Kondisi Terkini Golden State Warriors: Menuju Masa Depan yang Tak Pasti
Golden State Warriors dulunya merupakan tim yang ditakuti lawan, namun kini masa kejayaan itu sepertinya kian menjauh. NBA fans sudah lama menyadari bahwa Warriors tidak lagi mendominasi seperti sebelumnya. Tim ini sering memecahkan rekor musim reguler, merebut gelar juara, dan menjadi contoh konkret dari dynasty yang dibangun dari dalam.
Pusat Kesuksesan: Steph Curry
Steph Curry, yang akan berusia 38 tahun pada bulan Maret, menjadi pusat kesuksesan Warriors. Dalam 12 musim All-NBA, enam diantaranya dilalui ketika dia menjadi satu-satunya pemain bertipe all-star dalam skuat, semua itu setelah tahun 2019. Statistik menunjukkan betapa bergantungnya tim ini padanya. Saat Curry berada di lapangan, rating ofensif tim mencapai 119,7, menempatkan mereka di peringkat keempat liga. Namun, saat dia tidak ada, rating tersebut anjlok ke 111,9, membuat mereka sekelas dengan tim-tim yang telah menderita lebih dari 25 kekalahan.
Kondisi Terkini Tim
Sebelumnya, pada bulan Desember, Warriors hanya menempati peringkat ke-20 dalam ofensif, dengan catatan 13-14 di tengah kompetisi yang ketat di Wilayah Barat. Meskipun Curry tampil luar biasa, memasukkan 38 poin dan delapan tembakan tiga poin dalam kekalahan menghadapi Mavericks, dukungan dari rekan setimnya minim.
Pergerakan di Bursa Transfer
Di bursa transfer, Warriors melakukan langkah untuk mencoba memperpanjang jendela kesempatan mereka dengan mendatangkan Jimmy Butler dari Miami Heat. Namun, nasib buruk menimpa mereka ketika Butler mengalami cedera ACL yang membuatnya absen sepanjang musim. Selain itu, pemain tambahan lainnya, Al Horford yang kini berusia 39 tahun, tidak memberikan dampak signifikan dengan memenuhi rata-rata tujuh poin dan lima rebound per pertandingan.
Strategi Manajerial yang Dipertanyakan
Strategi tim yang mengedepankan dua timeline, dengan fokus pada pengembangan bakat muda sambil tetap bersaing di level atas, kini mulai dipertanyakan. Pemilik tim, Joe Lacob, mulai menarik diri dari istilah ini, menyatakan bahwa fokus utama adalah pada kemenangan setiap tahun, tetapi situasi saat ini cenderung menyulitkan.
Krisis Hubungan di Dalam Tim
Jonathan Kuminga, salah satu pemain muda, baru-baru ini meminta untuk ditrade setelah perannya tereduksi. Hubungan yang memburuk dengan pelatih Steve Kerr dan ketegangan di dalam tim, termasuk insiden Green yang memukul Jordan Poole, menambah kompleksitas masalah yang dihadapi Warriors.
Kondisi Pemain Muda
Brandin Podziemski masih berjuang sebagai shooting guard utama, sering gagal mencetak lebih dari 15 poin, sedangkan James Wiseman, pilihan kedua di NFL Draft 2020, kini terpinggirkan setelah dikeluarkan oleh beberapa tim.
Masa Depan yang Tak Pasti
Dengan semua tantangan ini, hari-hari keemasan Warriors tampak mulai meredup. Diskusi mengenai akhir dari dynasty ini telah bergulir. Satu-satunya harapan terletak pada kemungkinan mendatangkan Michael Porter Jr. sebagai solusi, namun hal itu bergantung pada willingness untuk menukar anggota muda yang belum menunjukkan performa cukup memuaskan.
(BA/GN)
sumber : dailycampus.com
Leave a comment