Dean Huijsen Hadapi Ujian Berat di Lini Belakang Real Madrid Kontra Sevilla
Pemain muda Real Madrid, Dean Huijsen, diproyeksikan akan mengemban tanggung jawab besar dalam duel liga mendatang melawan Sevilla. Bek yang direkrut pada musim panas ini diperkirakan akan kembali mengisi starting XI, seiring dengan upaya pelatih untuk membantunya mendapatkan kembali ritme dan kepercayaan diri setelah periode yang kurang ideal.
Dengan absennya Eder Militao, struktur pertahanan tim mau tidak mau akan berubah, dan Huijsen kini harus beradaptasi dengan kemitraan baru bersama Antonio Rudiger.
Mitra Baru di Lini Belakang
Ini menandai babak baru bagi bek muda tersebut. Selama ini, Huijsen sudah terbiasa bermain bersama Militao, kemitraan yang memberinya stabilitas dan rasa familiar. Kini, dengan absennya bek asal Brasil itu dalam jangka waktu yang lama, Rudiger akan menjadi tumpuan barunya di lini belakang.
Duet Huijsen dan Rudiger baru sekali tampil bersama sebagai starter, yaitu saat pertandingan tandang di Oviedo. Hal ini menjadikan kemitraan mereka terbilang belum teruji di level tertinggi. Bagi Huijsen, ini adalah tantangan sekaligus kesempatan untuk menunjukkan kemampuan adaptasinya.
Performa Huijsen belakangan ini memang sempat menimbulkan pertanyaan. Ia menunjukkan beberapa keraguan, terutama saat pertandingan Copa del Rey melawan Talavera. Dalam laga tersebut, Huijsen beberapa kali melakukan kesalahan kecil di babak pertama. Momen-momen itu tentu saja tidak luput dari perhatian, apalagi di tim sekelas Real Madrid yang menuntut pertahanan kokoh.
Dukungan Penuh dari Pelatih
Meski demikian, ada alasan kuat mengapa pelatih terus mempercayainya. Kemampuan Huijsen dalam mengolah bola tetap menjadi salah satu kekuatan terbesarnya. Distribusi bola dari lini belakang, ketenangannya di bawah tekanan, dan keberaniannya dalam melepaskan umpan terobosan menambahkan dimensi ekstra pada pola serangan Real Madrid, sesuatu yang sangat dihargai oleh staf pelatih.
Penting juga untuk melihat situasinya dalam konteks yang lebih luas. Terlepas dari masalah lutut yang ia alami baru-baru ini, Huijsen sebelumnya merupakan salah satu pemain inti. Ia telah menjadi starter dalam 14 dari 14 pertandingan pertama yang ia ikuti, mengumpulkan total 1.236 menit bermain.
Real Madrid sendiri hanya mencatatkan dua *clean sheet* dalam sepuluh pertandingan terakhir mereka, sebuah tren yang cukup mengkhawatirkan bagi klub yang memiliki ambisi juara.
Saat menghadapi Sevilla, Huijsen bukan sekadar mengisi kekosongan. Ia dituntut untuk memimpin, beradaptasi, dan kembali menunjukkan mengapa ia dianggap sebagai salah satu bek paling menjanjikan di klub.
(SA/GN)
sumber : ca.sports.yahoo.com
Leave a comment