Kendala Arsenal dalam Menghadapi Set Piece
Arsenal mengalami masalah yang signifikan setiap kali mereka gagal memanfaatkan situasi set piece. Dari tujuh pertandingan Premier League di mana Arsenal kehilangan poin, semuanya memiliki satu kesamaan: mereka tidak berhasil mencetak gol dari situasi set piece.
Hasil Pertandingan Terakhir
Di pertandingan terakhir, Arsenal hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Nottingham Forest pada sore hari Sabtu. Hasil ini membuat Arsenal gagal memperlebar jarak sembilan poin dari Manchester City, yang sebelumnya mengalami kekalahan mengejutkan di Old Trafford.
Meski Aston Villa sukses melawan Everton dan membantu Arsenal tetap di puncak klasemen, kekhawatiran terkait ketidakmampuan Arsenal mencetak gol dari set piece menjadi perhatian di London utara.
Stamina Penguasa Lanjutan
Meski Arsenal mengantongi keunggulan tujuh poin dengan lebih dari setengah musim berlalu, Mikel Arteta menyadari betapa tipisnya keunggulan tersebut. Tahun lalu, Arsenal memimpin klasemen Premier League selama 248 hari, namun akhirnya harus puas berada di posisi kedua.
Situasi set piece yang bermasalah ini bisa menjadi bumerang jika tidak segera diperbaiki.
Keterkaitan Set Piece dengan Performa Tim
Arsenal hanya meraih dua kemenangan di Premier League tanpa mencetak gol dari set piece, yakni saat melawan Tottenham Hotspur dan Brentford. Dalam 11 dari 15 kemenangan yang diraih Arsenal musim ini, gol pertama tercipta dari set piece. Performa tim sangat dipengaruhi oleh skor di papan.
Arsenal sangat dominan ketika mereka memimpin 1-0, mengumpulkan 46 poin dari 48 kemungkinan. Dengan keunggulan ini, mereka lebih berbahaya saat lawan terpaksa menyerang.
Namun, situasi ini menjadi lebih rumit saat bermain tandang. Gagal memberi tekanan sejak awal, Arsenal sering tertinggal dan kehilangan poin dalam enam dari sebelas pertandingan away mereka.
Pemain Kunci Tak Berlangsung Optimal
Martin Ødegaard dan Bukayo Saka, yang merupakan dua pemain kreatif paling efektif, belum tampil optimal karena cedera. Saka sempat duduk di bangku cadangan saat melawan Nottingham, sementara Ødegaard baru mencapai kurang dari 1.000 menit di Premier League musim ini.
Meski keduanya mengisi posisi penting dalam serangan, output dari pemain lain di tim tidak dapat menyamai kemampuan mereka. Sementara Eberechi Eze, yang didatangkan untuk memperkuat serangan, justru tidak memberikan kontribusi maksimal di lapangan.
Kesimpulan
Arsenal harus segera memperbaiki masalah pada set piece guna meningkatkan efisiensi serangan, terlebih saat menghadapi pertandingan yang semakin ketat. Tanpa gol dari situasi set piece, peluang mereka untuk bersaing di puncak klasemen bisa terganggu, terutama di pertandingan-pertandingan mendatang.
(PL/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment