Aksi Protes Keras Fans Dortmund: “Persetan La Liga, Persetan RFEF!”
Para suporter garis keras Borussia Dortmund menunjukkan kekecewaan mereka dengan membentangkan spanduk bernada keras yang menargetkan La Liga dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Aksi ini terjadi sebelum pertandingan Liga Champions pada hari Selasa melawan Villarreal, sebagai bentuk protes terhadap rencana penyelenggaraan pertandingan liga di luar negeri.
Sebelumnya, Villarreal dijadwalkan akan menghadapi Barcelona dalam laga La Liga bulan Desember di Miami, Amerika Serikat. Jika terlaksana, ini akan menjadi kali pertama pertandingan liga kasta tertinggi Eropa dimainkan di Negeri Paman Sam, namun rencana tersebut akhirnya dibatalkan pada bulan Oktober.
“Yellow Wall” Bersuara Tegas
Di Westfalenstadion, para suporter Dortmund yang terkenal dengan "Yellow Wall" mereka, membentangkan tiga spanduk. Pesan yang tertera di antaranya adalah: "Home is where your heart is" dan "Against all games abroad." Spanduk ketiga, yang ditulis dalam bahasa Spanyol, berbunyi: "P La Liga, P RFEF," yang dapat diartikan sebagai "Persetan La Liga, Persetan RFEF."
Borussia Dortmund berpotensi menghadapi sanksi dari UEFA setelah badan sepak bola Eropa tersebut meninjau insiden ini. Sanksi bisa dijatuhkan jika UEFA menganggap spanduk-spanduk tersebut bersifat "provokatif" atau "menyerang."
Polemik Laga La Liga di Amerika Serikat
Pada bulan Agustus, RFEF menyetujui permintaan untuk memindahkan pertandingan La Liga bulan Desember yang semula akan dimainkan di markas Villarreal, Estadio de la Ceramica, ke Miami. La Liga menyoroti insentif finansial dan komersial yang besar untuk menyelenggarakan pertandingan di AS. Mereka berpendapat bahwa langkah tersebut akan memperkuat "kehadiran internasional klub, posisi pemain, dan merek sepak bola Spanyol di pasar strategis."
Pada 6 Oktober, UEFA sendiri telah menyetujui pertandingan liga domestik Italia dan Spanyol untuk digelar di luar negeri dalam sebuah keputusan penting, meskipun mereka menegaskan "penolakan jelas" terhadap rencana tersebut. Bahkan, Serie A juga berencana untuk menggelar pertandingan antara Milan dan Como di Australia pada bulan Februari.
Namun, rencana pertandingan La Liga di Miami menjadi subjek kritik yang terus-menerus. Pada bulan Oktober, beberapa tim melakukan protes terhadap proposal tersebut dengan tidak memulai kick-off selama 15 detik pertama pertandingan mereka. Akhirnya, acara tersebut dibatalkan, dengan promotor Relevent menyebut "ketidakpastian yang ada di Spanyol" dan menyatakan bahwa "waktu tidak cukup" untuk mengorganisirnya.
Sikap Tegas Liga Jerman dan Riwayat Protes Dortmund
Berbeda dengan La Liga, Liga Sepak Bola Jerman (DFL) telah menegaskan bahwa mereka tidak akan memindahkan pertandingan Bundesliga ke luar negeri.
Para penggemar Dortmund memang sering menggunakan spanduk untuk menyampaikan protes dalam pertandingan kompetisi Eropa. Pada November 2023, mereka melemparkan uang palsu ke lapangan dan membentangkan spanduk yang mengkritik UEFA selama pertandingan fase grup Liga Champions melawan Newcastle United, sebagai protes terhadap reformasi kompetisi. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan: "Boikot Qatar 2022" selama pertandingan Oktober 2022 melawan Manchester City menjelang Piala Dunia di negara Teluk tersebut bulan berikutnya.
Dortmund Libas Villarreal
Dalam pertandingan yang berlangsung pada hari Selasa tersebut, Borussia Dortmund berhasil meraih kemenangan telak 4-0 atas Villarreal. Kemenangan ini menunjukkan performa kuat tim di lapangan, di tengah riuhnya protes yang disampaikan oleh para pendukung setia mereka di tribun. Aksi protes ini kembali menunjukkan bahwa bagi sebagian besar suporter, sepak bola lebih dari sekadar bisnis; ini adalah tentang identitas, komunitas, dan tradisi yang harus dipertahankan di kandang sendiri.
(SA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment