Ancelotti Ungkap Tekanan Real Madrid: Hasil Imbang Bisa Jadi Awal Krisis bagi Pelatih Baru
Carlo Ancelotti, mantan pelatih kepala Real Madrid, mengakui bahwa ia merasakan emosi yang mendalam saat mengetahui waktunya bersama Los Blancos akan segera berakhir. Pelatih asal Italia ini telah menjalani dua periode sukses bersama klub Spanyol tersebut sebelum akhirnya melanjutkan karier ke jenjang baru. Kini, Ancelotti menjabat sebagai pelatih tim nasional Brasil dan menikmati tantangan di kancah sepak bola internasional.
Selama dua periode kepemimpinannya di Madrid, Ancelotti telah merasakan segalanya, dari puncak kejayaan hingga masa-masa sulit. Pengalaman ini menjadikannya salah satu pelatih yang memiliki banyak pelajaran berharga untuk dibagikan kepada para suksesornya. Dalam sebuah wawancara dengan AS, Ancelotti diminta untuk berbagi pengalamannya selama di Madrid, terutama terkait dengan sosok yang kini menggantikannya, Xabi Alonso.
Pelajaran dari Madrid: Hasil Imbang Adalah Awal Krisis
Ancelotti, yang kini memantau kiprah Real Madrid untuk mengikuti perkembangan pemain-pemain Brasil, menyinggung awal yang kuat dari Xabi Alonso di posisinya saat ini, meskipun ada hasil imbang berturut-turut sebelum jeda internasional. Ia menekankan bahwa saat melatih salah satu tim terbesar di dunia, terkadang hasil imbang pun dapat memicu reaksi negatif dari para penggemar.
“Saya tidak bisa memberinya nasihat apa pun. Saya menonton semua pertandingan Real Madrid untuk mengikuti pemain-pemain Brasil di sana. Ia sudah memenangkan hampir setiap pertandingan, tetapi sayangnya, dalam sepak bola, Anda tidak bisa selalu menang. Satu hal yang saya pelajari di Real Madrid adalah bahwa hasil imbang adalah awal dari sebuah krisis. Ini bukan lelucon. Anda harus terbiasa dengan hal itu,” ujar Ancelotti.
Optimisme Ancelotti terhadap Xabi Alonso dan Skuad Real Madrid
Pelatih timnas Brasil itu melanjutkan, menyoroti performa impresif Real Madrid di bawah asuhan Alonso:
“Pemimpin tunggal di La Liga dan masuk delapan besar Liga Champions. Apa lagi yang mereka inginkan!” katanya.
Ancelotti mengakhiri komentarnya dengan keyakinan bahwa Xabi Alonso dapat meraih kesuksesan sebagai pelatih kepala Real Madrid, menunjuk pada keseimbangan yang luar biasa dalam tim.
“Saya melihat tim yang solid, terutama di lini belakang, dan sangat kuat dalam serangan. Mbappé tampil sangat baik dan Bellingham sudah kembali. Saya pikir Xabi bisa sukses tanpa masalah,” tutur Ancelotti.
Carlo Ancelotti sendiri kini fokus pada tugasnya bersama timnas Brasil dan berharap dapat meraih kesuksesan besar pada Piala Dunia 2026. Jika ia berhasil memenangkan turnamen tersebut, Seleção akan kembali menjadi juara dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 2002.
Artikel Terkait Real Madrid Lainnya
- Real Madrid Khawatir Setelah Gelandang Absen Latihan Beruntun di Tugas Internasional
- Mantan Pemandu Bakat Manchester United Kecam ‘Kesalahan Besar’ Terkait Bintang Real Madrid Saat Ini
- Kylian Mbappe Ditanya Langsung Tentang Dayot Upamecano dari Bayern Munchen di Tengah Rumor ke Real Madrid
- Kapan Bek Tengah Real Madrid Antonio Rüdiger Diperkirakan Kembali?
(SA/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment