Stoke Vs Southampton: Kenangan Pertandingan yang Tak Terlupakan
Menjelang laga antara Southampton dan Stoke akhir pekan ini, banyak kenangan tentang pertandingan-pertandingan dramatis di masa lalu muncul kembali.
Bagi penggemar lama, mungkin mereka akan mengingat pertandingan dengan tujuh gol pada tahun 1982 sebagai salah satu contoh klasik dari sejarah kompetitif antara kedua tim ini. Namun, tidak banyak momen yang mengukir sejarah Liga Premier seunik kejadian pada 2 November 2013.
Jalannya Pertandingan
Hari itu di Britannia Stadium, pertandingan tidak didefinisikan oleh strategi cerdas atau striker bintang. Namun, oleh intervensi cuaca yang membuat penonton dan pemain terkejut.
Baru 12 detik setelah kick-off, kejadian aneh dimulai. Setelah Southampton melakukan kick-off, bola dikembalikan kepada kiper Stoke, Asmir Begovic, yang melakukan clearance ke depan. Namun, bukannya clearance biasa, bola tertangkap angin kencang yang mengarah ke gawang Southampton.
Bola meluncur hampir 80 meter, melewati duo bek tengah Dejan Lovren dan Jose Fonte, kemudian memantul tinggi di lapangan. Kiper Southampton, Artur Boruc, yang berada di dekat titik penalti, tidak dapat berbuat banyak saat bola melambung melewati kepalanya dan masuk ke gawang. Gol ini tercatat sebagai gol tercepat keempat dalam sejarah Liga Premier—suatu gol yang nyaris mustahil dan mengejutkan Mauricio Pochettino serta timnya.
Reaksi awal pertandingan dipenuhi oleh rasa syok dan ketidakpercayaan. Meski banyak yang menyebutkan bahwa gol Begovic adalah satu-satunya cara untuk mengatasi permainan agresif Southampton, kekompakan tim tamu di lapangan sempat goyah.
Stoke, yang memenuhi stereotip terburuknya, terus menggigit dan hampir mencetak gol lagi melalui sundulan Ryan Shawcross yang meleset dari jarak dekat.
Kemajuan Southampton
Meski begitu, Southampton, yang berada di posisi kelima dan mengejar tiket Eropa, menunjukkan ketahanan yang menjadi fondasi awal musim mereka yang baik. Mereka tidak membiarkan gol aneh tersebut menentukan hasil akhir.
Secara perlahan, mereka mulai menguasai permainan dan peluang demi peluang muncul, dengan Jay Rodriguez dan Dejan Lovren hampir mencetak gol. Tiga menit sebelum babak pertama berakhir, Southampton akhirnya mendapatkan pengobatan yang pantas.
Setelah serangkaian umpan-umpan rapi antara Nathaniel Clyne dan Adam Lallana, James Ward-Prowse memberikan umpan silang tepat ke tiang jauh, dan Rodriguez menyambarnya dengan sundulan yang memantul dari lapangan, mirip dengan gol sebelumnya, dan berhasil masuk ke sudut gawang yang jauh.
Gol ini sepadan dengan penampilan Southampton yang menguasai permainan meski dengan awal yang kacau.
Hasil Akhir dan Reaksi
Pertandingan berakhir dengan skor 1-1, yang tetap mempertahankan posisi Southampton di puncak klasemen. Setelah pertandingan, Pochettino tidak menempatkan kesalahan pada Boruc, melainkan menggambarkan gol tersebut sebagai “sial” dan menyalahkan sepenuhnya pada kekuatan angin.
Meskipun hasil pertandingan resmi berakhir imbang, momen 12 detik pertama selalu diingat—saat angin di Britannia Stadium mengubah tendangan goal kick yang biasa menjadi salah satu gol paling aneh yang pernah terjadi dalam sejarah sepak bola Inggris.
(PL/GN)
sumber : uk.news.yahoo.com
Leave a comment