Home Sepakbola Liga Lainnya Ashley Cole Bongkar Kisah Lawan CR7, Momen Munich, & Lebih Banyak!
Liga Lainnya

Ashley Cole Bongkar Kisah Lawan CR7, Momen Munich, & Lebih Banyak!

Share
Ashley Cole Bongkar Kisah Lawan CR7, Momen Munich, & Lebih Banyak!
Share

Ashley Cole Ungkap Rahasia Menjadi Bek Kiri Kelas Dunia dan Kisah Dibalik Juara Liga Champions 2012

Mantan bek kiri legendaris Inggris dan Chelsea, Ashley Cole, baru-baru ini berbagi refleksi mendalam tentang kariernya dalam podcast Livesport Daily milik Flashscore. Dari masa kecilnya di London Timur hingga menghadapi penyerang terbaik dunia dan mengangkat trofi Liga Champions pada 2012, Cole mengupas berbagai aspek perjalanan sepak bolanya. Dalam wawancara tersebut, ia membahas tentang pentingnya adaptasi, taktik saat menjaga Cristiano Ronaldo, pengaruh para legenda Arsenal, serta momen emosional di Munich.

Wawancara ini merupakan bagian dari ‘Pete Besar’, sebuah proyek multimedia kolaborasi Flashscore dan CANAL+ Sport yang dijadwalkan meluncur pada musim semi 2026.

Dari Winger Menjadi Bek Kiri Hebat

Cole mengungkapkan bahwa ia mengawali kariernya sebagai seorang winger atau penyerang. Pengalaman ini, menurutnya, sangat membantu dalam perannya sebagai bek kiri, terutama saat menghadapi penyerang top.

“Ya, tentu saja. Saya pikir sangat penting bagi para pemain untuk merasakan posisi yang berbeda. Anda tidak pernah tahu di mana Anda akan bermain di kemudian hari dalam karier Anda,” kata Cole.

“Bagi saya, ini membantu saya memahami permainan dengan lebih baik dan, yang lebih penting, memahami lawan saya. Saya tahu sifat apa yang saya gunakan sebagai pemain sayap, jadi ketika saya menghadapi pemain seperti itu, saya mengerti apa yang harus diperhatikan dan bagaimana cara bertahan melawannya. Itu adalah pelajaran yang bagus dan membantu saya sepanjang karier saya.”

Sebagai seorang pelatih, Cole kini sangat menekankan pentingnya pemain untuk mempelajari berbagai posisi. “Seratus persen. Para pemain harus mampu bermain di berbagai area lapangan. Bek tengah bisa masuk ke lini tengah, gelandang harus bermain di posisi setengah putaran, pemain sayap masuk ke dalam dan bermain terbalik. Ada begitu banyak aspek dalam permainan modern. Memperkenalkan pemain ke posisi berbeda selalu membantu perkembangan mereka,” jelasnya.

Melawan Cristiano Ronaldo: Upaya Tim

Ketika Cristiano Ronaldo menyebutnya sebagai lawan terberat yang pernah dihadapinya, Cole merespons dengan rendah hati.

“Artinya, saya melakukan tugas saya dengan setengah baik. Namun pemain bertahan seperti Cristiano tidak hanya tentang saya. Orang-orang melihatnya sebagai satu lawan satu, namun saya membutuhkan rekan satu tim di sekitar saya. Gelandang harus bergerak ke seberang, pemain sayap harus membantu, dan bek tengah saya harus berlindung di belakang saya. Saya mungkin mendapat pujian, tapi itu selalu merupakan upaya tim. Menghentikan pemain seperti itu sendirian hampir mustahil.”

Cole menambahkan bahwa setiap pertandingan membutuhkan persiapan, tetapi melawan pemain elit, pemahaman mendalam tentang kekuatan tim sendiri, rekan satu tim, dan lawan adalah kuncinya. “Anda mengetahui apa yang ingin dilakukan Cristiano dan mencoba menghilangkannya. Pemahaman itu harus dimiliki oleh seluruh tim,” tegasnya.

Baca juga:  Resmi! Cole Campbell (Dortmund) merapat ke Hoffenheim, pinjam opsi beli.

Selain Ronaldo, Cole juga menyebut Aaron Lennon dan Nathan Dyer (dari Swansea) sebagai lawan yang menyulitkan. “Melawan Ronaldo atau Messi, ada rencana tim yang lengkap. Melawan yang lain, terkadang hanya ‘Ashley, kamu urus dia.’ Dan terkadang hal itu membuatku terkejut,” ungkapnya.

Pengaruh Legenda Arsenal dan Didikan London Timur

Di awal kariernya, Cole banyak belajar dari bek senior seperti Tony Adams dan Martin Keown di Arsenal. “Mereka memberikan dampak besar pada saya, baik sebagai pemain maupun sebagai pribadi. Saya belajar tentang kepemimpinan, kesadaran taktis, dan seperti apa budaya yang kuat. Mereka telah menghidupkan dan menghidupkan permainan. Kini, dalam karier kepelatihan saya, saya memanfaatkan pelajaran tersebut dan mencoba memimpin dengan menggunakan karakteristik yang saya pelajari dari mereka,” kenangnya.

