Home Sepakbola Liga Lainnya Laga PSG Disetop Gara-gara Nyanyian Rasis.
Liga Lainnya

Laga PSG Disetop Gara-gara Nyanyian Rasis.

Share
Laga PSG Disetop Gara-gara Nyanyian Rasis.
Share

Derby Paris Tercoreng Nyanyian Diskriminatif, Pelatih PSG Luis Enrique Murka

Pertandingan derby Paris antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Paris FC pada Minggu malam di Parc des Princes berakhir dengan kemenangan tipis 2-1 untuk PSG. Namun, jalannya laga berulang kali dihentikan akibat nyanyian diskriminatif yang dilontarkan oleh sejumlah pendukung Paris Saint-Germain.

Insiden Nyanyian Diskriminatif

Nyanyian yang memicu penghentian pertandingan tersebut mencakup frasa seperti “Dans la boue, il ya des rats” (Di lumpur, ada tikus) atau hanya “des rats” (tikus). Nyanyian-nyanyian tersebut secara jelas ditujukan kepada Olympique Marseille, rival abadi PSG, yang menurut pendukung, akan dihadapi PSG di final Trofi Champions.

Situasi ini membuat operator stadion harus bertindak tegas. Penyiar stadion berulang kali mengeluarkan peringatan melalui pengeras suara, menyatakan bahwa “pertandingan bisa dihentikan atau bahkan dibatalkan oleh klub kami.” Bersamaan dengan itu, layar raksasa di dalam stadion juga menampilkan pesan yang menekan, “Satu suara, tidak ada diskriminasi! Nyanyian diskriminatif tidak dapat diterima di Parc des Princes.”

Puncaknya, wasit Benoît Bastien terpaksa menghentikan pertandingan pada menit ke-95. Bastien terlihat mendekati bangku cadangan dan berdiskusi dengan kapten Paris Saint-Germain, Marquinhos, untuk membahas situasi yang tidak kondusif ini.

Kekecewaan Luis Enrique

Pelatih PSG, Luis Enrique, mengungkapkan rasa frustrasinya yang mendalam terhadap kejadian tersebut. Enrique menegaskan kekesalannya bukan pada performa timnya. “Saya tidak marah dengan tim saya,” ujarnya. Namun, ia menyayangkan perlakuan yang menurutnya tidak adil hanya terjadi di Parc des Princes.

“Di semua stadion, mereka memanggil kami dengan berbagai nama, tapi mereka hanya menghentikan pertandingan kami di Parc des Princes,” keluh Enrique.

Ia melanjutkan, “Kami pergi ke Lyon, Nantes, Marseille, dan kami menerima semua atmosfer. Mereka hanya mendengar nyanyian negatif di Parc des Princes. Saya muak dengan situasi ini.”

Baca juga:  Walikota Paris dorong diskusi penjualan Parc des Princes ke PSG.

Enrique menutup komentarnya dengan pernyataan yang lugas, “Saya marah karena ini hanya menyangkut Paris Saint-Germain. Di hampir setiap stadion yang kami datangi, ada nyanyian yang menentang pemain kami, klub kami, presiden kami (Nasser Al-Khelaifi). Namun pertandingan tidak pernah berhenti. Ini hanya terjadi di Paris. Sudah jelas.”

Konteks dan Dampak Berulang

Insiden ini bukan kali pertama bagi PSG. Masalah serupa juga pernah terjadi saat Paris Saint-Germain meraih kemenangan 2-1 atas Olympique Lyon pada 15 Desember lalu. Kejadian berulang ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar penegakan aturan terhadap nyanyian diskriminatif di sepak bola Prancis, khususnya ketika melibatkan PSG sebagai pihak yang dirugikan atau menjadi sorotan. Situasi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi klub dan liga untuk memastikan lingkungan pertandingan yang kondusif dan bebas dari diskriminasi.

(SA/GN)
sumber : m.elbotola.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Cristiano Ronaldo Main Malam Ini: Al-Nassr Hadapi Al-Akhdoud!

Cristiano Ronaldo siap memimpin Al-Nassr dalam pertarungan sengit melawan Al-Akhdoud malam ini....

Inter Miami yang dipimpin Messi siap hadapi New York Red Bulls di MLS!

Inter Miami, dipimpin oleh Lionel Messi, bersiap menghadapi New York Red Bulls...

Deco: Sikap Terbuka soal Cristiano Ronaldo!

Deco mengungkapkan sikap terbuka tentang Cristiano Ronaldo, menegaskan betapa pentingnya peran pemain...

Pemain yang Dikonfirmasi: Borussia Dortmund Hadapi Bayer Leverkusen!

Borussia Dortmund siap menghadapi Bayer Leverkusen dengan lineup yang kuat. Tim bertekad...