Kylian Mbappe Akui Kelebihan Lionel Messi
Kylian Mbappe tidak ragu untuk mengakui keunggulan Lionel Messi dibanding dirinya dan Neymar. Dalam podcast The Bridge bersama Aurelien Tchouameni dan Achraf Hakimi, penyerang asal Prancis ini membagikan pengalaman bersama pemain Argentina tersebut, menggambarkannya sebagai “pelecehan” akibat bakat dan kemampuannya yang luar biasa di lapangan.
“Gila, tidak ada yang bisa dibandingkan dengan Neymar. Dia melakukan segalanya dengan benar. Saya punya sebuah anekdot; dalam latihan penyelesaian di Paris, Neymar dan saya termasuk yang terbaik. Kami mencetak enam atau tujuh dari sepuluh, sedangkan dia melepaskan sembilan tembakan dan mencetak sembilan gol dengan cara yang persis sama. Semua ditempatkan dengan sempurna, dan saya melihat ke arah kiper seolah berkata ‘tidakkah kamu melihatnya?’, itu berlebihan.”
Kisah ini tidak hanya menunjukkan ketepatan Messi, tetapi juga dampaknya yang mendalam bahkan kepada pemain yang terbiasa berkompetisi di level tertinggi. Komentar Mbappe memperkuat pandangan yang telah ada selama beberapa generasi; selain gelar atau statistik, warisan Messi dibangun atas kekaguman rekan-rekannya.
Kemitraan Messi-Mbappe di PSG
Kolaborasi antara Mbappe dan Messi di PSG berlangsung selama dua musim, dari Agustus 2021 hingga Juni 2023. Selama periode tersebut, mereka berbagi lapangan dalam 67 pertandingan dan berhasil meraih dua gelar Ligue 1 serta satu Piala Prancis.
Kylian Mbappe dari Perancis di Stadion Gillette
Pemain Argentina tersebut memberikan 14 assist untuk Mbappe, sedangkan Mbappe membalas dengan 20 assist untuk Neymar. Meskipun ketiganya membentuk trio penyerang yang tangguh, tim yang dilatih oleh Mauricio Pochettino belum mampu merebut gelar Liga Champions UEFA.
Neymar tetap menjadi salah satu talenta elit, dan chemistry antara Messi dan Neymar yang terbentuk di Barcelona, ditambah dengan kecepatan dan daya ledak Mbappe, menjadikan PSG sebagai tim yang paling banyak ditonton, menghasilkan lebih dari 100 gol di semua kompetisi.
Walaupun statistik mencolok, ketiga pemain ini belum bisa mencapai tujuan akhir mereka, yakni memenangkan Liga Champions UEFA. Cedera Neymar pada momen-momen krusial, eliminasi dini di babak 16 besar melawan Real Madrid dan Bayern Munich, serta kurangnya keseimbangan pertahanan, menjadi tantangan besar bagi tim yang diisi oleh tiga superstar ini.
(SA/GN)
sumber : bolavip.com
Leave a comment