Home Motorsport Formula 1 Jean Todt: Strategi Jitu Bujuk Schumacher Bergabung dengan Ferrari dalam Sehari!
Formula 1

Jean Todt: Strategi Jitu Bujuk Schumacher Bergabung dengan Ferrari dalam Sehari!

Share
Jean Todt: Strategi Jitu Bujuk Schumacher Bergabung dengan Ferrari dalam Sehari!
Share

Jean Todt Ungkap Cara Meyakinkan Michael Schumacher Bergabung dengan Ferrari

Jean Todt, mantan kepala tim Ferrari, berbagi kisah tentang bagaimana ia berhasil meyakinkan Michael Schumacher untuk bergabung dengan tim asal Maranello tersebut pada tahun 1996. Saat itu, Schumacher telah meraih dua gelar juara dunia berturut-turut bersama Benetton pada tahun 1994 dan 1995, namun Todt menyatakan bahwa Schumacher tertarik pada tantangan baru.

Tantangan yang Menarik

Ferrari pada saat itu belum memenangkan gelar juara dunia pembalap sejak 1979 dan gelar konstruktor sejak 1983. Dalam sebuah wawancara di podcast High Performance, Todt menjelaskan apa yang membuat Schumacher tertarik untuk bergabung dengan Ferrari yang tengah dalam fase perbaikan.

Todt mengingat, “Tahun 1995, kami masih berada dalam proses membangun kembali tim, dan kami tahu bahwa tahun 1996 adalah tahun untuk mencoba berkompetisi. Di antara para insinyur, mereka mengatakan, ‘Kami tidak memiliki mesin yang baik’, sementara tim mesin mengatakan, ‘Kami tidak memiliki sasis yang baik’, dan yang paling penting, ‘Kami tidak memiliki pembalap yang bagus.’ Jadi, saya bilang, ‘Baiklah, mari kita pastikan tidak ada yang bisa mengatakan bahwa dengan Michael, kami kehilangan pembalap.’”

Pembicaraan di Monte Carlo

Untuk meyakinkan Schumacher, Todt dan pengacara mereka, Henri Peter, melakukan diskusi selama satu hari di Monte Carlo bersama Schumacher dan manajernya Willi Weber. “Setelah sehari berbicara, kami menandatangani kontrak,” kata Todt.

Menanggapi bagaimana ia bisa meyakinkan Schumacher dalam waktu singkat, Todt menambahkan, “Saya rasa dia berpikir bahwa mengemudikan Ferrari akan berbeda. Dia menyukai tantangan dan sangat profesional.”

Langkah Strategis untuk Meyakinkan

Schumacher enggan melakukan komitmen tanpa jaminan tertentu. Secara bersamaan, Todt menghubungi Ross Brawn untuk posisi direktur teknik dan Rory Byrne untuk posisi kepala desainer, tanpa mereka tahu satu sama lain. “Keduanya telah bekerja dengan Michael di tim Benetton, dan Michael mengetahui tentang itu,” jelas Todt.

Baca juga:  F1 2026: Aturan Baru, Tim Bakal Tetap Saling Pepet!

Legacy yang Ditinggalkan

Setelah bergabung, Schumacher tetap bersama Ferrari hingga pensiun pertamanya di akhir tahun 2006. Selama masa kerjasama mereka, Schumacher meraih lima dari tujuh gelar juara dunianya dan membantu tim meraih enam gelar konstruktor.

Kisah bergabungnya Michael Schumacher dengan Ferrari merupakan salah satu momen bersejarah dalam Formula 1, yang tidak hanya mengubah kariernya, tetapi juga membawa Ferrari kembali ke jalur kemenangan. Perjalanan ini semakin memperkuat posisi Ferrari sebagai salah satu tim paling unggul dalam sejarah balap mobil.

(SA/GN)
sumber : www.motorsport.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

FIA perpanjang kerjasama dengan Pirelli untuk pasokan ban F1 hingga 2028!

FIA mengumumkan perpanjangan kerjasama dengan Pirelli untuk pasokan ban F1 hingga 2028,...

Red Bull minta tinjauan FIA setelah jadi acuan mesin F1.

Red Bull meminta tinjauan FIA terkait peraturan mesin Formula 1, setelah menemukan...

Formula 1: Senna dan Antonelli, Dua Triumf di Monte Carlo yang Berbeda!

Di Monte Carlo, Senna dan Antonelli menciptakan dua momen legendaris Formula 1,...

Ayumu Iwasa siapkan diri untuk FP1 bersama Red Bull di Barcelona!

Ayumu Iwasa bersiap menghadapi FP1 bersama tim Red Bull di Barcelona, menunjukkan...