Formasi Ideal Xabi Alonso di Real Madrid Terkuak Setelah Kemenangan Dominan
Sejak pengumuman Xabi Alonso sebagai manajer baru Real Madrid, banyak perubahan diperkirakan akan terjadi setelah berakhirnya era Carlo Ancelotti. Perubahan filosofi, taktik, dan skuad diharapkan akan diimplementasikan di bawah manajemen baru, saat Alonso dan stafnya berupaya membentuk generasi baru Real Madrid untuk masa depan.
Kami telah melihat Xabi Alonso mulai membentuk skuad agar sangat sesuai dengan sistemnya, dengan mendatangkan beberapa pemain baru seperti Dean Huijsen dan Trent Alexander-Arnold. Keduanya diharapkan menjadi pilar penting bagi Los Blancos selama bertahun-tahun mendatang.
Perubahan besar lain yang diharapkan dari Xabi Alonso adalah perubahan filosofi dan gaya bermain. Menjelang akhir masa kepemimpinan Carlo Ancelotti, tim tampak kehilangan arah di bawah pelatih asal Italia tersebut. Gaya bermain terkadang menjadi lambat dan kurang inspiratif, sangat berbeda dari cara tim bermain saat Ancelotti kembali ke klub pada tahun 2021.
Kita semua tahu betapa menariknya gaya Xabi Alonso selama masa kepelatihannya di Bayer Leverkusen. Para penggemar sangat gembira dengan prospeknya membawa gaya tersebut ke Bernabeu. Memang ada beberapa masa sulit di awal kepemimpinan Xabi Alonso saat ia mencoba sepenuhnya menerapkan sistemnya di Real Madrid. Namun, setelah kemenangan dominan Real atas Athletic Club, kini kita memiliki gambaran jelas tentang bagaimana ia ingin mengatur timnya ke depan.
Visi Taktik Xabi Alonso untuk Masa Depan Real Madrid
Xabi Alonso dan pasukannya kembali meraih kemenangan di tengah pekan dengan skor meyakinkan 3-0 atas Athletic Club. Namun, yang lebih penting dari kemenangan itu adalah seberapa kuat tim bermain bersama sebagai satu kesatuan. Xabi Alonso tampaknya telah menemukan formasi favoritnya, yaitu 4-3-3 dalam menyerang dan berubah menjadi 4-4-2 saat bertahan.
Pengaturan ini tampaknya memaksimalkan potensi setiap pemain di lapangan. Ini adalah penampilan paling terpadu yang ditunjukkan Real sejak kemenangan mereka di El Clásico pada akhir Oktober. Xabi Alonso menurunkan tiga penyerang yang terdiri dari Vinicius Jr, Kylian Mbappe, dan Fede Valverde, dengan pemain Uruguay itu mundur ke lini tengah saat bertahan.
Formasi ini sangat cocok dengan kekuatan pemain seperti Kylian Mbappe, memungkinkannya melakukan lari cepat di belakang bek dengan Trent Alexander-Arnold yang melepaskan umpan panjang indah. Ini juga memungkinkan tiga gelandang, Bellingham, Tchouameni, dan Camavinga, bermain sesuai kekuatan mereka baik saat menguasai bola maupun tidak.
Dengan tekanan yang beredar di sekitar Xabi Alonso setelah serangkaian hasil buruk baru-baru ini, menemukan sistem yang sempurna adalah langkah pertama untuk mengembalikan Real ke performa terbaik mereka sebelum banyak poin hilang. Los Blancos kini hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen liga, Barcelona. Oleh karena itu, setiap pertandingan menjadi wajib dimenangkan jika mereka berharap meraih kembali gelar La Liga.
Xabi Alonso dan anak asuhnya akan kembali ke Bernabeu untuk menghadapi Celta Vigo pada Sabtu, 15 Maret 2025, pukul 03.00 WIB, sebelum menjalani laga penting melawan Manchester City di Liga Champions pada Kamis, 20 Maret 2025, pukul 03.00 WIB. Pertandingan La Liga Real Madrid umumnya disiarkan melalui layanan streaming berbayar seperti Vidio atau beIN Sports, sementara Liga Champions bisa disaksikan di SCTV atau Vidio.
(SA/GN)
sumber : therealchamps.com
Leave a comment