Badai Cedera Bek Kanan Menerpa Bayern, Kompany Pusing Tujuh Keliling
Kabar buruk menimpa Bayern Munich menjelang bergulirnya tahun baru. Bek kanan andalan mereka, Konrad Laimer, dipastikan harus menepi selama ‘tiga hingga empat minggu’ akibat cedera betis yang dideritanya saat kemenangan 3-1 atas FC Köln. Absennya Laimer ini sontak membuat pelatih Vincent Kompany dihadapkan pada dilema serius dalam menentukan pilihan di posisi bek kanan.
Badai Cedera di Lini Belakang
Cedera yang dialami Laimer ini semakin memperparah krisis di sektor bek kanan. Pasalnya, pada pertandingan sebelumnya saat menghancurkan VfL Wolfsburg 8-1, Die Roten juga kehilangan bek serbabisa Josip Stanišić. Ia mengalami cedera pergelangan kaki yang membuatnya harus absen dalam jangka waktu yang sama dengan Laimer. Belum cukup, Sacha Boey juga sedang sakit dan tidak bisa diturunkan.
Setelah berhasil melewati Hinrunde (paruh pertama musim) tanpa dua bek kiri terbaiknya, Bayern kini memulai tahun baru dengan situasi yang kacau balau, kehilangan tiga opsi di posisi bek kanan. Pertanyaannya, siapa yang akan mengisi kekosongan ini?
Opsi Solusi untuk Vincent Kompany
Berikut adalah beberapa pilihan yang mungkin dipertimbangkan oleh Kompany:
-
Joshua Kimmich
Dari semua nama yang ada, Kimmich adalah sosok yang paling menyerupai bek kanan alami yang dimiliki Bayern. Posisi tersebut adalah miliknya untuk klub dan negara sebelum ia beralih ke lini tengah. Meskipun lebih suka beroperasi di sentral, kapten Jerman ini sangat mampu berperan sebagai bek kanan, dan secara alami bisa bergerak lebih ke depan dalam sistem yang mudah mengakomodasi hal itu. Bayern juga memiliki pelapis di lini tengah dengan kehadiran Aleksandar Pavlović dan Leon Goretzka yang menjadi starter di lini tengah saat melawan Köln.
Namun, Kimmich sendiri juga sedang dalam proses pemulihan cedera. Meskipun ia semakin dekat untuk kembali, mungkin akan lebih bijaksana untuk tidak memaksanya kembali ke lapangan terlalu cepat.
-
Raphaël Guerreiro
Guerreiro adalah nama logis lainnya yang menonjol. Pemain internasional Portugal ini dikenal serbabisa, mampu bermain di berbagai posisi selama berada di Bayern, mulai dari bek sayap hingga lini tengah dan lini tengah menyerang. Seiring bertambahnya usia, ia semakin sering berperan dalam pertahanan di sisi sayap.
-
Pilihan Tak Lazim
Bagaimana dengan beberapa pilihan yang kurang konvensional? Saat melawan Köln, Hiroki Itō mengambil posisi yang menarik. Meskipun berkaki kiri, Itō sangat dinamis dalam menguasai bola dan mampu melangkah ke posisi sentral di lini serang kedua, memungkinkan Leon Goretzka berkeliaran di lapangan saat Bayern berusaha membongkar pertahanan lawan. Bisakah ia melakukan hal yang sama dari sisi kanan?
Ada juga Tom Bischof, gelandang muda yang percaya diri – juga berkaki kiri – yang telah menjalani latihan silang sebagai bek kiri. Atau bahkan Leon Goretzka yang sudah tidak asing lagi mengisi posisi lini belakang kiri meski posisi nominalnya ada di lini tengah. Bisakah ia mencoba hal yang sama dari sisi kanan, dan menjadi seperti Laimer – gelandang tengah lainnya yang beradaptasi di posisi tersebut?
Waktu untuk Eksperimen dan Tantangan Mendatang
Bagaimanapun Bayern mengatasi situasi ini, untungnya masih ada waktu untuk bereksperimen. Dua pertandingan fase liga Liga Champions tersisa sebelum babak sistem gugur, dan tim Bavaria ini berada dalam performa dominan di tabel Bundesliga. Laga sistem gugur DFB-Pokal berikutnya, perempat final melawan RB Leipzig, akan berlangsung pada tanggal 11 Februari.
Mungkin karena cedera ini, ada peluang: bagi Bayern untuk mencari cara lain yang bisa disimpan di lokernya, atau bagi pemain skuad untuk menunjukkan kualitas dan mengamankan tempat di tim utama. Ujian berikutnya bagi Bayern adalah laga liga Sabtu ini, bertandang ke markas Leipzig.
(SA/GN)
sumber : www.bavarianfootballworks.com
Leave a comment