Home Basket NBA Arketipe Pemain NBA Ini Sedang Memudar di Era Modern!
NBA

Arketipe Pemain NBA Ini Sedang Memudar di Era Modern!

Share
Arketipe Pemain NBA Ini Sedang Memudar di Era Modern!
Share

Jarred Vanderbilt dan Perubahan Permainan NBA

Beberapa tahun yang lalu, Jarred Vanderbilt dikenal sebagai salah satu pemain yang paling menghibur untuk disaksikan. Energi yang ia tunjukkan dalam mengejar rebound dan bola lepas sangat menular, ditambah lagi ketangkasannya dalam bertahan. Vanderbilt berperan kunci dalam menjadikan Minnesota Timberwolves tim defensif yang lebih tangguh pada 2021-22 setelah mereka berada di urutan bawah sebelumnya.

Namun, cedera telah menjadi masalah bagi salah satu pemain berbakat ini. Vanderbilt hanya bermain 36 pertandingan tahun lalu dan 29 pertandingan sebelumnya. Namun, tahun ini, ia tampak lebih sehat, sehingga menjadi kejutan saat ia tidak bermain dalam dua kemenangan berturut-turut Los Angeles Lakers atas Utah Jazz.

Perubahan dalam Permainan

Salah satu tema besar pada musim 2025-26 adalah meningkatnya jumlah tim yang mendorong bola ke arah ring. Misalnya, Miami Heat kini lebih fokus pada menciptakan ruang dan mendominasi tim melalui serangan ke arah ring, yang berbeda dari strategi pick-and-roll sebelumnya.

Masalah bagi Vanderbilt adalah bahwa ia tidak banyak melakukan penetrasi. Saat ini, ia hanya mencatatkan rata-rata 1,4 kali penetrasi per pertandingan, dan secara karir, ia tidak pernah melebihi 1,5 penetrasi per pertandingan. Dari 62 pemain yang rata-rata kurang dari dua penetrasi dan bermain lebih dari 15 menit per pertandingan, 53 di antaranya adalah center atau pemain dengan kemampuan tembakan yang baik.

Berikut adalah beberapa pemain yang serupa dengan Vanderbilt, tetapi tetap berada dalam rotasi timnya. Mereka mungkin tidak melakukan penetrasi yang banyak, tetapi mereka memberikan kontribusi lebih baik dalam hal akurasi dan pertahanan.

Contohnya, Peyton Watson, Derrick Jones Jr., dan Nae’Qwan Tomlin sering kali bisa mencapai ring dengan baik meski jarang melakukan penetrasi. Sementara itu, Jordan Walsh dan Jaylen Clark, meskipun tidak melakukan penetrasi, menawarkan kemampuan pertahanan yang sangat baik.

Vanderbilt yang dikenal sebagai pemain defensif kini berada sedikit di atas rata-rata dalam hal pertahanan, sementara pemain lain di atas memiliki statistik yang lebih baik. Hal ini menjadi perhatian karena semua pemain tersebut memberikan dampak lebih besar pada tim mereka.

Perubahan arsitektur permainan NBA berpotensi membuat tipe pemain seperti Vanderbilt semakin sulit untuk menemukan tempat di tim yang bersaing, bahkan dalam skala yang lebih rendah. Dalam beberapa tahun ke depan, dapat saja tipe-tipe pemain ini mulai langka, terlebih di tim-tim yang sedang berupaya untuk mencapai performa terbaik setiap pertandingan.

(BA/GN)
sumber : www.forbes.com

Baca juga:  LeBron Siap Bersatu Lagi dengan Mantan Rekan Juara di Cavs!
Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

ESPN Hibur dengan Rumor Gila Jaylen Brown di Tengah Isu Giannis!

Di tengah spekulasi tentang Giannis, ESPN menghadirkan rumor mengejutkan mengenai Jaylen Brown,...

Peran wanita di rumah: Kunci kuatnya hubungan LeBron dan Savannah James.

Peran wanita di rumah menjadi pondasi hubungan LeBron dan Savannah James, menguatkan...

Knicks bawa NBA Finals ke level intensitas tertinggi sejak akhir era Jordan!

Knicks membawa NBA Finals ke level intensitas tertinggi, menunjukkan ketangguhan dan semangat...

Gelar juara NBA: Hanya trofi partisipasi yang absurd!

Gelar juara NBA seharusnya lebih dari sekadar simbol partisipasi. Trofi yang absurd...