Peluang Tim Mengatasi Defisit di Liga Champions
Kekalahan di kandang pada tiga dari empat leg pertama perempat final Liga Champions UEFA pekan ini menimbulkan pertanyaan: seberapa besar peluang tim untuk bangkit dalam leg kedua? Berikut ulasannya.
Kesempatan dalam duel dua leg memberikan tim peluang kedua, sehingga pertandingan tidak pernah sepenuhnya berakhir setelah leg pertama.
Namun, Real Madrid, Sporting CP, dan Barcelona harus bersusah payah setelah menerima kekalahan di kandang melawan Bayern Munich, Arsenal, dan Atlético Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions UEFA pekan ini.
Paris Saint-Germain (PSG) menjadi satu-satunya tim tuan rumah yang meraih kemenangan, menaklukkan Liverpool dengan skor 2-0. Meskipun dalam performa yang kurang stabil, Liverpool tetap memiliki harapan untuk bangkit berkat dukungan Anfield di leg kedua.
Madrid, Sporting, dan Barcelona harus mencatatkan comeback di markas lawan, meskipun teori ini cukup menantang.
Statistik Menarik
Sejak Liga Champions dimulai pada 1992-93, kami menelusuri sejarah untuk mengetahui seberapa sering tim yang kalah di leg pertama di kandang berhasil melanjutkan langkah mereka.
Hingga pekan ini, dari 115 pertandingan knockout Liga Champions di mana tuan rumah kalah di leg pertama, hanya tujuh tim yang bisa bangkit (6,1%). Tiga di antaranya tercatat berhasil karena adanya aturan gol tandang yang kini telah dihapus.
Kisah-Kisah Kebangkitan
Ajax vs Panathinaikos (3-1 agg) – Semi-Final: 1995-96
Ajax, yang saat itu merupakan juara Eropa, harus bekerja keras setelah kalah 0-1 di leg pertama. Namun, mereka sukses menang 3-0 di leg kedua, berkat dua gol Jari Litmanen dan satu gol dari Nordin Wooter. Ajax akhirnya kalah di final melawan Juventus melalui adu penalti.
Inter vs Bayern Munich (3-3 agg, Inter menang gol tandang) – Babak 16 Besar: 2010-11
Inter yang juga merupakan juara Eropa, kalah 0-1 di leg pertama. Namun, mereka bangkit di leg kedua dengan skor 3-2 dan melaju berkat gol-gol dari Samuel Eto’o, Wesley Sneijder, dan Goran Pandev.
Manchester United vs Paris Saint-Germain (4-4, Man Utd menang gol tandang) – Babak 16 Besar: 2018-19
Setelah kalah 0-2 di leg pertama, Manchester United mengejutkan PSG dengan kemenangan 3-1 di Paris. Penyelamatan terakhir melalui penalti Marcus Rashford menjadi kunci keberhasilan mereka.
Ajax vs Real Madrid (5-3 agg) – Babak 16 Besar: 2018-19
Ajax kalah 1-2 di leg pertama, namun tampil gemilang di leg kedua dengan skor 4-1 di Bernabéu, berkat gol-gol dari Hakim Ziyech, David Neres, Dusan Tadic, dan Lasse Schöne.
Tottenham vs Ajax (3-3 agg, Tottenham menang gol tandang) – Semi-Final: 2018-19
Setelah menang 1-0 di leg pertama, Ajax terkejut saat Tottenham membalikkan keadaan dengan kemenangan 3-2, berkat hat-trick Lucas Moura.
Paris Saint-Germain vs Barcelona (6-4 agg) – Perempat Final: 2023-24
Setelah unggul 3-2 di leg pertama, PSG membalas dendam dengan menang 4-1 di leg kedua, meskipun mereka pada akhirnya tersingkir di semi-final.
Paris Saint-Germain vs Liverpool (1-1 agg, 4-1 penalti) – Babak 16 Besar: 2024-25
PSG berhasil membalas kekalahan di leg pertama dengan kemenangan 1-0 di leg kedua, sebelum menang lewat adu penalti.
Peluang Tim Menghadapi Leg Kedua
Real Madrid, Sporting, dan Barcelona kini menghadapi tantangan berat di leg kedua. Berdasarkan data dari superkomputer Opta, Barcelona memiliki peluang paling besar untuk membalikkan keadaan, dengan kemungkinan 20% meski berada dalam posisi tertinggal 0-2. Di sisi lain, Madrid hanya memiliki peluang 13,1% melawan Bayern Munich setelah kalah 1-2 di leg pertama. Sementara itu, Sporting berada di bawah dengan hanya 8,4% peluang mengatasi Arsenal.
Tentu saja, Liga Champions telah menyimpan banyak kisah comeback yang menakjubkan. Tim-tim ini kini harus berjuang keras untuk menjadi bagian dari sejarah tersebut.
(LC/GN)
sumber : theanalyst.com
Leave a comment