Drama VAR dan Ketahanan Mental: Newcastle Curi Poin dari PSG di Parc des Princes
Sejarah seolah ingin terulang kembali di Parc des Princes saat Newcastle United menghadapi Paris Saint-Germain dalam laga penuh drama. Pertandingan baru saja dimulai ketika PSG mendapat hadiah penalti kontroversial menyusul tinjauan Video Assistant Referee (VAR).
Situasi bermula ketika bola membentur lengan Bradley Barcola, lalu mengenai tangan Lewis Miley di dalam kotak penalti. Insiden ini langsung memicu ingatan akan hukuman handball tidak disengaja yang menimpa bek Newcastle, Tino Livramento, di stadion yang sama pada tahun 2023.
Kontroversi VAR dan Ketahanan Newcastle
Pada insiden Livramento sebelumnya, Kylian Mbappe berhasil memanfaatkan penalti tersebut. Namun, kali ini, penjaga gawang Nick Pope tampil sigap dan mampu menahan tendangan penalti Ousmane Dembele, yang sempat meredakan ketegangan di kubu Parc des Princes.
Meskipun Vitinha berhasil membawa tuan rumah unggul beberapa menit kemudian, Newcastle tidak menyerah, bahkan setelah awal yang goyah. Mereka juga tidak membiarkan rasa frustrasi menguasai diri, terutama ketika klaim penalti mereka tidak digubris setelah bola mengenai tangan Marquinhos di dalam kotak penalti, beberapa menit sebelum Joe Willock berhasil menyamakan kedudukan.
Rotasi Cerdas Eddie Howe Membuahkan Hasil
Joe Willock adalah salah satu dari lima pemain yang dipanggil kembali ke starting eleven oleh pelatih Eddie Howe. Malam itu, kepercayaan Howe pada kedalaman skuadnya terbukti membuahkan hasil.
Menjelang jadwal padat dan perjalanan krusial ke Anfield pada hari Sabtu, Howe membuat lima perubahan signifikan. Dan Burn, Anthony Elanga, Jacob Ramsey, Willock, dan Nick Woltemade masuk ke dalam tim, sebuah langkah yang diambil Howe karena ia menyadari pentingnya memiliki pemain yang segar dan bugar.
Para pemain yang diturunkan Howe mampu menjawab tantangan, tak terkecuali Dan Burn yang mengenakan ban kapten di pertandingan tersebut.
Kembalinya Sang Kapten, Dan Burn
Burn, yang tampil perdana sejak menderita patah tulang rusuk dan paru-paru tertusuk, bahkan dinobatkan sebagai man of the match berkat penampilannya yang kokoh. Tidak heran jika pemain berusia 33 tahun itu mengakui merasa “cemas” sebelum pertandingan penting ini.
“Cedera itu sedikit mengguncang saya,” ujar Burn. “Itu adalah sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya. Saya sangat senang ketika peluit pertama dibunyikan karena saya baru saja kembali ke rutinitas saya dan tidak memikirkannya. Saya tidak ingat pernah menerima pukulan apa pun (terkait cedera lama), jadi saya senang. Itu aneh. Mungkin ini pertama kalinya saya menghadiri pertandingan dengan sedikit khawatir tentang pemain yang akan membuat saya terluka.”
Dampak Hasil dan Langkah Selanjutnya
Hasil imbang 1-1 di markas PSG ini menjadi poin krusial bagi Newcastle dalam perjuangan mereka di kompetisi Eropa. Meski diwarnai drama dan keputusan kontroversial, ketahanan mental dan strategi rotasi cerdas Eddie Howe membuktikan bahwa The Magpies memiliki karakter yang kuat.
Dengan semangat yang dibawa dari Parc des Princes dan kembalinya pemain kunci seperti Dan Burn, Newcastle diharapkan dapat melanjutkan performa positif mereka di laga-laga berikutnya, terutama menghadapi jadwal padat di liga domestik dan kompetisi lainnya.
(SA/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment