Liga Tegaskan Tolak Rasisme, Dukung Penuh Vinícius Jr. Setelah Insiden Baru
Liga profesional kembali mengeluarkan pernyataan tegas menolak segala bentuk hinaan rasial, baik di dalam maupun di luar lapangan. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas insiden terbaru yang menargetkan bintang Real Madrid, Vinícius Jr., dan menegaskan dukungan penuh terhadap sang pemain.
Konteks Insiden Terbaru
Teriakan rasis tersebut dilaporkan terdengar sebelum sebuah pertandingan di mana Álvaro Arbeloa menjalani debutnya sebagai pelatih Real Madrid. Vinícius Jr. sendiri tampil sebagai starter atau sejak kick off pada pertandingan tersebut, menambah sorotan pada kejadian tidak pantas yang kembali ia alami.
Sejarah Pelecehan Rasial terhadap Vinícius
Ini bukan kali pertama Vinícius Jr. menjadi sasaran pelecehan rasial. Pemain asal Brasil ini telah berulang kali menghadapi insiden serupa, memicu serangkaian tindakan hukum dan kampanye anti-rasisme:
- Juni 2024: Tiga penggemar divonis atas pelanggaran integritas moral dengan agravasi kebencian karena menghina Vinícius Jr. selama pertandingan di Mestalla. Mereka dijatuhi hukuman delapan bulan penjara setelah berhasil diidentifikasi dan diusir oleh klub Valencia.
- Mei 2025: Pengadilan provinsi Valladolid menjatuhkan hukuman penjara satu tahun kepada lima orang atas kasus kejahatan kebencian. Insiden ini terkait dengan penghinaan yang ditujukan kepada Vinícius Jr. di stadion José Zorrilla pada 30 Desember 2022.
- Awal 2023: Sebulan setelah insiden di José Zorrilla, empat anggota kelompok Frente Atlético mengakui telah menggantung manekin dengan jersey bertuliskan namanya jelang derby Januari 2023. Mereka divonis atas kejahatan kebencian dan ancaman, menerima hukuman antara 14 hingga 22 bulan. Meskipun menghindari kurungan penjara melalui kesepakatan, mereka dikenai denda, larangan mendekati pemain, serta larangan masuk stadion sepak bola.
Serangkaian insiden ini menyoroti tantangan berkelanjutan dalam memberantas rasisme di dunia sepak bola. Dukungan dari liga dan tindakan hukum yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi semua pemain.
(SA/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment