Menelusuri Jejak Striker Afrika di La Liga
Musim ini, kondisi striker-striker asal Afrika di La Liga tidak terlalu membanggakan. Pemain Afrika pertama yang muncul dalam daftar pencetak gol adalah Akor Adams dari Nigeria, yang mencetak 7 gol dalam 23 pertandingan bersama FC Sevilla. Sebelumnya, para pemain dari benua hitam ini telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan di kompetisi sepak bola Spanyol.
5. Larbi Ben Barek (Maroko)

Sebagai gelandang serang, Larbi Ben Barek bersinar bersama Atlético Madrid antara Juli 1948 hingga Juli 1953. Di La Liga, mantan pemain internasional Maroko ini mencetak 58 gol dan memberikan 2 assist dalam 114 penampilan. Larbi Ben Barek wafat pada 16 September 1992 pada usia 75 tahun setelah menjalani karir yang gemilang, termasuk dengan klub-seperti USM Casablanca, Wydad AC, dan Stade Français.
4. Youssef En-Nesyri (Maroko)

Sebelum beralih ke Fenerbahçe pada Juli 2024, Youssef En-Nesyri telah mencatatkan prestasi di La Liga. Bergabung dengan Malaga, Léganés, dan FC Sevilla, striker internasional Maroko ini terlibat dalam 79 gol dari 230 penampilan, dengan rincian 69 gol dan 10 assist. Sejak Februari 2026, ia bermain untuk Al Ittihad di Arab Saudi, mencetak 4 gol dan 1 assist dalam 9 pertandingan.
3. Iñaki Williams (Ghana)

Sebelum menjamu Real Betis pada 22 Maret 2026, Iñaki Williams telah mencetak 84 gol dan memberikan 55 assist dalam 397 pertandingan bersama Athletic Bilbao. Namun, di musim 2025-2026, pemain berusia 31 tahun ini kesulitan dengan masalah cedera, hanya mencetak 2 gol dan 2 assist dari 20 penampilan. Ia terikat kontrak dengan klub Basque hingga 30 Juni 2028.
2. Frédéric Kanouté (Mali)

Pensiun sejak 31 Desember 2013, perjalanan Frédéric Kanouté di FC Sevilla benar-benar berhasil. Di La Liga, mantan striker internasional Mali ini mencetak 89 gol dan 17 assist dari 209 penampilan. Secara keseluruhan, ia mencatatkan 136 gol dan 25 assist dari 289 pertandingan untuk Sevilla FC, setelah sebelumnya bermain untuk Olympique Lyonnais, West Ham United, Tottenham, dan Beijing Guoan. Ia juga meraih gelar Pemain Terbaik Afrika pada 2007.
1. Samuel Eto’o (Kamerun)

Satu di antara pemain terhebat sejarah sepak bola, Samuel Eto’o meraih gelar Pemain Terbaik Afrika sebanyak empat kali (2003, 2004, 2005, 2010) dan tiga kali juara Liga Champions (2006, 2009, 2010). Sebagai pencetak gol terbanyak asal Afrika dalam sejarah La Liga, Eto’o mencatatkan 162 gol dan 44 assist dalam 280 pertandingan bersama Real Madrid, Mallorca, dan FC Barcelona. Ia menjadi top scorer La Liga pada musim 2005-2006 dengan 26 gol. Karirnya di dunia sepak bola berakhir pada 6 September 2019 setelah bermain di Qatar SC.
Perjalanan striker-striker Afrika di La Liga menunjukkan betapa berkontribusinya mereka dalam sejarah kompetisi ini. Meskipun saat ini mereka menghadapi berbagai tantangan, pencapaian yang telah diraih tetap menjadi bagian penting dari sepak bola Spanyol.
(SA/GN)
sumber : sportnewsafrica.com
Leave a comment