Cole mengaku tidak merasa terintimidasi, melainkan kagum saat bermain bersama Adams. Didikan di London Timur yang keras juga membentuk karakternya. “Masa kecilku sangat membentuk karakterku. Aku besar di London Timur, dan meski tidak buruk, itu juga tidak mudah. Aku harus tegar. Pada umur 16 atau 17, aku masih kecil dan kurus, bermain melawan pria dewasa, jadi aku sudah belajar cara menghadapinya,” ujarnya.

“Berada di dekat pemimpin seperti Tony dan Martin memberi saya keunggulan. Saya tahu saya harus menerima kritik, belajar dari kesalahan, dan menerima nasihat jika ingin berkembang,” tambah Cole.

Lingkungan tempat ia tumbuh besar juga sangat memengaruhi gaya bermainnya. “Kami tidak memiliki banyak lapangan rumput, kami bermain di dalam kandang. Itu adalah sepak bola yang sengit. Anda bermain melawan pemain yang lebih besar dan lebih kuat, bola tidak pernah keluar, Anda menggunakan dinding. Anda mempelajari fisik, keterampilan, dan pemahaman permainan dengan sangat cepat,” jelasnya.

Kemenangan Liga Champions 2012: Bukan Hanya Kekuatan di Atas Kertas

Meskipun secara skuad Chelsea 2012 terlihat lebih lemah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, Cole percaya bahwa kerja sama tim adalah alasan utama mereka menjuarai Liga Champions.

“Ya, menurut saya begitu. Kami lebih tua, berpengalaman, dan telah belajar dari kekalahan di masa lalu – terutama final di Moskow pada tahun 2008. Banyak dari kami merasa ini bisa menjadi kesempatan terakhir kami,” kata Cole.

“Di atas kertas, kami bukanlah tim terkuat, namun kami memiliki karakter yang bisa berjuang, beradaptasi, dan memberikan segalanya. Kami tahu kami bisa berperang bersama.”

Momen krusial penyelamatan penalti Petr Cech atas Arjen Robben meninggalkan kesan mendalam bagi Cole. “Ada kelegaan dan emosi yang luar biasa. Sebagai seorang bek, Anda bercanda, ‘Untuk melakukan itulah Anda dibayar,’ namun kenyataannya tanpa Petr, impian kami akan berakhir jauh sebelumnya. Penyelamatan itu memberi kami keyakinan – satu lagi kesempatan untuk bertahan, satu lagi kesempatan untuk menang. Dan itu juga memberi kami kepercayaan diri untuk menghadapi kemungkinan adu penalti, mengetahui siapa yang ada di belakang kami,” kenangnya.

Baca juga:  Duh, CR7 Cedera! Al Nassr Pusing Jelang Laga SPL.

Cole juga merupakan salah satu eksekutor penalti dalam adu penalti di final tersebut. “Saya selalu mengutamakan diri saya untuk mendapatkan penalti. Saya telah mencetak beberapa gol dan gagal dalam beberapa hal – untuk klub dan negara. Anda tahu bahwa Anda bisa menjadi pahlawan atau penjahat, tapi itu adalah bagian dari pekerjaan. Saya selalu merasa cukup percaya diri untuk membantu tim jika diperlukan.”

Emosi di Munich

Malam di Munich pada 2012, saat Chelsea mengalahkan Bayern Munchen di kandang mereka sendiri, menjadi salah satu momen paling membahagiakan dalam karier Ashley Cole.

“Itu pasti salah satunya. Penampilanku malam itu mungkin salah satu yang terbaik selama berseragam Chelsea, bersama para bek lainnya dan Petr,” ujar Cole.

“Memenangkan Liga Champions untuk pertama kalinya, di stadion Bayern, setelah sekian lama mengejarnya – sulit untuk dijelaskan. Menjadi bagian dari grup elit itu, dan melakukannya dengan rekan satu tim yang sering berbagi dengan saya, sungguh luar biasa istimewa.”

Kisah Ashley Cole ini memberikan gambaran tentang dedikasi, adaptasi, dan semangat tim yang diperlukan untuk mencapai puncak kesuksesan di sepak bola profesional. Pelajaran-pelajaran yang ia petik dari karier bermainnya kini ia terapkan dalam peran kepelatihannya, membentuk generasi pemain masa depan dengan filosofi yang telah teruji.

(SA/GN)
sumber : www.flashscore.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bikin kaget! Nani tolak CR7-Messi, ini GOAT versinya.

Nani bikin kaget! Ia tak pilih CR7 atau Messi sebagai GOAT sejati....

CR7 Main! Al Nassr vs Al Kholood LIVE, Susunan Pemain Rilis.

CR7 main! Susunan pemain Al Nassr vs Al Kholood LIVE telah rilis....

Amankan Tiket Single Match Inter Miami CF 2026 Sekarang!

Inter Miami CF 2026 menanti! Amankan tiket single match-mu sekarang. Saksikan langsung...

Resmi: Dortmund vs Atalanta! Play-off UCL Dijamin Seru!

Dortmund vs Atalanta resmi di play-off UCL! Pertarungan sengit dijamin seru. Siap-siap...