Timberwolves Tumbangkan Nuggets Meski Tanpa Bintang Utama
Timberwolves yang tidak diperkuat Anthony Edwards, Donte DiVincenzo, dan Ayo Dosunmu berhasil menutup seri putaran pertama playoff melawan Denver Nuggets dengan kemenangan mengejutkan 110-98 di Game 6 yang digelar di Target Center. Hasil ini membawa Timberwolves melaju ke semifinal Wilayah Barat untuk ketiga kalinya secara beruntun, dan mereka akan menghadapi Victor Wembanyama dan San Antonio Spurs yang berada di posisi kedua.
“Sungguh mengecewakan… sulit untuk melihat keseluruhan karena situasi ini sangat tidak menguntungkan,” kata pelatih Nuggets, David Adelman.
Pemain seperti Jaden McDaniels, yang mencetak 32 poin dan 10 rebound, serta Terrence Shannon Jr. dengan 24 poin, tampil menonjol meskipun beberapa pemain kunci tidak dapat bermain. Edwards (cedera lutut), DiVincenzo (Achilles), Dosunmu (betis), dan Kyle Anderson (sakit) tidak dapat ikut serta, termasuk Dosunmu yang mencetak rata-rata 30,5 poin per game dalam dua pertandingan awal.
Shannon, yang dipasang sebagai starter, memberikan kontribusi penting dengan layup dan free throw di menit-menit krusial untuk menambah keunggulan menjadi 103-97.
Stats Pertandingan
Nikola Jokić menjadi andalan Nuggets dengan 28 poin, sembilan rebound, dan 10 assist. Namun, Denver yang sempat mendekat tertinggal tiga poin tidak mampu mencetak poin dalam 1:26 menit terakhir. Cameron Johnson menyumbangkan 27 poin, sementara Jamal Murray hanya menghimpun 12 poin dari 4 tembakan akurat dari 17 percobaan.
Kelemahan Denver
Ada banyak hal yang bisa dibahas mengenai kegagalan Nuggets di seri ini, seperti buruknya akurasi tembakan tiga angka, penampilan kurang efisien dari Murray, dan tampilan tidak prima dari Jokić. Namun, fokus utama adalah pada satu hal yang paling terlihat: Timberwolves bermain dengan lebih bersemangat sepanjang seri ini.
Kecuali untuk kekalahan di Game 5 di Denver, Nuggets tidak pernah menunjukkan performa terbaik mereka. Timberwolves mampu menekan pergerakan pemain Denver, dengan McDaniels mengawasi Murray dan Rudy Gobert memberi kesulitan bagi Jokić. Selain itu, Timberwolves juga berhasil mengamankan banyak rebound dan bola-bola lepas.
“Saya ingin menjadi Nugget selamanya,” ungkap Jokić saat ditanya tentang kemungkinan perpanjangan kontrak empat tahun dengan Denver.
Meskipun Timberwolves kehilangan beberapa pemain kunci mereka, semangat tim ini tetap tinggi, dan keinginan untuk menang lebih besar daripada tim lawan.
Pertandingan McDaniels vs. Murray
Untuk kedua kalinya, McDaniels menunjukkan performa defensif yang dominan melawan Murray. Dua tahun lalu, McDaniels mengunci Murray pada penampilan playoff terburuknya, dan kali ini ia kembali menunjukkan hal serupa. Murray rata-rata mencetak 23,7 poin dalam seri ini, namun tampil buruk dengan 4 tembakan akurat dari 17 di Game 6, serta hanya 35,6 persen dari lapangan sepanjang seri.
Pahlawan Baru untuk Timberwolves
Fans Timberwolves sudah lama mengharapkan peran lebih dari Shannon. Dengan banyaknya cedera yang melanda tim, pelatih Chris Finch memutuskan untuk menempatkan Shannon sebagai starter dan ia pun tampil sangat baik.
Shannon mencetak 9 dari 20 tembakan, berulang kali memanfaatkan kelemahan pertahanan Denver di area cat. Kecepatannya menjadi masalah bagi lawan dan ia berhasil memberikan enam rebound serta permainan defensif yang solid. Tembakan tiga angkanya dengan 1:43 menit tersisa memberi Timberwolves keunggulan yang dibutuhkan untuk mempertahankan kemenangan.
Kemenangan ini bukan hanya sekadar momen bahagia, tetapi juga menjadi pernyataan bahwa mereka mampu menaklukkan lawan meski dalam kondisi kekurangan pemain. Timberwolves menginginkan kemenangan ini lebih dari Nuggets, dan mereka berhasil meraihnya.
(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment