Keputusan NCAA Terkait Kontrak NBA Terus Ditegaskan
NCAA kembali menegaskan posisinya terkait pemain yang sudah menandatangani kontrak NBA. Michael Foster Jr., mantan pemain G League Ignite, Sioux Falls SkyForce, dan Capital City Go-Go, mengalami penolakan atas banding kelayakannya untuk bermain basket di perguruan tinggi.
Foster Jr. menandatangani kontrak dua arah dengan Philadelphia dan kesepakatan Exhibit 10 dengan Washington pada 2022 dan 2023. Meskipun ia tidak pernah bermain di perguruan tinggi, penandatanganan kontrak NBA menyebabkan hilangnya kelayakannya untuk bermain di NCAA, sesuai pernyataan presiden NCAA, Charlie Baker.
Minat Kansas State yang Memudar
Kansas State sebelumnya berminat untuk merekrut Foster Jr. Namun, setelah pernyataan Baker dirilis, Wildcats memutuskan untuk membatalkan minat mereka.
Nasib Charles Bediako
Hal serupa juga dialami oleh Charles Bediako, mantan pemain Alabama, yang sedang mempertimbangkan untuk kembali ke perguruan tinggi. Namun, setelah menandatangani kesepakatan dengan San Antonio setelah tidak terpilih di draft 2023, ia juga tidak lagi memenuhi syarat untuk bermain di NCAA.
Perdebatan Bermain Profesional
Banyak energi telah terbuang dalam perdebatan mengenai kelayakan pemain yang telah terdraft atau yang pernah bermain secara profesional, baik di Eropa maupun di G League, untuk musim ini. Misalnya, James Nnaji, pilihan ke-31 di draft 2023, telah bermain tiga pertandingan untuk Baylor dengan catatan rata-rata 3.3 poin dan 5.3 rebound per pertandingan.
Pemain lain yang pernah bermain di G League, seperti London Johnson dan Kirill Elatontsev, juga mengalami nasib serupa, hanya tampil sebagai pemain rotasi dengan kontribusi terbatas di tim mereka masing-masing.
Permintaan Perubahan dan Dukungan
Komite Pengawasan Bola Basket Divisi I mengusulkan legislasi baru yang berpotensi memperbaiki sistem NCAA. Sekolah-sekolah diizinkan untuk menjalani tiga pertandingan eksibisi alih-alih dua, dengan harapan meningkatkan pengalaman pra-musim mereka.
- Tur luar negeri akan diperbolehkan setiap tahun, menggantikan batasan setiap empat tahun.
- Penentuan jam latihan skill kini bisa dilakukan dalam delapan jam latihan yang diizinkan per minggu.
- Enam pelatih akan diizinkan merekrut di luar kampus pada musim panas 2026, jika disetujui.
Kinerja Tim dan Pemain Menarik
Wisconsin meraih kemenangan penting atas Michigan, yang meningkatkan peluang mereka dalam turnamen NCAA. Sementara itu, Tyler Tanner dari Vanderbilt menjadi sorotan dengan performa cemerlang, mencetak rata-rata 17 poin dan 5.4 assist per pertandingan.
Tidak kalah menarik, Brayden Smith dari Purdue menunjukkan performa terbaiknya dengan meraih 23 poin melawan Washington dan 26 poin melawan Penn State dalam dua pertandingan terakhir.
Dampak Keputusan NCAA
Keputusan NCAA yang tegas ini semakin memperjelas jalan bagi pemain muda yang berambisi untuk berkarir di liga profesional. Dengan usulan legislasi baru, diharapkan ada lebih banyak kesempatan bagi perguruan tinggi untuk berinovasi dan memperkuat program basket mereka.
(BA/GN)
sumber : www.hoopshq.com
Leave a comment