Manchester United Menuju Liga Champions
©TM/IMAGO
Michael Carrick semakin memperkuat argumennya untuk diangkat sebagai manajer permanen Manchester United setelah berhasil meraih kemenangan penting 1-0 atas Chelsea pada Sabtu malam. Hasil ini membawa United unggul sepuluh poin dari Chelsea yang berada di posisi keenam, hampir memastikan mereka lolos ke Liga Champions dengan hanya tersisa lima pertandingan. Carrick telah mengubah nasib United sejak menggantikan Rúben Amorim pada awal Januari, mengangkat tim dari posisi ketujuh di tabel Liga Premier Inggris menjadi ketiga. Dampak positif Carrick terlihat jelas dengan statistik yang menunjukkan United telah mengumpulkan 26 poin, lebih banyak dibandingkan klub lainnya sejak dia menjabat.
Perbandingan Awal Carrick dan Solskjaer
Setelah pertandingan melawan Chelsea, Carrick mengungkapkan bahwa dia belum menerima kabar terkait kemungkinan keputusannya untuk menjadi manajer permanen. “Saya paham situasinya, ini sedikit di luar kendali saya,” katanya kepada TNT. “Saya ingin menjadi bagian dari momentum seperti ini, menciptakan tim yang istimewa. Saya belum memutuskan berapa lama saya akan berada di sini, tetapi saya mencintai pekerjaan ini. Selama saya ada di sini, saya akan memberikan segalanya.”
Kami telah menganalisis statistik awal Carrick dibandingkan dengan Ole Gunnar Solskjaer saat memulai karier manajerialnya di United. Rincian ini hanya mencakup performa Carrick musim ini dan tidak termasuk masa penanganannya di tahun 2021 yang hanya berlangsung tiga pertandingan. Sebagai catatan, rekor Solskjaer dalam 12 pertandingan pertama sedikit lebih baik, dengan mengumpulkan 31 poin dibandingkan 26 poin selama periode Carrick. Meskipun tiga dari 12 pertandingan Solskjaer adalah kompetisi piala, poin-poin ini digunakan untuk perbandingan.
Dari segi statistik, tim United di bawah kepemimpinan Solskjaer mencetak lebih banyak gol dan kebobolan lebih sedikit. Rata-rata poin per pertandingan Solskjaer adalah 2.58, sementara Carrick 2.17. Namun, Carrick menghadapi jadwal pertandingan yang lebih sulit di awal tugasnya, termasuk memenangkan laga penting melawan Manchester City, Arsenal, dan Tottenham dalam empat pertandingan pertamanya. Sementara itu, meski mengalami kekalahan berturut-turut melawan Arsenal dan Wolves, Solskjaer diangkat secara permanen setelah 19 pertandingan, sementara Carrick telah mengelola 17 pertandingan hingga akhir musim.
Dengan beragam prestasi yang telah diraih, Carrick sudah membuat argumentasi yang kuat untuk melanjutkan sebagai manajer di musim depan, ditambah dengan kurangnya alternatif manajerial yang kredibel. Namun, keputusan yang dihadapi oleh manajemen United akan menjadi sangat penting setelah penunjukan Amorim yang gagal.
(LC/GN)
sumber : www.transfermarkt.com
Leave a comment