Guardiola Terkejut Setelah Kalah 0-3 dari Real Madrid
Pep Guardiola tampak grinning ketika ditanya tentang prediksi Alvaro Arbeloa yang menyebut manajer Manchester City itu akan memberikan kejutan pada laga kontra Real Madrid. Satu hari kemudian, kejutan itu memang terjadi, tetapi tidak dalam cara yang diharapkan. Real Madrid yang lebih diunggulkan berhasil menang 3-0, setelah Guardiola melakukan perubahan besar dalam taktik yang sudah ia rencanakan beberapa minggu terakhir.
Kesalahan Defensif yang Menghantui
Kesalahan mendasar dalam pertahanan menjadi salah satu penyebab utama kekalahan ini, yang tidak bisa diantisipasi terlepas dari lineup yang dipilih. Setelah gol pertama Madrid, City kehilangan energi dan tidak bisa memainkan gaya permainan mereka yang ofensif. Mereka tidak dibentuk untuk bermain sambil mengalirkan bola dengan lambat, dan hal itu terlihat jelas saat Madrid menyerang.
Perubahan Formasi yang Mencolok
Lineup awal City menjadi sorotan, karena reputasi Guardiola yang dikenal suka ‘overthinking’. Arbeloa menyatakan, “Saya akan sangat terkejut jika dia tidak mengubah struktur atau cara tim bermain atau menyerang.” Sebelum kick-off, banyak yang terkejut dengan lineup yang jauh berbeda dari yang biasa, namun saat itu tidak terlihat seperti kesalahan besar.
Guardiola sendiri membantah bahwa ia melakukan banyak perubahan. “Tidak banyak perubahan,” ujarnya, merujuk pada rotasi pemain ketika melawan Newcastle, di mana ia memainkan sembilan pemain yang berbeda.
Gaya Permainan yang Salah
Dalam beberapa pekan terakhir, City biasanya bermain dengan formasi 4-2-2-2, tetapi pada pertandingan melawan Madrid, terdapat perubahan signifikan. Nico O’Reilly yang biasa berperan di lini tengah kini diturunkan sebagai bek kiri, sementara Rayan Ait-Nouri dan Matheus Nunes tidak dimainkan sama sekali. Hal ini membuat Bernardo Silva dan Rodri tampak tertekan di lini tengah.
Guardiola juga menjelaskan bahwa perubahan ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan ancaman Vinicius Junior. “Kami ingin seseorang yang bisa mengontrol area itu,” jelasnya.
Kekalahan yang Mengejutkan
Guardiola adalah pelatih yang biasanya lebih memilih strategi defensif di laga-laga penting seperti ini. Kekalahannya di Bernabeu mungkin akan diingat sebagai keputusan yang tidak tepat, mirip dengan pengalaman buruknya saat melatih Bayern Munich. Jika ia memutuskan untuk pergi dari Manchester City musim ini, kekalahan ini bisa menjadi momen terakhirnya di arena sepak bola Eropa.
Sampai saat ini, Manchester City harus segera bangkit dan memperbaiki kesalahan menjelang laga berikutnya. Sebab, setiap kekalahan pasti ada pembelajaran yang dapat diambil untuk memperkuat tim di masa depan.
(SA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment