Home Sepakbola Spanyol LaLiga Lima pelajaran Bayern Munich dari kemenangan Real Madrid atas Man City 3-0.
LaLiga

Lima pelajaran Bayern Munich dari kemenangan Real Madrid atas Man City 3-0.

Share
Lima pelajaran Bayern Munich dari kemenangan Real Madrid atas Man City 3-0.
Share

Pep Guardiola Keliru Total

Analisis Kesalahan Pep

Vincent Kompany sering disebut sebagai murid Pep Guardiola. Oleh karena itu, memahami kesalahan Pep dalam pertandingan bisa membantu menggambarkan kemungkinan yang akan dihadapi di perempat final Liga Champions. FC Bayern tentunya akan berhadapan dengan salah satu tim ini bulan depan, dengan Real Madrid menjadi favorit saat ini.

Manchester City tampil kurang maksimal sejak awal, lantaran Pep memilih formasi menyerang dengan tidak kurang dari lima penyerang—Erling Haaland, Jérémy Doku, Antoine Semenyo, Savinho, dan Bernardo Silva. Rodri menjadi satu-satunya gelandang, yang terbukti merupakan kesalahan besar.

City mencoba bermain menyerang total untuk mengatasi Madrid sejak awal, dan itu hampir berhasil. Pada 15 menit pertama, Pep membuat Madrid tertekan di kotaknya sendiri, berusaha bertahan dari serangan bertubi-tubi. Namun, tak butuh waktu lama bagi Madrid untuk memahami ritme permainan City dan mulai melancarkan serangan balik. Begitu itu dimulai, segalanya menjadi berantakan dengan cepat.

Pep mengatur timnya dengan fokus pada serangan, namun konsekuensinya adalah mereka terbuka di belakang. Ia mungkin mengandalkan penguasaan bola untuk menjaga timnya aman, tapi itu tidak cukup menghadapi tim counterattack elit seperti Real Madrid. Spanyol dengan mudah melewati tekanan City dan meraih gol-gol mengejutkan.

Jangan Pernah Anggap Remeh Real Madrid

Vinicius Jr. dalam kondisi kurang baik? Itu tidak penting. Real Madrid tahu bagaimana tampil di Liga Champions, dan Manchester City hanya menjadi korbannya kali ini. Sebelum laga, tidak ada yang memprediksi tim Madrid saat ini bisa unggul 3-0 atas City dalam 45 menit. Tidak ada yang menduga hat-trick dari Valverde.

Itulah yang membuat Madrid istimewa. Dalam keadaan apapun, mereka selalu menemukan semangat ekstra di Liga Champions. Ini murni mental—sesuatu yang tidak dapat ditiru oleh tim lain. Ini bisa jadi kekuatan terbesar mereka.

Baca juga: 

Madrid Siap Treble ala Barcelona di 2026.

Kalah di Pertarungan Gelandang Berisiko Tinggi

Di Champions League, tim yang menguasai lini tengah akan memenangkan pertandingan. Madrid menunjukkan dominasi di lini tengah dengan Aurélien Tchouaméni yang tampil luar biasa, berkontribusi layaknya tiga pemain sekaligus.

Pep melakukan dua kesalahan. Pertama, ia menganggap Rodri bisa mengendalikan lini tengah sendirian, yang ternyata tidak terjadi. Kedua, ia mengira tekanan agresif cukup untuk menahan serangan Spanyol. Ia tidak memperhitungkan jangkauan dan akurasi umpan mereka, serta kemampuan untuk dengan kejam mengh惕ap ruang terbuka melalui serangan balik.

Akhirnya, City sering kali berada dalam posisi kalah jumlah dan kalah semangat di lini tengah. Ini bukan hanya soal taktik, Madrid juga menunjukkan lebih banyak usaha dan semangat dibandingkan lawan mereka. Ketika semua ini bersatu, hasil buruk pun mengikutinya.

Trent Alexander-Arnold Menjadi Titik Lemah

Pep memang benar dalam satu hal. Ia mengidentifikasi Trent Alexander-Arnold sebagai masalah defensif dan memilih untuk menargetkannya dengan winger lincah seperti Jérémy Doku.

Meskipun tidak menghasilkan gol, hampir semua serangan berbahaya City datang dari sisi kiri. Alexander-Arnold sampai kewalahan, sehingga Madrid terpaksa melakukan triple-tim terhadap Doku untuk menutupi kelemahan bek kanan mereka.

Untuk Vincent Kompany, ini bisa menjadi peluang. Bayern Munich tidak memiliki dribbler seperti Doku (kecuali Jamal Musiala), namun kombinasi kuat Luis Diaz dan Alphonso Davies bisa efektif dalam menargetkan sisi kanan Madrid yang rentan. Sayangnya, jika saja Davies dalam keadaan fit…

Tim Yang Lebih Bermasalah Menang

Seharusnya lebih baik bagi Vincent Kompany jika Manchester City menang. Dalam bentrokan antara guru dan murid, ia bisa mengandalkan kualitas skuad dan kekompakan taktis yang lebih unggul.

Baca juga:  Inter Milan: Siap Juara di Musim 2025/26?

Madrid menghadirkan potensi masalah bagi FC Bayern. Tim dengan mental baja, yang akan memainkan pertandingan kandang lebih dulu, kuat di lini tengah, dan menyukai serangan balik. Mereka tidak keberatan menyerahkan penguasaan bola dan mampu bermain dengan baik melewati tekanan.

Semua faktor tersebut menjadikan tim yang lebih bermasalah menang dalam laga ini. Semoga Manchester City dapat bangkit di Etihad, karena pertandingan perempat final semakin menakutkan saat ini.

(SA/GN)
sumber : www.bavarianfootballworks.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Real Madrid Kirim Scout untuk Amati Target Utama Chelsea di Midfield

Real Madrid mengirim scout untuk memantau potensi pemain target utama Chelsea di...

Chant Anti-Muslim dalam Laga Persahabatan Sepak Bola Mesir

Dalam laga persahabatan sepak bola di Mesir, chant anti-Muslim menggema di stadion,...

Bintang Barcelona ‘Hampir Pasti Absen’ Lawan Atletico Madrid karena Cedera

Bintang Barcelona dipastikan hampir pasti absen dalam laga melawan Atletico Madrid akibat...

Real Madrid cegah Sunderland bid untuk Victor Munoz dan Thiago Pitarch.

Real Madrid menolak tawaran Sunderland untuk Victor Munoz dan Thiago Pitarch, mempertahankan...