Taktik Arsenal di Awal Musim 2025-26
Arsenal, di bawah asuhan Mikel Arteta, memasuki paruh kedua musim 2025-26 dengan harapan besar. Saat ini, mereka memuncaki klasemen Premier League dan Liga Champions, serta berhasil melaju ke babak keempat FA Cup setelah menang 4-1 atas Portsmouth. Mereka juga akan menghadapi Chelsea di semifinal Carabao Cup, menunjukkan performa yang mengesankan di setiap kompetisi.
Dari segi permainan, tidak banyak perubahan signifikan dalam gaya bermain Arsenal dibandingkan dengan dua tahun terakhir di bawah Arteta. Namun, beberapa penyesuaian minor telah meningkatkan performa tim, ditambah dengan kedatangan pemain baru di musim panas 2025 yang memberikan warna baru bagi skuad Arsenal.
“Kami perlu memastikan bahwa dalam proses evolusi ini, kami tetap menjaga aspek positif yang sudah ada dan melakukan penyesuaian yang memberikan nilai tambah,” ungkap Arteta pada bulan Agustus. “Evolusi berasal dari individu. Ini tentang pemain, menempatkan mereka dalam posisi untuk mengekspresikan kualitas mereka,” ujarnya.
Midfield yang Lebih Dinamis
Ketika menguasai bola, Arsenal tetap mempertahankan cara menyerang yang sama seperti musim lalu. Martin Odegaard sering turun membantu penguasaan, meskipun bentuk penyerangan mereka bervariasi tergantung pada ketersediaan pemain dan formasi lawan. Arsenal bisa tampil dalam formasi 4-3-3 dengan Odegaard dan Declan Rice membantu Martin Zubimendi, atau formasi 4-2 dan 3-2-4-1 saat Riccardo Calafiori bergerak ke tengah.
Penyerangan Arsenal semakin dinamis musim ini berkat fluiditas di lini tengah, yang ditambahkan oleh kedatangan Zubimendi dan Eberechi Eze. Arteta menjelaskan pentingnya interaksi antara kedua pemain ini untuk menciptakan ancaman yang lebih tidak terduga di lini serang.
Pojok dan Set Piece
Strategi Arsenal di akhir serangan dan fokus menyerang ke area lebar membuat mereka sering mendapatkan tendangan sudut dan free kick. “Banyak tim bermain dengan blok rendah, sehingga set piece menjadi elemen penting dalam permainan,” tutur Arteta. Pendekatan Arsenal dalam menyerang tendangan sudut tetap konsisten, dengan Saka dan Rice memberi umpan yang mengarah ke kotak enam yard, didukung oleh variasi dari rekan-rekannya.
Peningkatan Vertikalitas
Arteta bertekad untuk menjadikan timnya lebih dinamis baik dalam serangan terorganisir maupun saat transisi. Arsenal kini lebih aktif dalam menyerang saat kehilangan bola, yang terlihat dari angka serangan langsung mereka. Tim ini mencatatkan rata-rata tiga serangan langsung per 90 menit di Premier League musim ini, angka tertinggi sejak Arteta menjabat.
Sementara itu, Arsenal juga mengurangi jumlah serangan langsung yang diterima, menjadikannya salah satu tim dengan pertahanan terbaik di liga dengan hanya 43 serangan langsung yang dibobol hingga saat ini.
Di fase pertahanan, perubahan utama terlihat pada pemain yang mendukung penyerang dalam menekan kiper dan bek tengah lawan. Meskipun sebelumnya Odegaard biasanya yang melakukan ini, kini Saka lebih sering menjalankan tugas tersebut. Formasi defensif Arsenal tetap compact, dengan penekanan untuk mengalihkan serangan lawan ke area lebar.
Dengan penambahan pemain baru dan penyesuaian strategis, Arsenal siap menantang untuk meraih trofi musim ini jika mereka tetap mempertahankan performa saat ini.
(PL/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment