Argentina Pukau Pengunjung Pameran Buku Kolkata: Sepak Bola dan Sastra Berpadu
KOLKATA – Ikatan antara masyarakat Bengali dan Argentina telah terjalin erat, tidak hanya melalui gairah mendalam terhadap sepak bola dan ikon-ikon seperti Diego Maradona serta Lionel Messi, tetapi juga melalui kekayaan sastra. Maka, tak mengherankan jika paviliun Argentina, yang untuk pertama kalinya menjadi negara tema pada Pameran Buku Internasional Kolkata ke-49, berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung.
Perpaduan Sepak Bola dan Sastra
Kios Argentina secara cerdik menyatukan dunia sepak bola dan sastra di bawah satu atap. Selain memberikan penghormatan kepada ikon lapangan hijau, paviliun ini juga menyoroti kebesaran Jorge Luis Borges, salah satu penulis paling berpengaruh dari Argentina. Pengunjung berkesempatan mengenal Sara Facio, fotografer ternama Argentina abad ke-20, dan mengagumi koleksi gambar hitam-putih Buenos Aires yang memukau. Ibu kota Argentina ini, sekaligus kota tertua, didirikan pada tahun 1536.
Karya Ikonik dan Minat Pembaca
Paviliun ini menawarkan gambaran budaya Argentina yang penuh warna. Berbagai buku karya penulis Argentina, baik dalam bahasa Spanyol maupun terjemahan bahasa Bengali, dipamerkan dan tersedia di berbagai kios di sepanjang pameran. Salah satu daya tarik utama adalah otobiografi Paus Fransiskus, ‘Harapan’. Tak ketinggalan, beberapa buku tentang Lionel Messi, termasuk yang membahas persaingan legendarisnya dengan Cristiano Ronaldo, juga berhasil menyedot perhatian banyak pengunjung. Selain pameran buku, paviliun ini juga menyelenggarakan seminar, diskusi, pemutaran film, dan lokakarya.
Dalam acara peresmian paviliun, Duta Besar Argentina untuk India, Mariano A Caucino, menyoroti kecintaan bersama terhadap sepak bola dan Rabindranath Tagore sebagai jembatan yang menghubungkan kedua budaya ini.
“Bagi kami, Argentina berarti Messi. Jadi kami tahu bahwa kami harus mengunjungi paviliun Argentina setidaknya sekali di pameran buku. Kami juga belajar banyak tentang negara ini dan budayanya. Buku-buku tentang sastra Argentina yang diterjemahkan ke dalam bahasa Bengali juga tersedia,” kata Mainak Karmakar, seorang mahasiswi berusia 21 tahun.
Kehadiran Argentina di Pameran Buku Internasional Kolkata ke-49 ini tidak hanya memperkaya wawasan budaya para pengunjung, tetapi juga semakin mengukuhkan hubungan erat antara dua wilayah yang terpisahkan jarak namun disatukan oleh gairah yang sama. Tercatat, hampir 160.000 orang mengunjungi pameran buku di Salt Lake pada hari Rabu.
(SA/GN)
sumber : www.millenniumpost.in
Leave a comment