Drama dan Kontroversi Pasca Pembatalan Finalissima
Pembatalan Finalissima antara Spanyol dan Argentina pada hari Minggu meningkatkan ketegangan dan kontroversi di kalangan penggemar sepak bola. Pertandingan ini sangat dinanti-nantikan, terutama sebagai ajang pertarungan pertama antara Lionel Messi dan Lamine Yamal secara kompetitif. Pertandingan ini awalnya direncanakan berlangsung pada 27 Maret 2023 di Qatar, namun situasi di Timur Tengah membuat lokasi tersebut tidak aman untuk diadakan.
Upaya Penjadwalan Ulang yang Gagal
Kedua asosiasi sepak bola, UEFA dan CONMEBOL, masing-masing mengusulkan tanggal dan lokasi untuk pertandingan yang dijadwalkan ulang, tetapi tidak berhasil mencapai kesepakatan. Argentina menolak tawaran Spanyol untuk bermain di Madrid, dengan alasan bahwa hal tersebut “akan melanggar prinsip keadilan olahraga” karena tidak bersifat netral. Sebaliknya, Spanyol menolak tawaran Argentina untuk bermain di Roma pada 31 Maret, menegaskan bahwa mereka hanya dapat menyetujui pertandingan pada 27 atau 30 Maret, yang tidak sesuai bagi Argentina.
Pernyataan Kemenangan oleh Dominguez
Setelah negosiasi gagal, presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez, menyatakan Argentina sebagai pemenang Finalissima. Pernyataan ini menghadirkan reaksi dari manajer tim Spanyol. Dominguez mengatakan, “Jika kami menerapkan walkover, Argentina adalah juara Finalissima dua kali.” Ia juga menambahkan bahwa Argentina seharusnya merasa bangga dengan status juara mereka, meski tanpa pertandingan resmi.
Tanggapan dari Manajer Spanyol
Manajer Spanyol, Luis de la Fuente, mengungkapkan bahwa timnya selalu ingin memainkan final tersebut dan telah melakukan segala usaha untuk mewujudkannya. Ia menegaskan bahwa “dua orang tidak bisa berdebat jika salah satu dari mereka menolak,” merujuk pada perkembangan yang terjadi setelah pernyataan Dominguez.
Jadwal Berikutnya
Meski tanpa Finalissima, Spanyol akan melakukan pertandingan persahabatan melawan Serbia pada 27 Maret 2023 di Estadio de la Ceramica, Villarreal. Sementara itu, Argentina dijadwalkan untuk menghadapi Guatemala pada 31 Maret 2023 di tanah air mereka.
Keputusan terkait pembatalan dan penentuan pemenang Finalissima ini tidak hanya memengaruhi reputasi kedua tim, tetapi juga bisa berdampak pada persiapan mereka menjelang Piala Dunia 2026 mendatang.
(SA/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment