Home Sepakbola Spanyol LaLiga Raphinha & Ketidakadilan 2025: Akankah Nasib Messi Berulang?
LaLiga

Raphinha & Ketidakadilan 2025: Akankah Nasib Messi Berulang?

Share
Raphinha & Ketidakadilan 2025: Akankah Nasib Messi Berulang?
Share

Bintang Barcelona, Raphinha, merasa performa luar biasanya musim lalu belum sepenuhnya dihargai dalam penghargaan individual bergengsi. Meskipun berhasil menempati posisi kelima dalam voting Ballon d’Or dan memenangkan penghargaan Globe Soccer Player of the Year dari La Liga, ia justru terpinggirkan dari dua daftar ideal XI penghargaan besar lainnya: FIFA’s The Best dan FIFPro World XI, organisasi global yang mewakili lebih dari 70.000 pesepak bola profesional.

Di ruang ganti Barcelona, para pemain meyakini bahwa “ketidakadilan” ini justru akan memicu tekad Raphinha untuk terus menampilkan performa terbaiknya. Pesepak bola asal Brasil ini sendiri bingung mengapa namanya tidak masuk dalam tiga besar Ballon d’Or, yang didominasi oleh Ousmane Dembélé (PSG), Lamine Yamal, dan Vitinha (PSG), sementara ia harus puas di posisi kelima, di bawah Mohamed Salah (Liverpool).

Dari 100 jurnalis yang memilih, sebanyak 73 menempatkan Dembélé di posisi pertama, seperti diungkapkan France Football. Lamine Yamal dipilih di urutan pertama sebanyak sebelas kali, sedangkan Raphinha dan Pedri tidak menerima satu pun suara di posisi pertama. “Ini adalah kekecewaan. Ketika Anda memberikan segalanya, bekerja keras setiap hari, dan merasa telah menjalani musim yang luar biasa, Anda berharap berada di antara yang terbaik. Finis kelima adalah sebuah kehormatan, tetapi ekspektasi saya lebih tinggi,” kata Raphinha.

“Saya merasa diremehkan dan percaya saya pantas mendapatkan lebih banyak. Penghargaan individu bukanlah sesuatu yang bisa saya kendalikan; itu tergantung pada suara orang lain, bukan suara saya. Saya sudah menjalani musim yang fantastis, dan itu sudah cukup bagi saya.”

Ironisnya, Pedri, yang berada di peringkat kesebelas dalam daftar Ballon d’Or, justru masuk dalam kedua FIFA World XI 2025, sementara Raphinha tidak. Dalam FIFPro World XI dengan formasi 3-4-3, para penyerang adalah Lamine Yamal, Kylian Mbappé (Real Madrid), dan Ousmane Dembélé. Sementara itu, di FIFA World XI dengan formasi 4-4-2, kedua penyerang adalah Lamine Yamal dan Ousmane Dembélé.

Baca juga:  Luar Biasa! Kiper Kairat Salip Mbappe di Klasemen UCL.

“Seluruh hal tentang FIFA World XI itu seperti lelucon bagi saya. Ini bukan masalah besar karena saya tidak terlalu mementingkan siapa yang masuk tim terbaik, tetapi ketika saya melihat Raphinha tidak ada di sana, saya pikir itu luar biasa. Dia sangat penting bagi kami musim lalu. Dia berkontribusi 22 gol di Liga Champions, kompetisi tertinggi. Pengaruh yang dia miliki dalam tim… itu sangat tidak adil baginya. Saya tidak percaya dia tidak ada dalam tim terbaik dunia,” ujar Hansi Flick.

“Apakah Dia Pemain Basket?”

Setelah namanya tidak masuk dalam FIFPro World XI, yang dipilih langsung oleh para pemain, Raphinha sempat membagikan beberapa unggahan di Instagram stories-nya. Unggahan tersebut menampilkan berbagai statistik dan penghargaan, serta tiga trofi yang ia raih musim lalu bersama Barça: La Liga, Piala Super Spanyol, dan Copa del Rey. “Apakah dia pemain basket?” tulis Natalia Belloli, istri sang pesepak bola, di profilnya dengan format yang sama. Natalia kemudian membagikan ulang statistik yang menunjukkan 62 gol di mana Raphinha terlibat aktif musim lalu.

Dalam musim terbaiknya sebagai pemain profesional, penyerang sayap Barcelona ini mencetak 34 gol dan memberikan 26 assist di bawah Hansi Flick dalam total 57 pertandingan. Dia bermain lebih banyak menit daripada pemain lain di skuad Barça. Penampilannya di Liga Champions sangat menonjol, di mana ia menjadi pencetak gol terbanyak bersama Serhou Guirassy (Borussia Dortmund) dengan 13 gol, ditambah delapan assist.

Angka-angka ini membuat Raphinha melampaui rekor terbaik Leo Messi di kompetisi klub utama Eropa. Pada musim 2011-12, bintang Argentina itu mencetak 14 gol dan lima assist dalam 11 pertandingan. Performa luar biasanya, didukung oleh statistik ini, telah menjadikannya salah satu pemain paling dihormati dan berpengaruh di ruang ganti Barcelona, dan salah satu pemain yang paling dipercaya oleh Hansi Flick dan rekan-rekan setimnya. Dengan kontrak yang diperpanjang hingga 2028, Raphinha adalah salah satu pemain kunci dan kapten tim, dengan target memenangkan Liga Champions pada tahun 2026.

Baca juga:  Real Madrid mempertimbangkan keputusan Franco Mastantuono yang disetujui fans.

(SA/GN)
sumber : en.ara.cat

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Presiden La Liga: Barcelona Sudah Rampa untuk Financial Fair Play!

Presiden La Liga mengungkapkan bahwa Barcelona telah siap memenuhi ketentuan Financial Fair...

Ajax Bidik Dani Ceballos, Jordi Cruyff Usulkan Langkah Berani!

Ajax sedang mempertimbangkan untuk merekrut Dani Ceballos, dengan Jordi Cruyff mendorong langkah...

Barcelona target striker berpengalaman, opsi terjangkau di bawah €40 juta.

Barcelona tengah mencari striker berpengalaman dengan harga terjangkau di bawah €40 juta,...

Barcelona incar bintang Atletico sebagai pengganti Lewandowski!

Barcelona tengah menjajaki kemungkinan mendatangkan bintang Atletico Madrid sebagai pengganti Robert Lewandowski....