-Zawraa. Ia melihat langkah ini sebagai kesempatan penting untuk kembali menunjukkan kemampuannya. Sebelumnya, Orah sempat dipantau oleh pelatih timnas Irak, Graham Arnold, namun kondisi permainan yang tidak teratur di klub lamanya, serta komitmennya bersama tim Olimpiade Irak asuhan Emad Mohammed, menghalanginya dipanggil ke timnas senior.
Sang pemain juga memiliki harapan besar untuk berlaga di AFC Champions League 2 bersama Al-Zawraa. Turnamen ini dianggap sebagai platform penting untuk membuktikan kualitasnya, sama halnya seperti turnamen ini menjadi salah satu alasan utama kepindahan Haider Abdulkarim ke Liga Saudi. Orah bertekad untuk menemukan kembali level teknis terbaiknya setelah sempat mengalami penurunan performa akibat lebih sering bermain dengan tim cadangan Queens Park Rangers.
(SA/GN)
sumber : www.ysscores.com
Leave a comment