Kehilangan Besar di Dunia Bola Basket: Stacey King Meninggal Dunia
CHICAGO – Stacey King, mantan pemain Chicago Bulls yang meraih tiga gelar juara NBA, telah meninggal dunia pada usia 59 tahun, seperti diumumkan oleh tim pada Minggu lalu. King menjadi sosok yang sangat dicintai oleh para penggemar selama karirnya, baik sebagai pemain maupun sebagai komentator di tim Bulls.
Kenangan Terhadap Stacey King
Jerry Reinsdorf, pemilik dan ketua Bulls, menyampaikan pernyataan mengenai kehilangan ini. “Stacey King adalah anggota keluarga Bulls yang sangat dihargai dan salah satu kepribadian unik dalam sejarah organisasi kami. Keterhubungannya dengan Chicago, Bulls, dan para penggemar telah berlangsung lebih dari tiga dekade, dimulai sebagai pemain dan kemudian sebagai suara yang membawakan Bulls basket ke rumah-rumah generasi penggemar. Kami akan merindukannya dan mengenang keceriaan, energi, humor, kejujuran, dan gairah yang ia bawa ke organisasi kami,” ujarnya.
Penyebab Kematian
Menurut kantor pemeriksa medis, King ditemukan meninggal di rumahnya di River Forest pada Minggu pagi. Autopsi diperlukan untuk menentukan penyebab kematiannya. Beberapa laporan menyebutkan bahwa ia terjatuh di sana.
Reaksi dari Teman dan Rekan
Teman dekatnya, Ike White, berbagi kesedihan. “Baru-baru ini, saya berbicara dengannya dan kami telah merencanakan untuk menghabiskan waktu bersama di musim panas. Saya sangat terkejut mendengar kabar ini,” ungkap White. Ia mengungkapkan betapa King selalu tersenyum dan mencintai tim serta kota ini. Kini, suara King, baik di lapangan maupun dalam hidupnya, menjadi kenangan.
Warisan yang Ditinggalkan
King meninggalkan warisan yang luar biasa, baik di lapangan maupun di kursi komentator. Michael McCarthy, Presiden dan CEO Chicago Sports Network, menyatakan, “Stacey King adalah salah satu sosok paling dicintai di dunia olahraga Chicago. Sebagai pemain, ia membantu membangun warisan Chicago Bulls. Sebagai komentator, ia membawa semangat dan kepribadiannya yang khas ke dalam rumah para penggemar selama hampir dua dekade. Kami sangat berterima kasih bahwa Stacey menjadi bagian dari keluarga Chicago Sports Network dan tim komentator Bulls.”
Prestasi di Lapangan
King menghabiskan delapan musim dalam karir bermainnya dengan rata-rata mencetak 6.4 poin dan 3.3 rebound per pertandingan. Ia menjadi yang terbaik saat bersama Bulls, terpilih sebagai pick keenam di draft 1989. Pada tahun pertamanya, ia memainkan semua 82 pertandingan dan berkontribusi pada tiga kejuaraan berturut-turut Bulls dari 1991 hingga 1993.
Penghormatan dan Dukacita
Setelah kabar ini menyebar, banyak penghormatan yang ditujukan untuk King. Penggemar Bulls, Christopher Widdel, mengungkapkan rasa kehilangan, mengatakan, “Sungguh sulit percaya bahwa kita kehilangan legendaris seperti dia. Ia mewakili Bulls di komunitas dan melalui siaran dengan sangat baik.” NBA juga mengeluarkan pernyataan duka cita, mengakui kontribusi King di dunia basket sebagai pemain, pelatih, dan komentator.
Menutup Karya King
Setelah karir bermainnya, King sempat menjadi pelatih kepala Rockford Lightning di Continental Basketball Association pada musim 2001-2002. Sebuah momen hening diadakan oleh Chicago Cubs untuk menghormatinya, dan pasti akan ada banyak lebih banyak penghormatan yang akan datang dari seluruh kota Chicago.
(BA/GN)
sumber : abc7chicago.com
- 19252391
- basketball
- bola basket
- Boston Celtics
- Bulls
- Chicago Bulls
- chicago news
- Dallas Mavericks
- did stacey king die
- ESPN
- how did stacey king die
- mens-college-basketball
- Miami Heat
- Minnesota Timberwolves
- NBA
- NBA Hari ini
- nba today
- News
- Oklahoma Sooners
- Stacey King
- stacey king bulls
- stacey king chicago bulls
- stacey king died
- stacy king cause of death
- what happened to stacey king
Leave a comment