Uli Hoeneß Santai Tanggapi Kontroversi Lennart Karl: Hal Biasa untuk Pemain Muda
Mantan bos dan Presiden Bayern Munchen, Uli Hoeneß, menunjukkan sikap santai menanggapi kontroversi yang melanda Lennart Karl. Mengingat insiden serupa dengan seorang pemain di masanya yang juga pernah bermain di Bayern, Uli menganggap pernyataan semacam itu sebagai hal umum yang bisa diucapkan oleh pemain muda.
Untuk mengingatkan kembali, Karl sempat berbicara dengan anggota klub penggemar dalam pertemuan yang ia yakini bersifat pribadi. Saat menjawab pertanyaan khusus, Karl menyebutkan bahwa selain Bayern, Real Madrid adalah klub yang sangat ia kagumi dan ia impikan untuk bermain di sana suatu saat dalam kariernya. Sayangnya bagi Karl, pernyataannya terekam dan memicu badai di media sosial, perdebatan tentang loyalitas, status Bayern sebagai klub besar, dan banyak lagi.
Manajemen Bayern Tetap Tenang
Manajemen dan petinggi Bayern melakukan pekerjaan hebat dengan tidak membiarkan emosi memanas dan memperlakukan insiden tersebut sebagai tindakan seorang remaja. Karl dilaporkan bahkan telah meminta maaf secara pribadi kepada para petinggi dan masalah tersebut dianggap selesai. Setelah itu, kini giliran mantan Presiden dan figur seperti “ayah baptis” bagi klub, Uli Hoeneß, memberikan pandangan serupa mengenai masalah ini.
Berbicara kepada Magenta TV (seperti yang ditangkap oleh @iMiaSanMia), Hoeneß memberikan pernyataan yang sangat jelas dan dewasa tentang bagaimana menangani insiden semacam itu.
“Apa yang ia katakan tentang Real Madrid adalah sesuatu yang akan diucapkan oleh anak muda mana pun. Michael Rummenigge juga mengatakan hal serupa dulu. Pemain muda bisa mengatakan hal seperti itu. Mereka hanya perlu berhati-hati agar tidak berlebihan. Selebihnya, itu sama sekali bukan masalah.”
Para penggemar senior tentu akan mengingat Michael Rummenigge, adik dari legenda Karl-Heinz Rummenigge. Mereka adalah duo bersaudara yang sangat berbakat dan diminati oleh klub-klub lain di Eropa. Adalah hal yang menyenangkan melihat figur-figur terbesar di klub melangkah maju dan menetapkan preseden untuk menangani “bencana” PR semacam ini, memastikan fokus tetap pada hal yang benar-benar penting. Sikap dewasa dari petinggi klub seperti Hoeneß membantu menjaga stabilitas tim dan mencegah isu di luar lapangan mengganggu performa dan reputasi klub.
(SA/GN)
sumber : www.bavarianfootballworks.com
Leave a comment