Drama Enam Gol di Pembukaan Bundesliga 2026: Dortmund Dua Kali Gagal Pertahankan Keunggulan
Borussia Dortmund dan Eintracht Frankfurt langsung menyajikan laga mendebarkan dengan enam gol di pertandingan pembuka resmi Bundesliga tahun 2026. Pertandingan yang berakhir imbang 3-3 itu menyisakan kekecewaan bagi bek BVB, Waldemar Anton. Berbicara di zona campuran setelah laga, Anton jelas masih merasa kesal karena timnya dua kali gagal mempertahankan keunggulan. Ia juga menyampaikan sejumlah pandangannya mengenai empat dari enam gol yang tercipta.
Reaksi Waldemar Anton: Kekesalan Atas Kelengahan Tim
Bek kunci BVB, Waldemar Anton, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah pertandingan yang intens. “Kami dua kali memimpin, dan dua kali pula keunggulan itu terlepas. Ini hasil yang sulit diterima,” ujar Anton.
Dua Keunggulan yang Gagal Dipertahankan
Anton menyoroti dua momen penting di mana keunggulan timnya lepas. Gol pertama terjadi pada menit ke-21 yang berawal dari pelanggaran Robin Koch terhadap Serhou Guirassy di kotak penalti, membuat Can Uzun mencetak gol dari titik putih. Anton mengungkapkan, “Dia [Serhou Guirassy] tahu bahwa dia seharusnya tidak masuk seperti itu.”
Kemudian, gol kedua Eintracht Frankfurt yang dicetak oleh pemain debutan Younes Ebnoutalib pada menit ke-71, membuat skor menjadi 2-2. Menurut Anton, gol ini sepenuhnya bisa dihindari. “Ketika seorang striker memiliki banyak ruang di kotak penalti, seseorang selalu bisa bertahan lebih baik. Kami menurunkan intensitas setelah gol kami dan itu tidak bisa diterima,” kritiknya.
Drama di Masa Tambahan Waktu
Pertandingan semakin panas menjelang akhir. Mahmoud Dahoud membawa Dortmund kembali memimpin 3-2 pada menit ke-90+2 lewat tendangan jarak jauh yang mengejutkan. Anton mengakui keunikan gol tersebut:
“[Gol Mahmoud Dahoud yang mengubah skor menjadi 3-2 pada menit 90+2] adalah sesuatu yang mungkin dia [Dahoud] akan serang sekali dalam sepuluh kali percobaan.”
Namun, kegembiraan Dortmund hanya bertahan sesaat. Carney Chukwuemeka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 untuk Eintracht Frankfurt pada menit ke-90+6. Meski keunggulan kembali lepas, Anton melihat sisi positif dari semangat juang timnya. “Frankfurt sangat efisien. [Namun, fakta bahwa kami bisa mencetak gol di menit-menit akhir untuk unggul 3-2 sebelum akhirnya kebobolan 3-3] menunjukkan bahwa kami saat ini mempunyai mentalitas comeback yang hebat,” pungkas Anton, mengisyaratkan semangat juang Dortmund yang tak menyerah meski harus puas dengan satu poin.
Hasil imbang ini menandai awal musim yang penuh drama bagi Borussia Dortmund. Meskipun menunjukkan semangat juang yang tinggi dengan dua kali memimpin, kegagalan mereka mempertahankan keunggulan akan menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih dan tim di pertandingan-pertandingan berikutnya. Mentalitas tim dalam menghadapi tekanan dan menjaga konsistensi selama 90 menit penuh akan sangat krusial dalam perjalanan mereka di Bundesliga 2026.
(SA/GN)
sumber : www.getfootballnewsgermany.com
Leave a comment