Pep Guardiola Akui Kesalahan Pemilihan Tim Saat Melawan Real Madrid
Pep Guardiola mengakui bahwa dia salah dalam pemilihan tim saat Manchester City kalah dari Real Madrid dengan skor 3-0 di Santiago Bernabeu pada tengah pekan lalu. Meskipun demikian, pelatih City ini tetap mempertahankan keputusan untuk menurunkan skuad tersebut.
Hat-trick Federico Valverde menciptakan keunggulan signifikan bagi Los Blancos dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions, menjelang lawatan City ke Etihad minggu depan.
Pembaruan Menuju Liga Primer
Sebelum menghadapi Real Madrid, City harus segera berfokus kembali ke Liga Primer, di mana mereka akan melawan West Ham yang sedang terancam degradasi. Guardiola dan timnya bisa masuk ke laga ini dengan selisih 10 poin dari pemimpin klasemen, Arsenal, jika Arsenal mengalahkan Everton dalam laga yang digelar pukul 17.30 WIB.
Pembelaan Guardiola terhadap Pemilihan Tim
Guardiola tidak ragu untuk mengakui kesalahan dalam pemilihan timnya di Madrid. Dalam konferensi pers pra-pertandingan, dia menyatakan, “Kami menang atau kalah di Madrid? [Kami kalah, jadi] itu adalah pemilihan yang buruk. Kami menang di Newcastle? Pemilihan itu baik.”
Dia juga menjelaskan bahwa dia selalu mempertimbangkan keputusan yang diambil demi kebaikan tim. “Kami tidak dapat memainkan XI yang sama setiap tiga hari. Itu tidak mungkin,” tegas Guardiola.
Menanggapi kekalahan, Guardiola merasa ada banyak faktor yang memengaruhi hasil pertandingan. “Di babak pertama, terutama 20 menit sebelum gol pertama, kami tampil sangat baik. Namun, setelah gol pertama, emosi mulai bermain dan kami kebobolan,” tambahnya.
Penilaian Kompetisi Eropa
Bukan hanya City yang mengalami kesulitan di kompetisi Eropa, karena dari sembilan klub Liga Premier yang berkompetisi di Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi, hanya Aston Villa yang meraih kemenangan. Guardiola menganggap ini menunjukkan bahwa Liga Inggris tidak lagi dominan seperti sebelumnya dan pesaing dari liga lain kini lebih siap bersaing di level tertinggi.
“Sebelumnya saya katakan kami adalah liga terbaik di dunia. Setelah apa yang terjadi pekan lalu, kami tidak,” ungkapnya. “Kami adalah liga yang luar biasa. Namun di kompetisi ini, semuanya bisa terjadi dalam satu laga,” tegasnya.
Keberhasilan klub-klub dari liga lain membuktikan bahwa persaingan semakin ketat dan setiap tim kini dalam kondisi siap untuk bersaing di tingkat tertinggi. Dampak dari hasil ini bisa menjadi tantangan besar bagi Guardiola dan timnya saat mereka berusaha untuk bangkit dalam pertandingan berikutnya.
(SA/GN)
sumber : www.skysports.com
Leave a comment