Éder Militão: Sang Pilar Pertahanan Real Madrid yang Kian Bersinar
Real Madrid memiliki sejarah panjang dengan bek-bek tengah hebat seperti Sergio Ramos, Pepe, dan Fabio Cannavaro. Kini, Los Blancos mungkin memiliki seorang bek tengah yang layak disebut setara dengan nama-nama tersebut. Dia adalah Éder Militão.
Dalam ketiadaan Antonio Rüdiger dan David Alaba, Éder Militão telah menunjukkan kelasnya. Pemain asal Brasil ini kembali menampilkan performa solid saat menghadapi Liverpool di Liga Champions, meskipun timnya harus menerima kekalahan 1-0.
Andai saja bukan karena Militão dan kipernya, Thibaut Courtois, Liverpool kemungkinan bisa mencetak gol lebih banyak di Anfield. Courtois melakukan banyak penyelamatan krusial, sementara Militão berhasil melakukan blok gemilang untuk menggagalkan peluang Mohamed Salah di menit-menit akhir pertandingan.
Perhatian publik seringkali tertuju pada bintang-bintang penyerang Real Madrid seperti Kylian Mbappé, Vinícius Júnior, dan Jude Bellingham. Namun, para pemain bertahan klub juga pantas mendapatkan pujian atas kontribusi mereka.
Penampilan Militão untuk Real Madrid musim ini telah membantu tim menduduki puncak klasemen La Liga. Ia bahkan mencetak gol melawan Espanyol dan memberikan assist untuk gol penentu kemenangan Jude Bellingham di El Clásico melawan Barcelona.
Tim asuhan Carlo Ancelotti mungkin kalah dari Liverpool di laga tersebut, namun Militão telah menunjukkan performa luar biasa dalam kemenangan-kemenangan penting di Liga Champions sebelumnya.
Éder Militão Pantas Mendapatkan Pengakuan yang Layak
Performa cemerlang bek tengah ini juga membawanya kembali dipanggil ke tim nasional Brasil. Ia tampil penuh selama 90 menit dalam kemenangan 5-0 atas Korea Selatan di sebuah laga persahabatan.
Militão telah mengantongi 36 caps untuk Brasil dan turut serta dalam Piala Dunia 2022, di mana timnya berhasil mencapai perempat final sebelum akhirnya takluk dari Kroasia melalui adu penalti. Jika Militão dapat mempertahankan performa impresifnya, ia seharusnya menjadi bagian dari skuad Brasil untuk turnamen besar di Amerika Utara pada musim panas mendatang.
Carlo Ancelotti telah mengambil langkah tepat dengan mengistirahatkan Militão ketika memungkinkan. Hal ini terlihat dari beberapa pertandingan La Liga dan Liga Champions di mana Militão tidak bermain penuh atau bahkan tidak masuk dalam daftar susunan pemain.
Manajemen beban kerja Militão menjadi krusial mengingat riwayat cederanya yang cukup panjang. Termasuk dua kali cedera ligamen krusiat yang pernah ia alami dalam kariernya.
Militão tentu berharap dapat tetap fit dan menikmati musim yang sukses bersama Real Madrid, yang puncaknya bisa diakhiri dengan membela Brasil di Piala Dunia musim panas mendatang.
(SA/GN)
sumber : therealchamps.com
Leave a comment