Lucas Vazquez: Xabi Alonso Sudah Jadi Legenda Leverkusen, Real Madrid Butuh Kesabaran
Bek sayap Real Madrid, Lucas Vazquez, baru-baru ini memberikan pandangannya mengenai Xabi Alonso dan situasi terkini di klubnya. Dalam sebuah wawancara dengan media, Vazquez menyebut bahwa Alonso telah mendapatkan status legenda di Bayer Leverkusen berkat pencapaiannya yang luar biasa.
Xabi Alonso: Legenda di Leverkusen
Vazquez, yang pernah bermain bersama Xabi Alonso di Real Madrid, mengungkapkan kekagumannya terhadap apa yang telah dicapai Alonso sebagai pelatih. “Xabi Alonso adalah legenda di Leverkusen. Apa yang dia lakukan bersama mereka sungguh luar biasa, bagian dari sejarah mereka,” kata Vazquez.
Pernyataan ini menyoroti dampak besar Alonso yang berhasil membawa Leverkusen tampil memukau dan meraih gelar Bundesliga pertama mereka, mengakhiri dominasi Bayern Munchen.
Kondisi Real Madrid dan Pertanyaan Rekan Setim
Meski sukses Alonso menjadi sorotan, Vazquez juga diminta untuk berbicara mengenai kondisi klubnya, Real Madrid. Ia mengakui bahwa ada “masa sulit” yang sedang dihadapi Real Madrid, namun ia menyerukan kesabaran.
“Tentu saja, kami berbicara tentang apa yang terjadi di Real Madrid dan semuanya… tetapi orang-orang di sepak bola juga tahu bahwa ini hanyalah fase, seperti periode banyak perubahan di Real Madrid, di mana kami harus bersabar dan memiliki keyakinan pada para pemain hebat yang kami miliki dan juga pelatih,” jelasnya.
Vazquez juga menambahkan bahwa daya tarik Real Madrid sebagai klub terbesar di dunia sangat terasa. “Para pemain Leverkusen menanyakan saya tentang Real Madrid, itu benar. Dari luar, semua orang melihat Real Madrid sebagai klub terbesar di dunia,” ungkapnya.
Mengenang Sosok Zinedine Zidane
Membahas pelatih, Vazquez mengenang sosok Zinedine Zidane, pelatih yang membimbingnya meraih banyak kesuksesan di Real Madrid. Ia menggambarkan Zidane sebagai idola di ruang ganti.
“Zidane adalah idola seluruh ruang ganti kami. Kami semua memiliki kekaguman yang besar padanya. Memang benar bahwa pada awalnya, tidak ada yang membayangkan kesuksesan yang akan kami raih, tetapi dia adalah pria yang sangat lugas, selalu apa adanya,” kenang Vazquez.
“Dia berbicara kepada para pemain dengan cara yang selalu memberi tahu Anda apa yang dia pikirkan, memberi Anda pentingnya peran yang pantas Anda dapatkan, dan itu adalah sesuatu yang patut dihargai. Yang paling saya soroti darinya adalah kepercayaan yang dia tunjukkan pada para pemain. Zidane masih merasa seperti pemain dan tahu bagaimana para pemain berpikir. Dia sangat terlibat dengan kami.”
Keyakinan Penalti di Milan
Vazquez juga berbagi cerita tentang momen ikonik saat ia maju sebagai penendang penalti pertama di final Liga Champions 2016 melawan Atletico Madrid di Milan, di mana ia mencetak gol dengan tenang.
“Saya bilang kepada Bettoni dan Zidane bahwa saya ingin mengambil penalti. Dan begitu mereka membuat daftar, mereka menempatkan saya pertama. Mereka bertanya apakah saya menginginkannya, dan saya bilang ya,” ceritanya. “Tapi jujur saja, saya pikir saya tidak terlalu menyadari semua yang terjadi saat itu. Saya merasa percaya diri, saya punya firasat akan mencetak gol dan itu akan membantu tim memenangkan Liga Champions, itulah yang kami semua inginkan.”
Ia menekankan bahwa hal terpenting dalam adu penalti adalah kepercayaan diri. “Yang terpenting dalam adu penalti adalah mereka yang mengambil penalti adalah mereka yang yakin akan mencetak gol. Dan itulah yang terjadi.”
Keistimewaan Treble Liga Champions
Mengenai pencapaian legendaris Real Madrid memenangkan tiga gelar Liga Champions secara berturut-turut, Vazquez mengakui bahwa itu adalah hal yang luar biasa dan sulit diulang.
“Kami tahu itu bukan hal yang normal. Tiga Liga Champions berturut-turut… itu adalah sesuatu yang tidak ada yang pernah lakukan dalam sejarah dan, hari ini, praktis mustahil,” ujarnya. “Saat itu mungkin kami tidak memberinya arti sepenting sekarang, namun setelah dilihat kembali… Anda bisa melihat betapa hebatnya itu. Memenangkan tiga Liga Champions secara berturut-turut dan cara kami melakukannya, adalah kebahagiaan luar biasa, sesuatu yang sulit diulang. Dan saya akan bilang, saya pikir banyak hal yang berjalan selaras untuk memenangkan ketiga gelar tersebut.”
Dampak Kepergian Cristiano Ronaldo
Terakhir, Vazquez membahas dampak kepergian megabintang Cristiano Ronaldo dari Real Madrid. Ia mengakui kehilangan besar yang dirasakan tim.
“Apa yang akan saya katakan tentang Cristiano! Dia sangat penting sepanjang kariernya, pemain terhebat dalam sejarah Real Madrid. Kehilangan dirinya akan terasa di tim mana pun dan dalam kasus kami, itu sangat penting, karena kami kehilangan 60 gol per tahun,” kata Vazquez.
“Namun, Real Madrid selalu berlanjut, selalu kembali meraih kemenangan, dan kami bangkit. Tapi sangat berterima kasih kepada Cristiano atas semua yang telah ia berikan kepada Real Madrid.”
Komentar Lucas Vazquez ini memberikan gambaran tentang dinamika internal Real Madrid, kekaguman terhadap mantan rekan setim yang kini menjadi pelatih sukses, serta refleksi mendalam mengenai periode emas klub yang ia alami. Meskipun menghadapi masa adaptasi, Real Madrid tetap percaya diri untuk terus mengejar kesuksesan.
(SA/GN)
sumber : www.managingmadrid.com
Leave a comment