Home Sepakbola Spanyol LaLiga

Bale Blak-blakan: Xabi Alonso di Madrid ‘Nggak Jalan’!

LaLiga

Bale Blak-blakan: Xabi Alonso di Madrid ‘Nggak Jalan’!

Share
Bale Blak-blakan: Xabi Alonso di Madrid 'Nggak Jalan'!
Share

Gareth Bale Ungkap Alasan Sejati Pemecatan Xabi Alonso di Real Madrid: ‘Tak Bisa Kelola Ego’

Mantan bintang Real Madrid, Gareth Bale, mengungkapkan alasan di balik pemecatan Xabi Alonso dari kursi pelatih Los Blancos awal bulan ini. Menurut Bale, kegagalan Alonso terletak pada ketidakmampuannya dalam “mengelola ego” para pemain di klub raksasa Spanyol tersebut.

Alonso yang baru ditunjuk pada musim panas lalu sebagai pengganti Carlo Ancelotti, diberhentikan hanya setelah setengah musim menjabat. Padahal, ia datang dengan reputasi mentereng setelah sukses besar bersama mantan timnya, Bayer Leverkusen.

Konteks Pemecatan Sang Pelatih

Selama masa kepemimpinannya di Santiago Bernabeu, Xabi Alonso dinilai gagal mengeluarkan potensi terbaik dari para pemainnya. Real Madrid tertinggal dari rival abadi mereka, Barcelona, di liga domestik. Kekalahan dari tim Catalan di Piala Super Spanyol disinyalir menjadi puncak kesabaran manajemen klub.

Hubungan Alonso dengan beberapa pemainnya juga dikabarkan kurang harmonis, dengan Vinicius Jr dan Rodrygo disebut-sebut sebagai di antara mereka yang tidak akur dengannya. Situasi ini menciptakan ketidakstabilan di ruang ganti yang penuh bintang.

Pandangan Gareth Bale: Pentingnya Mengelola Ego

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan TNT Sport, Gareth Bale memberikan pandangannya mengenai kegagalan Alonso di Real Madrid. Pemain asal Wales itu menekankan perbedaan antara menjadi pelatih dan manajer di klub sebesar Real Madrid.

“Dia adalah pelatih yang luar biasa. Dia telah memenangkan banyak hal di Bayer Leverkusen, dia meraih trofi, dia melatih tim dengan sangat baik,” kata Bale. “Tetapi ketika Anda tiba di Real Madrid, Anda tidak perlu menjadi seorang ‘coach’, Anda harus menjadi seorang ‘manager’. Anda harus mengelola ego di ruang ganti.”

“Anda harus memanjakan ego para pemain. Anda tidak perlu melakukan banyak hal taktis. Di ruang ganti ada superstar yang bisa mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap mata. Jadi, ya, Anda bisa mengatakan bahwa dia adalah pelatih dan ahli taktik yang hebat, tetapi di Real Madrid, jelas, itu tidak berhasil.”

Bale menyiratkan bahwa di klub sekelas Real Madrid, dengan pemain-pemain berkaliber tinggi dan berkarakter kuat, kemampuan untuk membangun hubungan pribadi dan menyeimbangkan ambisi individu menjadi lebih krusial daripada sekadar strategi di lapangan.

Baca juga:  Barcelona Siap Tempur! Ini Skuad Final Supercopa vs Madrid.

Reaksi Xabi Alonso dan Transisi Kepelatihan

Setelah pemecatannya, Xabi Alonso mengeluarkan pernyataan di media sosial, mengakui bahwa masa jabatannya di klub tidak berjalan sesuai harapan. “Tahap profesional ini telah berakhir, dan itu tidak berjalan seperti yang kami inginkan,” tulis Alonso. “Melatih Real Madrid merupakan suatu kehormatan dan tanggung jawab.”

Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya. “Saya berterima kasih kepada klub, para pemain, dan di atas segalanya para penggemar serta Madridista atas kepercayaan dan dukungan mereka. Saya pergi dengan hormat, rasa syukur, dan bangga bahwa saya telah melakukan yang terbaik.”

Real Madrid dengan cepat menunjuk pengganti Alonso dengan mempromosikan Alvaro Arbeloa. Mantan bek El Real itu mengawali masa kepelatihannya dengan hasil yang campur aduk. Arbeloa menderita kekalahan 3-2 dari tim divisi dua Albacete di Piala Spanyol. Namun, ia berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan 2-0 atas Levante di pertandingan liga perdananya, diikuti oleh kemenangan telak 6-1 atas Monaco di Liga Champions.

Pergantian kepelatihan dan pandangan dari mantan pemain seperti Bale menyoroti kompleksitas yang unik dalam mengelola salah satu klub sepak bola terbesar di dunia, di mana bukan hanya taktik, tetapi juga dinamika personal dan manajemen kepribadian menjadi kunci keberhasilan.

(SA/GN)
sumber : www.mirror.co.uk

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Berkat hasil derby dan kesalahan Madrid, Barcelona melaju ke gelar La Liga!

Berkat hasil derby yang dramatis dan kesalahan Madrid, Barcelona akhirnya melaju meraih...

Lamine Yamal buat sejarah, meski tanpa gelar La Liga!

Lamine Yamal mencetak sejarah di lapangan hijau dengan penampilan cemerlangnya, meskipun tanpa...

Kemenangan Derby Hampir Amankan Gelar La Liga!

Kemenangan dalam derby semakin mendekatkan tim menuju gelar La Liga. Dengan performa...

Talenta Muda Yamal Ubah Sejarah La Liga di Usia 18!

Di usia 18 tahun, talenta muda Yamal mencetak rekor baru di La...