Nico Paz: Bukan Lagi Proyek Jangka Panjang, Real Madrid Dituntut Bertindak Segera
Nico Paz kini berada di titik balik. Real Madrid tak bisa lagi memperlakukannya hanya sebagai proyek jangka panjang. Gelandang berdarah Spanyol-Argentina ini, yang diasah selama delapan musim di Valdebebas, kembali mencuri perhatian di Italia. Performa gemilangnya bersama Como menjadi argumen kuat bagi Real Madrid untuk membuka kembali pintu kepulangannya musim panas mendatang. Strategi mengembangkan pemain muda di luar klub memang masih berjalan baik, namun situasi Nico menunjukkan bahwa proses ini telah mencapai tahap krusial: Real harus memutuskan apakah akan membawanya kembali sekarang atau terus memantau perkembangannya dari jauh.
Musim Gemilang Nico Paz di Como Perkuat Evolusinya
Tahun kedua Nico Paz di Como dimulai dengan sangat cemerlang. Ia sudah mengoleksi empat gol dan empat assist bahkan sebelum sepertiga pertama musim Serie A berakhir. Angka ini berpotensi dengan mudah melampaui enam gol dan delapan assist yang ia catatkan musim lalu. Penampilannya yang konsisten telah membawa kematangan dan mendorongnya menjadi salah satu pemain paling menonjol di tim.

Progres ini, ditambah dengan visibilitas Liga Italia, meningkatkan minat dari klub-klub lain. Tiga minggu lalu, laporan dari Argentina menyebutkan Inter Milan bersedia menawarkan 58 juta euro untuknya, sementara Tottenham Hotspur juga melakukan penyelidikan, demikian menurut laporan dari As.
Pergerakan ini memanaskan bursa transfer dan memberikan tekanan ekstra pada Real Madrid, yang memantau situasi dengan ketat. Kemungkinan klub-klub lain mencoba bergerak lebih dulu sebelum musim panas mendatang memaksa Real untuk mempertimbangkan waktu dengan lebih cermat. Nico pergi saat masih muda, tetapi peningkatannya telah membuatnya kembali ke radar dengan kekuatan yang cukup untuk memengaruhi rencana internal klub.
Klausul Pembelian Kembali Jaga Kendali Real Madrid
Ketika Real Madrid memutuskan untuk menjual Nico Paz ke Como dengan nilai enam juta euro, klub mempertahankan 50 persen hak kepemilikannya dan menetapkan serangkaian opsi pembelian kembali yang berlaku selama tiga musim panas. Biaya pembelian kembali akan menjadi delapan juta euro tahun lalu, sembilan juta euro musim panas mendatang, dan 10 juta euro hingga 2027.
Model ini dirancang untuk menjaga pemain muda tetap dalam jangkauan untuk kemungkinan kembali di masa depan, sekaligus menghasilkan potensi pendapatan. Namun, jaring pengaman tersebut tidak menghilangkan kebutuhan akan keputusan. Semakin Nico bersinar di Italia, semakin Real Madrid harus memikirkan risiko menunggu terlalu lama. Dengan klub-klub lain yang mengawasinya dan nilai pasarnya yang terus meningkat, ada peluang nyata untuk kehilangan daya tawar dalam skenario yang, untuk saat ini, masih menguntungkan mereka.
(SA/GN)
sumber : playingfor90.com
Leave a comment