Modric Ungkap Rasa Kecewa Kehilangan Kovacic ke Chelsea: “Dia Sosok yang Spesial”
Legenda Real Madrid, Luka Modric, baru-baru ini mengungkapkan perasaannya saat salah satu rekan setimnya di Santiago Bernabeu memutuskan hijrah ke Chelsea. Modric mengaku sangat terpukul dengan kepergian tersebut.
Pemain yang kini berusia 40 tahun ini telah menancapkan namanya sebagai salah satu punggawa terbaik Real Madrid selama 13 musim, dengan hampir 600 penampilan untuk Los Blancos. Bersama Real Madrid, Modric berhasil meraih empat gelar La Liga dan enam trofi Liga Champions yang fantastis.
Konteks Kepindahan Kovacic
Sebagian dari kesuksesan Modric di ibu kota Spanyol juga didampingi oleh kompatriotnya dari Kroasia, Mateo Kovacic, yang membela Real Madrid antara tahun 2015 hingga 2019.
Kovacic bergabung dengan Chelsea sebagai pemain pinjaman jelang musim 2018-2019 dan langsung menunjukkan dampak besar di Stamford Bridge. Ia bermain dalam 51 pertandingan dan membantu The Blues memenangkan Liga Europa serta mencapai final Carabao Cup.
Performa impresif tersebut membuat Chelsea mempermanenkan Kovacic dengan biaya £40 juta. Selama di London Barat, ia mencatatkan lebih dari 200 penampilan dan menambah satu medali Liga Champions ke koleksinya, melengkapi tiga medali yang sebelumnya ia raih bersama Real Madrid.
Kualitas Kovacic juga menarik perhatian Pep Guardiola, yang kemudian memboyongnya ke Etihad Stadium dua tahun lalu dalam kesepakatan senilai £25 juta untuk Manchester City.
Perpisahan yang Berat
Modric mengakui bahwa ia menghargai keputusan Kovacic untuk meninggalkan Real Madrid demi mencari waktu bermain yang lebih reguler. Namun, ia tak menampik bahwa kehilangan rekan setim yang “spesial” dan dekat dengannya adalah hal yang “sulit”.
Berbicara dalam kanal YouTube (Ne)uspjeh prvaka, Modric menyampaikan:
“Mateo ingin bermain. Ia ingin bermain, meskipun, menurut saya, ia sudah cukup sering bermain.
Pada periode itu di Real, menurut pandangan saya, ia adalah salah satu pemain terbaik, meskipun ia mungkin tidak setuju. Bahkan jika ia bukan protagonis utama sepanjang waktu, ia memainkan pertandingan-pertandingan luar biasa dan sangat penting.”
Modric melanjutkan dengan menjelaskan bahwa Kovacic memiliki ambisi besar untuk menjadi pemain utama secara konsisten, seperti halnya Toni Kroos, Casemiro, dan dirinya sendiri. Namun, Modric menegaskan bahwa Kovacic tetap menampilkan sepak bola yang fenomenal.
Ikatan yang Tak Terputus
Perasaan kehilangan Modric terhadap Kovacic lebih dari sekadar urusan di lapangan. Ia mengungkapkan kedekatan personal mereka yang mendalam.
“Sangat sulit bagi saya ketika ia pergi karena Mateo adalah seseorang yang benar-benar spesial bagi saya,” kata Modric.
“Sejak awal, sejak ia datang ke tim nasional, kami menciptakan hubungan yang luar biasa, sebuah chemistry yang bertahan hingga hari ini, bahkan setelah ia meninggalkan Real.”
Modric menambahkan bahwa hubungan mereka semakin erat saat di Real Madrid, dan bahkan setelah Kovacic pergi, ikatan itu justru semakin kuat. “Bukan hanya persahabatan, tetapi juga ikatan melalui hubungan keluarga. Dan karena itu, Anda merindukan semua pemain yang pergi pada saat-saat tertentu,” tutup Modric.
Karier Modric di Milan
Luka Modric sendiri telah mengakhiri masa panjangnya bersama Real Madrid musim panas ini, setelah menandatangani kontrak satu tahun dengan raksasa Italia, AC Milan. Sejauh ini, ia telah membuat 18 penampilan untuk Rossoneri. AC Milan saat ini menempati posisi kedua di Serie A.
(SA/GN)
sumber : metro.co.uk
Leave a comment