Billy Donovan Resmi Tinggalkan Chicago Bulls, Peluang Karir Baru Menanti
Billy Donovan dianggap lebih baik sebagai pelatih ketimbang catatan 226-256 dalam enam musimnya bersama Chicago Bulls. Kepemilikan tim Bulls sangat ingin mempertahankannya, bahkan mereka menyatakan tidak tertarik mengisi posisi eksekutif utama yang baru dibuka jika kandidat tersebut tidak ingin Donovan tetap di tim. Di pagi hari Selasa, Donovan memperluas peluang karirnya dengan mengumumkan bahwa ia berpisah dari tim melalui siaran pers.
Selama di Chicago, Donovan selalu terhambat dengan daftar pemain yang kurang memenuhi syarat. Hal ini berujung pada pemecatan wakil presiden eksekutif Bulls, Arturas Karnisovas, serta adanya rencana rebuild yang sebenarnya tidak diinginkan Donovan. Di Chicago, ia secara drastis menyesuaikan gaya permainan ofensif berdasarkan komposisi tim, mulai dari mengandalkan isolasi dengan DeMar DeRozan dan Zach LaVine, hingga menciptakan tim tercepat di liga dengan Josh Giddey di lapangan. Meski defensif tim tidak terlalu kuat, mereka mampu bertahan lebih baik dari yang diperkirakan. Di musim terakhirnya, Donovan juga tercatat sebagai pelatih terbaik ketiga dalam merancang skema permainan saat time-out.
Dengan rekam jejaknya, termasuk dua kejuaraan berturut-turut di Florida, Donovan akan menjadi pelatih yang sangat dicari baik di level NCAA maupun NBA. Berikut adalah beberapa kemungkinan karir yang dihadapi Donovan setelah meninggalkan Chicago.
Peluang Karir NBA Billy Donovan
1. Orlando Magic
Donovan hampir menjadi kepala pelatih Orlando Magic pada tahun 2007. Ia menerima tawaran tersebut, tetapi kemudian berubah pikiran dan memilih untuk kembali ke Universitas Florida. Magic sendiri mengalami kekecewaan besar tahun ini dengan kesulitan mencapai playoff setelah awal musim yang menjanjikan. Pelatih Jamahl Mosley dirumorkan akan dipecat.
Orlando memiliki roster yang baik dengan bintang muda seperti Paolo Banchero, Franz Wagner, dan Desmond Bane. Donovan berpotensi mewarisi tim yang siap untuk berlari jauh di playoff dengan bimbingan pelatih yang lebih baik. Ini bisa menjadi pekerjaan terbaik yang tersedia di NBA, dan tampaknya Donovan berharap untuk tetap berada di liga setelah lama tidak terlibat di dunia perguruan tinggi.
2. Philadelphia 76ers
76ers juga merupakan tim yang mengalami penurunan performa dan bisa saja membuka lowongan pelatih dalam waktu dekat. Nick Nurse, juara dan mantan Pelatih Terbaik tahun ini dengan Raptors, belum bisa mereplikasi kesuksesannya sejak bergabung dengan Sixers pada 2023.
Donovan yang berasal dari Long Island dan merupakan legenda di Providence mungkin akan mempertimbangkan kembali ke pantai timur. 76ers juga memiliki bakat muda dalam roster mereka. Tyrese Maxey berkembang menjadi kandidat All-NBA, VJ Edgecombe adalah salah satu rookie terbaik di liga, dan Joel Embiid tampil dominan saat ia tersedia.
3. Kembali ke Perguruan Tinggi
Sudah lebih dari satu dekade sejak Donovan terakhir kali melatih di level perguruan tinggi. Lanskap sudah banyak berubah, terutama dengan adanya dana NIL dan pentingnya portal transfer. Donovan sebelumnya pernah menolak tawaran besar, termasuk pekerjaan di Kentucky dua tahun lalu dan lebih memilih untuk menyelesaikan musim Bulls sebelum mengejar tawaran di UNC.
Donovan dikenal sebagai pelatih yang sangat populer di level perguruan tinggi, dengan dua kejuaraan nasional dan persentase kemenangan 71%. Ia terpilih menjadi anggota Naismith Hall of Fame berkat prestasi tersebut. Meski perjalanan di NBA lebih menantang, mungkin saja ia akan mempertimbangkan kembali ke level yang pernah membawanya sukses. Namun, tampaknya lebih mungkin ia akan bertahan di NBA di mana banyak peluang menantinya.
4. Mengambil Cuti
Tahun ini sangat berat bagi Donovan. Secara profesional, Bulls mengalami banyak kekalahan, terutama karena kebijakan yang diambil manajemen. Di sisi pribadi, Donovan mengalami kehilangan ayah dan ibu mertuanya, serta ibunya yang secara tiba-tiba harus menjalani amputasi kaki.
“Saya rasa belum ada waktu yang cukup untuk memproses semua ini,” kata Donovan dalam wawancaranya dengan Julia Poe dari Chicago Tribune. “Ini terlalu banyak.”
“Saya berjuang untuk menemukan keseimbangan. Apakah saya melakukan hal yang benar? Apakah saya perlu ada untuk orang lain?”
Sangat wajar jika Donovan mempertimbangkan untuk mengambil waktu setahun atau dua tahun untuk diri sendiri mengingat situasi yang dihadapinya. Pelatih berusia 60 tahun ini belum pernah mengambil cuti sejak menjadi pelatih kepala di Marshall pada tahun 1994.
Lebih mungkin baginya untuk tetap di liga dan mengeksplorasi peluang lebih baik di hari-hari mendatang. Sebuah keputusan untuk beristirahat bisa memberi Donovan pandangan yang lebih jelas mengenai lowongan di tahun mendatang.
(BA/GN)
sumber : www.sportingnews.com
Leave a comment