Kepercayaan Real Madrid Terhadap Pemain Muda di Bawah Arbeloa
Pada era kepelatihan Alberto Arbeloa, Real Madrid semakin bergantung pada pemain muda dari akademi klub. Hal ini menghidupkan lagi perdebatan lama mengenai arti sejati dari kepercayaan terhadap pemuda.
Pemikiran Jorge Valdano
Jorge Valdano, mantan pelatih dan direktur olahraga Real Madrid, menjadi salah satu suara paling tegas dalam mempertahankan ide ini. Dalam editorial di El País dan bukunya, “The 11 Powers of a Leader”, Valdano menegaskan bahwa keberadaan akademi pemain muda adalah soal keyakinan.
“Akademi pemain muda bukanlah tempat fisik; itu adalah sebuah keyakinan. Ketika seorang pelatih berkata ‘saya tidak memainkan pemain muda karena tidak ada’, ia biasanya hanya mencari alasan. Ketika klub mengatakan ‘kami percaya pada akademi pemain muda’, mereka harus membuktikannya dengan memastikan pelatih tim utama tidak punya pilihan lain selain melihat ke arah rumput di lapangan latihan.”
Pelajaran dari Raul Gonzalez
Valdano mencontohkan filosofi ini melalui cerita debut Raul Gonzalez pada tahun 1994, ketika ia memberikan kesempatan bermain kepada striker berusia 17 tahun itu.
“Saya berkata kepadanya: ‘Dengarkan, nak, saya akan memainkannya, tetapi saya ingin kamu tahu bahwa jika kamu bermain buruk, pers akan mengkritik saya dan para penggemar akan mengatakan saya gila karena memainkan seorang anak.'”
Raul pun memberikan jawaban yang kini menjadi salah satu kutipan paling terkenal dalam sejarah Real Madrid: “Jika kamu ingin menang, mainkan saya. Jika ingin kalah, masukkan pemain lain.”
Kondisi Terkini di Valdebebas
Lebih dari tiga dekade kemudian, situasi di Valdebebas tampaknya sangat mirip. Dengan banyaknya pemain senior yang cedera, Arbeloa mulai mempercayakan posisi penting kepada para talenta muda seperti Thiago Pitarch, yang telah menunjukkan kontribusi signifikan dalam beberapa kemenangan terakhir.
Pelajaran dari Valdano jelas: Pemain muda seharusnya tidak diperlakukan sebagai keistimewaan, mereka harus mampu menunjukkan bahwa mereka tidak bisa diabaikan.
(SA/GN)
sumber : www.managingmadrid.com
Leave a comment