Skandal Korupsi Guncang Federasi Sepak Bola Argentina, Bayangi Persiapan Piala Dunia 2026 La Albiceleste
Preparasi Tim Nasional Argentina menuju Piala Dunia 2026, di mana mereka akan berupaya mempertahankan gelar juara, kini dihadapkan pada bayang-bayang skandal korupsi serius yang mengguncang Federasi Sepak Bola Argentina (AFA). Penyelidikan yang berawal dari tudingan seorang legenda Argentina ini, kini telah mengungkap sejumlah temuan mengejutkan.
Awal Mula Kecurigaan
Pada Maret 2024, mantan bintang Argentina, Carlos Tevez, melontarkan tuduhan mengejutkan yang menargetkan para pejabat di AFA. Tevez mengklaim bahwa para pejabat tersebut terlibat dalam praktik korupsi, termasuk melakukan perjalanan ke Pilar untuk mengubur kantong-kantong berisi uang tunai, dan juga memiliki koleksi mobil antik yang mencurigakan.
Penyelidikan Mendalam dan Temuan Mengejutkan
Tudingan Tevez dengan cepat diselidiki, dan tuntutan pidana pun diajukan. Penyelidikan awal difokuskan pada sebuah vila di Pilar, yang kemudian melebar melibatkan berbagai pihak, mulai dari produser teater, pengusaha teknologi terkemuka, tim real estat ibu-anak, hingga promotor sepak bola.
Pihak berwenang kemudian mulai mengaudit bisnis yang terkait dengan Claudio Tapia, presiden AFA, dan Hugo Toviggino, salah satu pejabat penting. Penelusuran ini akhirnya mengarah pada sebuah kompleks mewah bergaya peternakan seluas lebih dari 105.000 meter persegi (1.134.352 kaki persegi) di Villa Rosa, yang diduga kuat dimiliki oleh Tapia dan Toviggino.
Properti fantastis ini dilengkapi dengan lapangan sepak bola berukuran penuh, tujuh lapangan tambahan, bahkan landasan helikopter pribadi. Yang lebih mencengangkan, di lokasi tersebut ditemukan armada 54 kendaraan mewah, termasuk 45 mobil klasik dan beberapa unit sepeda motor Harley-Davidson. Salah satu mobil yang menarik perhatian adalah Ferrari F430, yang diperkirakan bernilai 500.000 USD. Aset-aset mewah ini akhirnya disita oleh pihak berwenang sebagai bagian dari penyelidikan.
Kesaksian Para Karyawan
Beberapa bulan setelah cuitan Tevez, Matias Yofe, presiden cabang Coalicion Civica di Pilar, mengungkapkan kepada Reuters bahwa ia dan rekan-rekannya telah mewawancarai sekitar 10 karyawan yang pernah bekerja di properti Pilar. Para karyawan tersebut berasumsi bahwa Toviggino atau Tapia adalah pemilik sebenarnya dari kompleks tersebut.
Salah satu karyawan, menurut Yofe, menggambarkan bagaimana Tapia pernah tiba di properti itu dengan helikopter dan kemudian membagikan kaos sepak bola kepada para pekerjanya. Yofe menambahkan, “Yang mereka gambarkan adalah mereka bergerak sebagai pemilik tempat, mereka masuk ke dalam kolam, menggunakan fasilitas tersebut. Semua orang mengindikasikan bahwa ini milik orang-orang AFA.”
Skandal korupsi ini tentu menjadi pukulan berat bagi Federasi Sepak Bola Argentina. Meskipun Lionel Messi dan skuad La Albiceleste tetap fokus pada persiapan teknis di lapangan, gejolak administratif di balik layar dapat memengaruhi stabilitas dan fokus tim menjelang turnamen besar seperti Piala Dunia 2026. Situasi ini menuntut penanganan yang transparan dan cepat agar tidak terus membayangi ambisi Argentina untuk mempertahankan dominasi mereka di kancah sepak bola dunia.
(SA/GN)
sumber : stg-www.hindustantimes.com
Leave a comment