Nestor Lorenzo Kecewa, FIFA Larang Pilih Lionel Messi untuk The Best
Selama lebih dari satu dekade, Lionel Messi adalah sosok dominan yang memborong sebagian besar penghargaan di dunia sepak bola. Namun, seiring kariernya memasuki fase akhir, tren tersebut mulai bergeser, dan ikon Argentina itu belakangan absen dari posisi teratas dalam hasil voting ajang penghargaan besar. Kini, pelatih kepala tim nasional Kolombia, Nestor Lorenzo, mengungkapkan detail baru mengenai penghargaan FIFA The Best.
Nestor Lorenzo Ungkap Detail Votingnya
"Pada pemungutan suara The Best tahun 2024, saya memilih Messi sebagai pemain terbaik dunia," kata Lorenzo dalam wawancara baru-baru ini dengan La Nacion. "Dan di tahun 2025, saya ingin memilihnya lagi, tetapi tidak diizinkan karena ia tidak termasuk dalam daftar kandidat yang memenuhi syarat."
Setelah menghadapi batasan dari FIFA tersebut, pelatih asal Argentina yang memimpin tim nasional Kolombia ini menjelaskan reaksinya. "Apa maksudnya dia tidak ada dalam daftar? Saya bertanya. Selama Messi menginjakkan kaki di lapangan, dia akan menjadi pemain terbaik dunia," ujar Lorenzo, sebelum membuat perbandingan dengan Diego Maradona. "Hal yang sama terjadi pada Diego: jika dia bermain, tidak ada yang lebih baik."
Siapa Pilihan Lorenzo Setelah Messi Tak Tersedia?
Pada akhirnya, karena tidak bisa memilih Lionel Messi sebagai pemain terbaik dunia, Lorenzo memberikan ketiga suaranya untuk bintang-bintang sepak bola Eropa saat ini ketika menyerahkan surat suaranya untuk penghargaan The Best. Harry Kane, Vitinha, dan Ousmane Dembele menjadi pilihannya.
Dominasi Messi dalam Sejarah Penghargaan
Meskipun Lionel Messi tidak memenuhi syarat untuk penghargaan The Best pada pemungutan suara tahun 2025, ia memiliki sejarah yang panjang dan sukses dengan trofi tersebut. Faktanya, penyerang Argentina ini adalah pemenang paling banyak dalam sejarah penghargaan itu, setelah meraihnya tiga kali, melampaui Cristiano Ronaldo dan Robert Lewandowski yang masing-masing memenangkannya dua kali.
Serupa dengan itu, Messi juga mendominasi penghargaan individu utama lainnya di olahraga ini, Ballon d’Or. Bintang Inter Miami itu telah memenangkan penghargaan France Football sebanyak delapan kali, dibandingkan dengan lima kali untuk Cristiano Ronaldo, pesaing terdekatnya.
Koneksi Mendalam Nestor Lorenzo dan Lionel Messi
Sebagai pelatih kepala Kolombia, Nestor Lorenzo telah menghadapi Lionel Messi beberapa kali, termasuk di final Copa America 2024. Namun, pengetahuan Lorenzo tentang penyerang Argentina itu sudah ada sejak bertahun-tahun melalui sejarah profesional bersama mereka.
Lorenzo menghabiskan beberapa tahun sebagai asisten pelatih Jose Nestor Pekerman baik di tim nasional Argentina maupun tim nasional Kolombia. Latar belakang itulah yang pada akhirnya memainkan peran kunci dalam pengangkatannya sebagai pelatih kepala Kolombia pada tahun 2022.
Selama waktunya bersama Argentina, sang pelatih bersinggungan dengan Messi ketika sang penyerang baru memulai karier profesionalnya. "Ketika kami bermain di Piala Konfederasi di Jerman pada tahun 2005, Messi juga bermain di Piala Dunia U-20 di Belanda. Dan kami sudah jatuh cinta dengan apa yang bisa dia lakukan," kenang Lorenzo dalam wawancara yang sama.
"Lionel memiliki bakat yang tidak bisa dijelaskan, tapi di atas segalanya, saya yakin itu karena dia selalu memikirkan bola," kata pelatih Kolombia tersebut. "Lalu, umur panjang dan konsistensinya telah menjadikannya salah satu yang terhebat dalam sejarah. Dia tidak hanya melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan orang lain — dia melakukannya selama bertahun-tahun. Dan itu membutuhkan banyak disiplin. Apa yang telah dia lakukan dan apa yang masih dia lakukan sungguh luar biasa. Akan memakan waktu bertahun-tahun sebelum kita melihat hal seperti itu lagi." Pernyataan Lorenzo ini menegaskan betapa besar pengaruh dan warisan Messi di dunia sepak bola, bahkan ketika ia tidak lagi menjadi kandidat utama untuk penghargaan individual.
(SA/GN)
sumber : worldsoccertalk.com
Leave a comment