Kemenangan Atas Dortmund Tak Sepenuhnya Redakan Tekanan untuk Thomas Frank, Jurnalis Athletic Ungkap
Manajer Tottenham Hotspur, Thomas Frank, masih berada di bawah "tekanan besar" meskipun timnya berhasil meraih kemenangan 2-0 melawan Borussia Dortmund pada Selasa malam waktu setempat. Demikian diungkapkan oleh jurnalis The Athletic, David Ornstein.
Pelatih asal Denmark itu sebelumnya diyakini akan dipecat jika Spurs kembali menelan kekalahan melawan tim Bundesliga tersebut. Tekanan semakin memuncak setelah kekalahan menyakitkan di kandang melawan rival London, West Ham United, yang saat itu terancam degradasi.
Konteks Krusial: Tekanan di Tengah Badai Cedera
Frank menghadapi pertandingan krusial melawan Dortmund di Stadion Tottenham Hotspur dengan skuad yang pincang. Ia hanya memiliki sebelas pemain tim utama yang fit untuk dipilih, dengan absennya sejumlah pemain kunci yang mencapai dua digit.
Namun, timnya secara mengejutkan menampilkan performa yang solid dan meraih kemenangan meyakinkan. Hasil ini setidaknya menunda "eksekusi" sang bos jelang laga tandang penting ke markas Burnley pada Sabtu mendatang.
Drama di Lapangan: Kartu Merah dan Performa Tim
Menurut sumber GIVEMESPORT, sebelum kemenangan atas Dortmund, rasanya hanya masalah "kapan" bukan "jika" Frank akan meninggalkan jabatannya sebagai manajer Tottenham. Ini menyusul rekor buruk satu kemenangan dan empat kekalahan dalam tujuh pertandingan terakhir.
Kekalahan pada Selasa lalu dipastikan akan menjadi akhir bagi pelatih berusia 52 tahun itu, yang mendapat penolakan keras dari penggemar setelah kekalahan dramatis dari The Hammers pada Sabtu sebelumnya.
Kini, setelah penampilan dan hasil yang positif – meskipun terbantu oleh kartu merah yang diterima pemain Dortmund, Daniel Svensson, pada menit ke-26 – dewan Spurs harus mengambil keputusan cepat. Perjalanan ke Turf Moor sudah di depan mata dalam hitungan hari.
Perlu dicatat, tim London Utara sudah unggul 1-0 melalui gol Cristian Romero saat Svensson diusir keluar lapangan. Pemain Argentina itu adalah salah satu dari banyak pemain senior Tottenham yang benar-benar tampil habis-habisan untuk manajer mereka. Dominic Solanke dan Destiny Udogie juga tampil mengesankan setelah kembali ke tim usai absen panjang karena cedera.
Pandangan Orang Dalam: Komentar David Ornstein
Berbicara dalam segmen Sky Sports Back Pages pada Selasa malam, Ornstein memberikan pembaruan tentang masa depan Frank:
“Ada banyak niat baik di belakang Thomas Frank, di koridor kekuasaan di Tottenham, hingga ke pemilik dan Kepala Eksekutif, Vinai Venkatesham. Merekalah yang akan membuat keputusan mengenai masa depannya. Ini adalah hasil yang sangat besar baginya malam ini. Jangan salah tentang itu. Atmosfernya jauh lebih positif. Jadi jangan lupakan fakta bahwa dia masih berada di bawah tekanan dan pengawasan besar. Hasil dan penampilan masih jauh di bawah ekspektasi Tottenham, tentu saja para penggemar mereka. Namun, mereka tidak berencana untuk berpisah. Itulah mengapa kami melaporkan bahwa tidak ada kemungkinan itu terjadi, meskipun, tentu saja, mereka akan mencari pelatih (jika ada masalah lain), karena mereka ingin melangkah maju bersama Frank. Dia adalah orang yang sangat baik yang tidak pantas menerima tingkat pelecehan yang menimpanya, tentu saja di media sosial. Tapi ini adalah industri hasil, dan malam ini adalah langkah ke arah yang benar.”
Kegelisahan di Ruang Ganti: Pemain Tak Senang?
Ornstein sebelumnya melaporkan setelah kekalahan dari West Ham bahwa "banyak" pemain Spurs tidak puas dengan kehidupan di bawah Frank di London utara. Meskipun, performa sebagian besar pemain pada Selasa malam menunjukkan hal yang berbeda.
Salah satu pemain yang sangat tidak bahagia saat ini adalah Mathys Tel. Pemain asal Prancis itu sering kali gagal masuk starting XI Frank dan diperkirakan akan pergi dengan status pinjaman selama jendela transfer Januari.
Pemain berusia 20 tahun itu sebenarnya telah menjadi starter dalam empat pertandingan Tottenham sebelumnya sebelum pertemuan dengan Dortmund, menunjukkan bahwa ia kembali mendapat kepercayaan. Namun, ia kemudian dicoret dari skuad Liga Champions klub untuk pertandingan Selasa malam dan pertandingan melawan Eintracht Frankfurt minggu depan. Tel diketahui sangat marah dengan keputusan tersebut dan kecuali Frank dipecat, ia ingin hengkang dari Stadion Tottenham Hotspur.
Dengan absennya Tel, pemain seperti Solanke dan Xavi Simons meningkatkan serangan saat manajer mereka yang berada di bawah tekanan sangat membutuhkannya.
Dampak dan Laga Berikutnya
Kemenangan vital atas Borussia Dortmund memberikan Thomas Frank sedikit ruang bernapas dan menunda spekulasi pemecatan. Namun, seperti yang diungkapkan David Ornstein, tekanan besar masih menghantuinya. Keputusan dewan klub akan sangat dipengaruhi oleh hasil pertandingan selanjutnya.
Tottenham akan kembali beraksi pada Sabtu, [tanggal] [bulan], dengan melakoni laga tandang melawan Burnley. Laga ini dijadwalkan berlangsung pada [waktu] WIB. Belum ada informasi resmi mengenai siaran langsung pertandingan ini di stasiun TV nasional Indonesia, namun penggemar bisa mencari alternatif melalui layanan streaming berbayar resmi. Hasil laga ini akan menjadi penentu apakah Frank benar-benar bisa meredakan tekanan yang menghimpitnya atau kembali terjerumus ke dalam ketidakpastian.
(SA/GN)
sumber : www.givemesport.com
Leave a comment