Real Madrid: Antara Harapan Pembelanjaan Musim Panas dan Potensi Bintang Muda
Real Madrid mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah melalui periode sulit yang kerap terjadi usai rentetan kesuksesan. Meski fase ini sering kali diwarnai kepanikan dan moral yang menurun, para penggemar setia paham betul semboyan: “Asi Asi Asi Gana El Madrid!” (Begitulah cara Madrid menang!).
Sembilan pertandingan ke depan akan menjadi momentum krusial bagi Real Madrid untuk membalikkan keadaan dan memulai tren positif. Ini tentu bukan tugas mudah, namun peluang selalu ada.
Real Madrid Siap Gelontorkan Dana Besar di Musim Panas
Real Madrid kerap sulit menahan godaan untuk merekrut superstar yang tampil menonjol di turnamen besar.
Klub telah menginvestasikan dana besar dalam membangun skuad saat ini. Pembicaraan tentang kebutuhan gelandang kreatif telah menjadi topik hangat sejak kepergian Mesut Ozil. Seringkali, tidak ada pemain yang dianggap cukup kreatif karena mereka bukan Ozil, atau hanya karena mereka bermain untuk Real Madrid. Seakan-akan, gelandang terakhir yang pergi selalu menjadi sosok yang paling dibutuhkan. Ini adalah siklus yang terus berulang.
Perekrutan pemain di bulan Januari dinilai tidak diperlukan. Real Madrid memiliki pemain-pemain dari akademi Castilla dan skuad tim utama yang besar, dengan setidaknya dua pemain untuk setiap posisi. Mengeluarkan dana besar di jendela transfer Januari tidak akan menyelesaikan masalah. Xabi Alonso harus melanjutkan jalur yang telah ia pilih. Ia telah menarik kembali beberapa perubahan, dan kadang kala, kembali ke dasar adalah langkah yang diperlukan sebelum melangkah maju. Ada harapan bahwa inilah yang sedang terjadi, meski ia mungkin melakukan beberapa kesalahan dalam mengantisipasi tantangan dari para pemain inti yang mungkin kurang sekoordinasi.
Besar harapan agar Nico Paz tidak bernasib sama dengan Martin Odegaard saat kembali ke klub. Jika Xabi Alonso berhasil meraih trofi yang cukup untuk melanjutkan musim depan, ia mungkin akan memiliki kepercayaan diri untuk memprioritaskan substansi ketimbang gaya dan emosi, yang akan memberikan kesempatan kepada pemain seperti Nico Paz untuk bersaing memperebutkan tempat.
Kembalinya Nico Paz dan kemungkinan Chema Andres akan sangat disambut baik. Meskipun mungkin belum sepenuhnya berkelanjutan, kehadiran mereka akan memberikan tekanan positif pada pemain skuad saat ini. Para pemain membutuhkan tekanan tersebut; mereka perlu tahu bahwa tim bisa memenangkan pertandingan tanpa mereka jika mereka tidak mengikuti instruksi pelatih. Nico Paz pada dasarnya menjadi kompetitor bagi Jude Bellingham atau bisa berkembang menjadi pemain dengan peran mirip Toni Kroos. Peran terakhir ini tentu membutuhkan pengembangan dan kesabaran. Toni Kroos sendiri tidak selalu menjadi yang terbaik dalam aspek pertahanan untuk waktu yang lama, bahkan sempat dibenci oleh sebagian penggemar karena alasan tersebut. Jika Nico Paz dan Jude Bellingham bermain bersama, salah satu dari mereka harus mengambil peran ‘kurang glamor’ ala Toni Kroos; bukan melulu tentang assist atau peluang gol langsung, melainkan krusial dalam mengendalikan permainan.
Lulusan akademi lainnya dengan potensi untuk berkontribusi di tim utama. Chema Andres memiliki potensi untuk menjadi katalis bagi gaya permainan yang diinginkan Xabi Alonso, bahkan melampaui pemain yang lebih diunggulkan seperti Aurelien Tchouameni dan Fede Valverde. Terlalu dini?
Chema Andres menunjukkan perkembangan yang sangat baik musim ini. Namun, belum pasti apakah ia akan langsung kembali setelah hanya satu musim. Nico Paz, di sisi lain, telah menunjukkan pertumbuhan dan konsistensi selama waktunya di Como dan menjadi salah satu talenta muda yang paling diminati dalam sepak bola. Jika Chema terus menunjukkan performa apik, ia akan diminati banyak klub pada akhir musim. Jika ia kembali, ia akan menghadapi tantangan untuk melakukan secara alami apa yang Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga masih harus pikirkan selama pertandingan. Chema tampaknya masih memiliki beberapa hal untuk dikembangkan, dan muncul pertanyaan apakah Xabi Alonso akan lebih banyak mendapatkan kontribusi dari Chema, mengingat usianya yang muda dan kemungkinan besar lebih patuh dibandingkan para ‘bos besar’ dan pemimpin tim yang selama ini agak sulit diatur oleh Xabi.
Obsesi Mencari “Toni Kroos Baru” yang Tak Pernah Berakhir
Pencarian terus berlanjut. Kita butuh Toni Kroos… Kita butuh Redondo, Hierro, Makelele, Ramos, Marcelo, Cristiano, Di Stefano… Saatnya berhenti dan melangkah maju!
(SA/GN)
sumber : www.managingmadrid.com
Leave a comment