Barcelona Kembali Aktif di Pasar Transfer: Apa yang Berubah?
Setelah bertahun-tahun terjebak dalam situasi keuangan yang sulit dan tidak bisa bersaing di pasar transfer, Barcelona mulai mengeluarkan dana besar pada musim panas ini. Apa yang menjadi penyebab perubahan ini?
Pembelian Pertama Barcelona
Beberapa hari setelah musim 2025–26 berakhir, pemain internasional Inggris Anthony Gordon bergabung dengan Barcelona sebagai rekrutan pertama, dengan biaya sebesar $93,2 juta (€80 juta). Untuk konteksnya, juara Spanyol tersebut hanya mengeluarkan sedikit lebih dari $105 juta (€88 juta) untuk transfer sejak awal era Hansi Flick.
Upaya untuk Memperoleh Julián Alvarez
Barcelona tampaknya belum puas dengan satu pembelian. Usulan awal senilai $116 juta (€100 juta) untuk striker Atlético Madrid, Julián Alvarez, telah ditolak. Namun, klub Catalonia ini diperkirakan tidak akan menyerah dengan target utama mereka, dan negosiasi akan terus berlanjut dalam beberapa minggu ke depan.
Kesempatan untuk Merekrut Pemain Kelas Dunia
Beberapa pemain kelas dunia lainnya juga berada dalam radar Barcelona sebagai calon kedatangan, dan bisnis transfer mereka tampaknya belum berakhir. Setelah bertahun-tahun beroperasi dengan tangan terikat oleh masalah keuangan, bagaimana Barcelona tiba-tiba dapat kembali bersaing di pasar transfer?
Memenuhi Aturan Financial Fair Play La Liga
Meskipun memiliki utang sekitar $1,68 miliar (€1,45 miliar), kurangnya uang tidak menjadi masalah utama Barcelona dalam beberapa tahun terakhir. Forbes bahkan menobatkan mereka sebagai tim sepak bola termahal kedua di dunia. Masalah terbesar yang dihadapi adalah ketidakmampuan untuk mematuhi regulasi Financial Fair Play La Liga, terutama aturan 1:1 yang membatasi pengeluaran klub.
Pihak klub telah menjanjikan bahwa mereka akan beroperasi sesuai dengan aturan 1:1 musim panas ini, yang memungkinkan mereka untuk merekrut dan mendaftarkan pemain tanpa kesulitan.
Eksekutif La Liga, Javier Gómez, mengonfirmasi bahwa janji tersebut akan terwujud. La Liga telah memberitahu Barcelona bahwa mereka kini bisa beroperasi tanpa batasan setelah memenuhi aturan 1:1.
Pendapatan Baru dan Konsekuensinya
Pendapatan yang dihasilkan dari pembukaan kembali Camp Nou, serta persetujuan La Liga untuk mengakui pendapatan dari penjualan kursi VIP, ditambah keluarnya pemain seperti Robert Lewandowski, telah memberikan ruang yang cukup di anggaran gaji tim. Ini memungkinkan Barcelona untuk mematuhi dan memenuhi standar Financial Fair Play.
Sebelumnya, presiden Joan Laporta menggunakan “palancas”, atau pengungkit keuangan, untuk membantu klub melakukan transfer. Namun, saat ini, kondisi keuangan Barcelona mulai membaik dengan cara yang lebih sehat dan langsung.
Kesempatan yang Harus Dimanfaatkan
Meskipun keuangan Barcelona membaik, ada perasaan di dalam klub bahwa mereka harus segera melakukan langkah untuk memperkuat tim, karena kemungkinan mereka tidak akan memiliki kesempatan seperti ini di masa depan.
Pekerjaan renovasi di Camp Nou masih terus berlangsung. Barça dijadwalkan akan kembali bermain di markas mereka pada 2026–27, namun pada musim panas 2027, mereka harus meninggalkan Camp Nou untuk kembali ke Estadi Olímpic Lluís Companys saat atap stadion direnovasi.
Kembali meninggalkan Camp Nou berpotensi berdampak pada pendapatan klub dan membuat mereka kesulitan untuk mematuhi aturan Financial Fair Play, yang dapat mengakibatkan pembatasan aktivitas di pasar transfer.
Selain kebutuhan mendesak untuk mengisi kekosongan dalam skuat, termasuk yang ditinggalkan oleh Lewandowski, strategi musim panas 2026 Barcelona adalah membangun skuat mereka untuk dua tahun ke depan. Dengan perbaikan signifikan dalam aliran pendapatan klub, Barcelona memiliki keuangan yang cukup untuk belanja besar. Namun, jika mereka tidak memanfaatkan kesempatan ini, mereka mungkin harus menunggu hingga setidaknya 2028 untuk peluang serupa.
(SA/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment