Arrigo Sacchi Soroti Performa Inter Milan: Gemilang di Liga, Tertidur di Eropa
Mantan manajer AC Milan, Arrigo Sacchi, baru-baru ini memberikan penilaiannya terhadap awal karier manajerial Cristian Chivu di Inter Milan. Sacchi menyoroti perbedaan performa Inter antara kompetisi Serie A dan Liga Champions.
Dominasi di Serie A
Inter Milan menunjukkan performa yang sangat dominan di kancah domestik. Mereka saat ini memimpin klasemen Liga Italia setelah memenangkan 12 dari 14 pertandingan liga terakhir, termasuk kemenangan telak 6-2 atas Pisa pada Jumat lalu.
Nerazzurri berhasil menciptakan celah lima poin di puncak klasemen, meninggalkan AC Milan yang berada di posisi kedua. Di bawah kepemimpinan Cristian Chivu, Inter berhasil mengumpulkan 52 poin dari 22 pertandingan awal, menjadikannya raihan poin terbaik kedua mereka pada tahap musim ini dalam tujuh tahun terakhir. Lebih jauh lagi, Inter menjadi satu-satunya tim Serie A yang telah mencetak 50 gol musim ini, menunjukkan kekuatan serangan mereka yang luar biasa.
Tantangan di Liga Champions
Namun, performa Inter baru-baru ini di Liga Champions telah memicu perdebatan tentang ambisi Eropa Chivu. Setelah mengawali kiprah kontinentalnya dengan empat kemenangan beruntun, pelatih berusia 45 tahun itu kini harus menyaksikan timnya menelan tiga kekalahan berturut-turut. Akibatnya, Inter berada di ambang kegagalan untuk lolos ke babak delapan besar yang sangat didambakan. Mereka menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Atletico Madrid, Liverpool, dan Arsenal dalam periode sulit tersebut.
Komentar Arrigo Sacchi
Berbicara kepada Gazzetta dello Sport via FCInter1908, Sacchi membandingkan penampilan Inter di kedua kompetisi.
“Malam yang menegangkan menanti kita,” kata Sacchi tentang drama Liga Champions malam ini. “Bukan karena dinginnya, tapi karena ketakutan. Ya, karena ini adalah babak terakhir fase grup Liga Champions. Dan pemandangan yang saya bayangkan adalah pasien yang duduk di depan dokter, menyerahkan hasil tesnya dan dengan cemas menunggu vonis.”
Sacchi menambahkan bahwa meskipun Atalanta, Inter, dan Juventus sudah memastikan tempat di babak play-off, Inter, setelah awal yang cemerlang, justru "menarik rem tangan" dengan tiga kekalahan beruntun.
Memang, mereka menghadapi Atletico Madrid, Liverpool, dan Arsenal,” lanjut Sacchi. “Namun, Nerazzurri, finalis kompetisi musim lalu, seharusnya sudah beroperasi pada level klub-klub tersebut. Tampaknya bagi saya, justru di liga mereka telah menghasilkan *comeback* yang apik, menyalip rival mereka dan menjauh. Sementara itu, di Eropa, mereka sedikit tertidur. Di Dortmund, melawan Borussia, itu tidak akan mudah.”
Sacchi menegaskan bahwa ini adalah momen yang tepat bagi Inter untuk menunjukkan kualitas mereka dan membuktikan bahwa mereka bisa mengikuti jalur sukses yang mereka raih pada tahun 2025. Pertandingan krusial melawan Borussia Dortmund akan menjadi ujian penting bagi Inter untuk menjaga asa mereka di kompetisi Eropa.
Konteks
Penilaian Sacchi ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi Cristian Chivu untuk menjaga konsistensi timnya di dua kompetisi berbeda. Performa domestik yang perkasa harus dibuktikan juga di panggung Eropa jika Inter ingin dianggap sebagai kekuatan sejati. Pertandingan mendatang di Liga Champions akan sangat menentukan arah kampanye mereka musim ini.
(SA/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment