Aston Villa Berjuang Menuju Liga Champions Musim Depan
Aston Villa kembali menunjukkan bahwa mereka mampu berkompetisi di Premier League dengan mengincar posisi empat besar dan tiket ke Liga Champions musim depan. Saat ini, tim asuhan Unai Emery memiliki peluang besar untuk finis di posisi kelima dan meraih tempat di kompetisi elite Eropa 2026/27.
Data dari Opta menunjukkan bahwa peluang mereka mencapai Liga Champions mencapai 77,13 persen, meskipun harus melalui tujuh pertandingan sisa. Villa sempat berada di posisi ketiga, namun saat ini berada di peringkat keempat.
Meski Liverpool tidak terlalu dekat dengan Villa, Chelsea masih tertinggal jauh di peringkat keenam dengan selisih enam poin. Kemenangan 2-0 atas West Ham di laga terakhir berhasil meredakan ketegangan setelah sebelumnya Villa mengalami kekalahan beruntun melawan Wolves, Chelsea, dan Manchester United.
Kekhawatiran tim ini sepenuhnya bisa dimengerti karena mereka bukan hanya berjuang untuk kembali ke Liga Champions, tetapi juga untuk mengamankan potensi pendapatan yang sangat besar.
Apa yang Dipertaruhkan?
Uang, banyak uang. Saat ini, lima tim papan atas Premier League berhak untuk lolos ke Liga Champions. Sementara itu, Europa League diisi oleh peringkat keenam dan perbedaan finansial antara keduanya sangat mencolok.
Musim ini, klub-klub di Liga Champions dapat mengakses dana sebesar €2,467 miliar. Sementara itu, pot uang untuk Liga Europa, di mana Villa sudah mencapai perempat final, hanya sebesar €565 juta.
Di fase grup Liga Champions, setiap kemenangan bernilai €2,1 juta dan setiap hasil imbang €700 ribu. Bandingkan dengan Liga Europa yang hanya memberikan €450 ribu per kemenangan dan €150 ribu per hasil imbang. Kemenangan di fase knockout Liga Champions juga sangat menguntungkan, dengan total tambahan yang bisa didapatkan mencapai €18,5 juta bagi tim yang mencapai final.
Hasil Keuangan
Regulasi keuangan di Premier League akan berubah musim panas ini, sesuai dengan pedoman Rasio Biaya UEFA yang membatasi pengeluaran klub di kompetisi Eropa hingga 70% dari pendapatan mereka. Situasi ini membuat Villa wajib memperhatikan keuangan mereka untuk menghindari sanksi lebih lanjut.
Villa sebelumnya sudah menghadapi masalah dengan aturan pendapatan UEFA dan harus membayar denda sebesar £9,5 juta karena melanggar batas 80%, yang kini sudah lebih ketat. Dalam situasi seperti ini, penjualan pemain menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan.
Aset yang Dapat Dijual
Terdapat kemungkinan besar ketertarikan terhadap Morgan Rogers musim panas ini, dan penjualan pemain dengan nilai tinggi seperti Jack Grealish yang bernilai £100 juta dapat memberikan dukungan keuangan yang signifikan. Pemain lain seperti Ezri Konsa dan Ollie Watkins juga memiliki nilai jual yang tinggi. Situasi ini takkan mudah, mengingat mereka pernah mengalami hal serupa dengan pemain-pemain sebelumnya.
Pemain Akademi
Dari segi pengembangan pemain, Jacob Ramsey yang telah lulus dari akademi menjadi kehilangan yang cukup terasa, mengingat dia dijual ke Newcastle dengan harga sekitar £40 juta. Saat ini, Lamare Bogarde muncul sebagai talenta yang diharapkan bisa memberi kontribusi positif di tim senior.
Gaji Pemain
Sementara itu, manajemen harus serius merencanakan pengeluaran gaji pemain. Meski tak ada denda langsung untuk kerugian yang diderita, mereka tetap harus memperhatikan keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran agar tidak melanggar batas baru 70%. Pemain seperti Emi Martinez dan Ollie Watkins kemungkinan menjadi gaji terbesar dalam tim.
Akan Kah Villa Mencapai Tujuan Mereka?
(LC/GN)
sumber : www.birminghammail.co.uk
Leave a comment